" Apa gunanya punya jutaan piala, medali, dan pesawat, jika kau tidak dapat bersenang-senang? " [James Hunt]
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 November 2017

Membumikan Gas Bumi Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

by
Indonesia kini berada diposisi ke empat menurut jumlah penduduknya dibawah Tiongkok, India dan USA. Keadaan ini sejalan dengan kebutuhan yang terus naik khususnya penggunaan energi. Apalagi dalam sektor industri yang mendominasi penggunaan energi di Indonesia. Sedangkan cadangan energi di Indonesia kian menipis seperti minyak bumi sekitar 18 tahun dan Gas Bumi sekitar 61 tahun kedepan. Menipisnya cadangan dan pesatnya kebutuhan tersebut harus diikuti dengan efisiensi. Dari segi penggunaan, Gas Bumi dianggap lebih murah dan juga lebih ramah lingkungan. Apalagi bila kita bisa melihat kondisi saat ini masyarakat kita dibebani dengan harga mahal minyak, padahal disisi lain ada energi murah yang melimpah malah dinikmati negara tetangga. Banyak keuntungan pula yang dapat diperoleh bila masyarakat menggunakan gas bumi atau gas ala ini. Jadi seharusnya kita di Indonesia mampu memanfaatkan sumberdaya ini sebaikn-baiknya untuk kepentingan masyarakat dan bukan segelintir orang.
(credit to: google.com)

Gas Bumi ini dapat disalurkan melalui pipa-pipa distribusi ke berbagai pengguna seperti rumah tangga, industri, pembangkit listrik, hingga komersial seperti restoran, rumah makan, umkm, SPBG bahkan rumah sakit sekalipun. Selain itu, sambungan gas ke rumah-rumah juga praktis dibandingkan LPG yang masih perlu diangkut ketika habis. Dari segi harga pun gas bumi lebih unggul sekitar 40% dari LPG dikisaran 30 ribuan. Ini tentunya akan sangat membantu kebanyakan masyarakat yang masih menengah kebawah untuk menghemat kebutuhan dapur. Selain itu juga sambungan gas rumah tangga dianggap lebih aman dari bahaya kebakaran karena tekanannya berkisar 0.2 bar (dikutip dari Finance Detik). Selanjutnya juga dalam hal penanganan kebocoran juga dapat selesai dalam 1-2 jam setelah laporan. Apalagi pelanggan gas bumi bervariasi mulai industri kecil hingga besar. Bahkan beberapa restoran, hotel dan mal-mal besar di Jakarta sudah menggunakan gas bumi sebagai pembangkit listriknya. Tidak berhenti disitu bahkan dari transportasi khususnya bajaj sudah mulai menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG). Ditambah lagi sudah adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang tersebar diberbagai daerah. Tentunya ini dapat menunjang kehidupan masyarakat luas, mendorong perekonomian masyarakat dalam pemanfaatannya. Bisa dibayangkan akan terpenuhinya kebutuhan ibu rumah tangga ataupun keluarga-keluarga rumah susun sehingga tidak susah payah lagi membayar dengan harga mahal. Menjangkau hingga masyarakat di pedesaan dan perkotaan juga.



Untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat akan gas bumi, pemerintah melalui PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus berkomitmen memperluas dan menyalurkan gas bumi. PGN telah membangun infrastruktur gas bumi sepanjang 6.971 km sampai saat ini (dikutip dari Liputan6). Dengan demikian melalui pipa-pipa distribusi tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat luas dari ujung timur hingga barat Indonesia. Maka dari itu bukan tidak mungkin untuk membumikan gas bumi di Indonesia dengan mewujudkan energi pilihan yang efisien, ramah lingkungan dan aman tentunya untuk seluruh rakyat Indonesia. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan gas bumi sedikitnya mengurangi ketergantungan pada energi impor. Dengan demikian penduduk dengan lebih dari 200 juta jiwa dapat merasakan kekayaan alam Indonesia ini yang melimpah. Sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya membantu rakyat miskin di Indonesia yang mencapai 10 persen atau sekitar 20 juta jiwa. Mereka-mereka inilah yang juga memiliki hak untuk dapat menikmati kekayaan ala mini dan sekali lagi bukan hanya segelintir orang-orang yang berkuasa.

Rabu, 31 Agustus 2016

Kakak Asuh Bali, Pemberi Harapan Anak Putus Sekolah Di Bali

by
Bali dengan berbagai keindahan alam serta beragam kebudayaan nya tak ayal diganjar sebagai surga di dunia, khusus bagi setiap orang yang pernah kesana. Pesona Bali juga mampu membawa wisatawan mancanegara sebanyak 3.766.638 orang pada tahun 2014. Bali juga memiliki 2.058 restoran, 249 hotel dengan jumlah kamar yang tersedia sampai 28.811 kamar. Hal ini juga yang memungkinkan Bali menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar untuk negara dari sektor pariwisata. Dengan segala potensi tersebut ternyata tidak banyak berdampak buat masyarakat Bali itu sendiri. Tercatat pada Maret 2015 penduduk miskin di Bali sebesar 196.710 jiwa. Dimana terdapat sekitar 8,7% penduduk tidak bersekolah dari total penduduk 4.104.900 jiwa, artinya masih ada 357.126 jiwa yang tidak bersekolah tidak terkecuali di daerah pelosok Bali. (Bali Dalam Angka 2015)
Salah Satu Poster Oprec Kakak Asuh Bali

Berangkat dari sekelumit masalah yang ada tersebut, lahirlah sebuah gerakan bernama Kakak Asuh Bali asuhan Pande Putu Setiawan (Pendiri sekaligus Ketua Komunitas Anak Alam). Komunitas Kakak Asuh Bali  ini bertujuan untuk menuntaskan anak putus sekolah di Bali khususnya di daerah pelosok, bukankah ini sebuah Kabar Baik?. Gerakan kakak asuh Bali ini menggunakan sistem relawan dan juga 'patungan/urunan'. Dimana setiap orang disini dapat menjadi kakak asuh untuk setiap anak putus sekolah maupun anak dari pelosok Bali yang membutuhkan bantuan biaya sekolah. Sebelumnya tim Kakak Asuh Bali telah melakukan survei untuk mendapatkan anak yang sesuai dan berhak untuk diberikan bantuan. Kemudian buat calon kakak asuh dapat memilihnya anak asuh nya sendiri untuk diberikan bantuan,
dari tim Kakak Asuh Bali juga akan membagi calon kakak asuh kedalam kelompok yang terdiri dari 5 orang. Adapun biaya per kakak asuh yaitu 20 ribu rupiah untuk setiap bulannya dan berlangsung selama 1 tahun. Tidak begitu besar untuk kebanyakan orang, malah bahkan sangat sedikit jika dibandingkan dengan pendapatan Bali dari sektor Pariwisatanya. Dengan biaya tersebut diharapkan para anak asuh ini dapat terbantu dari segi perlengkapan sekolahnya yang mana membuat dirinya lebih bersemangat menimba ilmu.

Inovasi Daerah ini benar-benar keren!!! Dimulai dari para semangat para pemuda pemudi Bali yang membantu adik-adiknya yang bakal menjadi generasi penerus nantinya setelah mereka. Mereka percaya bahwa dengan pendidikan, adik-adik tersebut mampu merubah nasibnya sendiri bahkan negara ini. Adapun volunteer dari Kakak Asuh Bali ini seringkali pergi dari satu desa ke desa lainnya di pelosok Pulau Dewata itu untuk mencari anak-anak yang semangat untuk mengenyam pendidikan. Tak jarang menyusuri jalan panjang bahkan melewati hutan, itu semua demi mendapatkan adik-adik asuh yang masih bersemangat belajar bersama teman-temannya. "Tugas mereka untuk terus bermimpi, Tugas kita mewujudkan mimpi-mimpi mereka" oleh Kakak Asuh Bali, begitulah kira-kira semboyan yang seringkali menjadikan para volunteer tergerak untuk bergabung dan bersemangat. Semua ini mereka lakukan tanpa pamrih dan dilakukan memang karena niat tulus ikhlas semata. Mereka percaya bahwa melakukan sesuatu Untuk Indonesia tidak perlu langsung melakukan hal besar semata, namun dengan melihat anak-anak di pelosok Bali dapat bersekolah dengan semangat serta riang gembira saja sudah cukup.

Kalian bisa lihat segala kegiatan dan juga adik-adik asuh tersebut melalui Instagram Kakak Asuh Bali, dari sekian banyak itu saya coba tampilkan beberapa.

Salah satu Volunteer Kakak Asuh Bali Sedang Mendata Calon Adik Asuh

Gambar diatas memiliki caption yang membuat hati ini memaksa untuk terus mengucap syukur bagi kita ataupun kalian yang mampu mengeyam pendidikan hingga ke jenjang tertinggi. Berikut captionnya
D : "Apa cita-citamu dik?"
A : "Masuk SMP kak!"

Kalau Bisa Ikut Bantu Kenapa Cuma Nyalahin Pemerintah -Kakak Asuh Bali-

Semangat Adik-Adik Di SD 5 Bhuana Giri Untuk Duduk Di Kelas Dan Belajar

Pada gambar terakhir ini terlihat adik-adik dari SD 5 Bhuana Giri yang tiap harinya harus melalui jalan panjang lewat hutan serta sungai kering hanya untuk bersekolah. Satu jam perjalanan dengan berjalan kaki hal biasa yang mereka lakukan, sungguh membuat bangga dan terharu. Semangat adik-adikku !!!

Bila dibandingkan dengan para volunteer Kakak Asuh Bali maka saya bukanlah siapa-siapa. Sementara para Kakak Asuh Bali berkeliling desa untuk mencari calon adik asuh, saya hanya mampu menuliskan Kabar Baik ini di blog pribadinya. Inovasi Daerah ini betul-betul membuat penulis juga untuk bergabung sebagai salah satu donatur. Karena berbuat sesuatu Untuk Indonesia tidak perlu menunggu pemerintah atau siapapun, semuanya bisa dimulai dari diri kita sendiri.



Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Minggu, 10 April 2016

Mengejar Sertifikasi di HCNA Part 1

by
Lama sudah postingan gue tidak mewarnai blog Official Wacana ini, akhirnya setelah hari-hari yang panjang selama 2 minggu ini bisa posting lagi deh. Cerita gue kali ini datang dari sebuah program sertifikasi Huawei  bernama HCNA (Huawei Certified National Associated). HCNA ini diselenggarakan oleh Huawei yang bekerja sama dengan Kementerian Kominfo, Telkomsel dan Telkom Indonesia. Tahun ini program HCNA memasuki Tahun ke-3 dengan asal peserta dari beberapa kampus di Indonesia seperti Universitas Telkom, ITB (Institut Teknologi Bandung), ITS (Institut Teknologi Surabaya), Uniram (Universitas Mataram), Unibraw (Universitas Brawijaya) dan IT Del Medan. Sertifikasi Huawei ini pun bertaraf Internasional dan juga diakui oleh SKKNI (Standar Kompetisi Kerja Nasional Indonesia) yang artinya dapat digunakan didalam maupun luar Indonesia.

Singkatnya, tanpa pikir panjang gue pun segera mendaftarkan diri dengan mengirim syarat berkas ke email yang tertera. Adapun berkas yang diminta berupa Transkrip Nilai dan Curiculum Vitae (CV). Tidak lama setelah pendaftaran ditutup gue pun menerima balasan email untuk mengikuti tes selanjutnya berupa tes wawancara. Jeng! Jeng! Jeng! Meski sudah biasa ikut tes wawancara seperti seleksi asisten, kepantiaan, organisasi dll, namun ini wawancara pertama gue dengan perusahaan (walaupun masih sertifikasi ya hihi). Tanpa persiapan khusus dan sebelumnya sudah nanya-nanya ke orang yang udah pernah tes/lulus sertifikasi tahun lalu akhirnya gue pun pede aja.

Tiba juga hari tes wawancara program HCNA ini, dimulai jam 8 pagi waktu kampus gue. Karena hari ini gue ada kuliah jadi datangnya on time banget deh. Seluruh pendaftar program ini mencapai 80an orang loh dan kebanyakan dari Jurusan Telekomunikasi. Terlihat waktu sudah menunjukkan 8 tepat namun belum ada siapa-siapa diruangan kecuali para pendaftar. Beberapa saat kemudian sekitar setengah 9 pagi dari pihak huawei pun datang. Diawali pembukaan oleh kemahasiswaan Fakultas Teknik Elektro dan dilanjutkan oleh pihak huawei menjelaskan tentang program HCNA serta Perusahaan Huawei. Sebelumnya kita diminta untuk mengumpulkan CV dan Transkrip Nilai sembari mengisi Presensi wawancara yang akan dilakukan. Mau tau seputar Perusahaan Huawei? Bisa kunjungi websitenya di www.huawei.com . Dijelaskan juga kalau peserta terbaik program HCNA ini berhak untuk magang 1 bulan di Telkomsel loh. Termasuk juga dijelaskan kalau tes wawancaranya menggunakan bahasa inggris. Setelah beres pembukaan dan penjelasan dari pihak huawei akhirnya kami disuruh menuju ke ruangan wawancara

Didepan ruangan wawancara sudah ada panitianya yang bersiap memanggil nama yang akan diwawancara, dan ternyata 4-5 nama sekaligus. Meski masuknya ramean namun pas didalam ternyata ada 4-5 orang pewawancara juga. Gue menjadi peserta terakhir yang diwawancara karena waktu ngisi presensi juga paling belakang hahaha. Ketika didalam ruangan seperti biasa perkenalan diri dan motivasi ingin mengikuti program ini. Dilanjutkan menceritakan kegiatan sehari-hari, sedikit tentang kepemimpinan dan organisasi hingga yang terakhir apa yang bisa meyakinkan mereka mau memilih gue untuk ikut program HCNA tersebut. Semuanya dalam bahasa inggris loh ya, baik pewawancara maupun gue sebagai pendaftar. I know my english ability is limited in speaking but I just do my best there. Although sometime there are words that I forgot but I still make them sure know what I mean. I think the interview was only about 5-10 minutes.

Pengumuman peserta yang lolos seleksi dan berhak mengikuti Program HCNA di Pustiknas (Pusat TIK Nasional), Ciputat, Tangeran Selatan itu akhirnya diumumkan lewat email. Daaan nama gue pun ada disana !! Bersiap meraih sertifikasi pertama dan berangkat ke Pustiknas, Ciputat, Tangerang Selatan.

Selanjutnya tunggu cerita gue selanjutnya di Mengejar Sertifikasi di HCNA Part 2 !!

Sabtu, 12 Maret 2016

Wacana: Pasar Tradisional Harus Bertransformasi

by
Disela-sela waktu mengerjakan Tugas Akhir saya tidak sengaja mengingat kembali Wacana mengenai kondisi Pasar Tradisional. Kita juga sama sama menyadari bahwa pasar tradisional masih menjadi primadona bagi jutaan masyarakat Indonesia. Selain harga yang bersahabat, kesegaran barang-barang yang dijual serta adanya tawar menawar membuat orang masih menyukai pasar tradisional. Namun sayangnya kondisi pasar tradisional sampai hari ini tidak jauh dari kumuh, kotor, becek baik hujan maupun tidak dan sekelilingnya penuh sampah, belum lagi masalah keamanan. Hal ini yang saya sering amati juga ketika sesekali pergi pasar atau sekedar lewat khususnya sekitar kota-kabupaten Bandung.

Disisi lain kita juga mengetahui kini banyak hypermarket yang berdiri dan mungkin sudah menjadi tujuan utama untuk berbelanja khususnya keperluan sehari hari. Pasar modern atau hypermarket inilah yang menjadi salah satu saingan dari pasar tradisional beberapa tahun kebelakang. Lihat saja barang yang dijual hampir semua tersedia, harga-harga yang ditawarkan pun kini makin bersahabat khususnya dengan diskon tertentu yang diberikan. Demikian pasar modern seakan memberikan efek ganda bagi masyarakat maupun pemerintah. Di satu sisi masyarakat akan memiliki peningkatan taraf hidup yang dapat dinilai dengan peningkatan pembangunan sarana perekonomian yang berupa pasar modern tersebut, namun disisi lain hal itu akan menjadi sebuah ancaman bagi para pedagang kecil terutama para pedagang pasar tradisional. Belum lagi kalau kita bahas tentang terbentuknya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) saat ini yang sedikit banyak pasti mempengaruhi pasar tradsional. Kalau sudah begini ya mau tidak mau tentunya pasar tradisioanl harus melakukan transformasi.

Sumber foto : Pikiran Rakyat

Melalui beberapa bacaan dari internet maupun hasil pengamatan ketika menonton televisi saya pun mencoba untuk membuka Wacana tentang Transformasi Pasar Tradisional sebagai berikut :

1. Pembenahan tempat berjualan di Pasar Tradisional secara merata

Hal ini perlu dilakukan untuk membangun kembali image Pasar Tradisional menjadi tempat yang nyaman, aman, bersih dan bersahabat untuk berbelanja. Kalau bisa sih tempat secara keseluruhan, kemudian lapak masing-masing pedagang. Tentunya juga penyediaan tempat sampah dan tata kelolanya yang baik akan membuat kebersihan selalu terjaga nantinya. Semaksimal mungkin untuk bisa menyamai tempatnya pasar modern. Hal ini perlu dilakukan tak lepas dari diinginkannya siapapun orang dan dari kalangan manapun dapat serta mau berbelanja di pasar tradisional

2. Integrasi hasil panen para petani dengan Pasar Tradisional

Hampir sama seperti kawan-kawan peserta Hackathon Merdeka 1.0 ini [Aplikasi Beli Bawang Langsung Dari Petani] . Integrasi disini dimaksudkan untuk memberdayakan produk/hasil dari petani kita dibanding produk impor, meskipun nantinya kita akan menghadapi persoalan harga. Dengan melakukan integrasi ini maka petani dan pedagang akan terbantu karena tidak perlu repot lagi untuk saling mencari. Diusahakan juga dilengkapi serta didukung oleh manajemen pasar yang membantu mengawasi harga-harga barang di Indonesia maupun dunia. Jangan sampai para rakyat kecil ataupun pedagang mudah dibodohi oleh oknum yang ingin mencari keuntungan dari ketidaktahuan tadi.


3. Menjaga kualitas produk atau barang yang dijual

Kualitas merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh kebanyakan orang, meskipun beberapa lebih sering mempertimbangkan harga dibanding kualitas. Orang-orang bahkan berani membayar lebih mahal untuk sebuah kualitas. Nah, disini lagi -lagi dibutuhkan dukungan dari manajemen pasar dan pedagang sendiri untuk menjaga kualitas dari barang yang dijualnya. Kualitas disini maksudnya tidak menggunakan atau menjual barang yang mampu membahayakan manusia apalagi yang jelas-jelas dilarang. Sesuatu bangetlah kalau ini bisa terjadi dan bahkan menjadi image dari Pasar Tradisional.

Begitulah kurang lebih beberapa usulan saya melalui Wacana kali ini mengenai keharusan Pasar Tradisional melakukan Transformasi. Tentunya hal diatas tidak dapat terlaksana tanpa peran serta dari para pedagang, manajemen pasar, pemerintah, serta pembeli tentunya. Semua memiliki perannya masing-masing bahkan orang kecil sekalipun. Sebenarnya juga beberapa Pasar Tradisional sudah ada yang memiliki tempat-tempat bersih, namun sayangnya ini belum tersebar merata. Semoga wacana saya kali ini bisa bermanfaat, saya pun menunggu orang-orang yang bisa merealisasikan (tentunya ada pengkajian yang komprehensif dulu ya) sembari mencari cara juga agar bisa tersampaikan oleh pemerintah khususnya. Sayapun juga sebagai mahasiswa menunggu aksi-aksi nyata para kawan-kawan Mahasiswa Indonesia khususnya.

Akhir kata saya tutup dengan sebuah kutipan dari Madilog Tan Malaka berikut sebagai pesan kepada kaum terpelajar agar lebih memperhatikan rakyat sekitarnya

Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali - Tan Malaka 

Kamis, 10 Maret 2016

Tirta Yatra Di Bumi Sunda Majalaya

by
Akhirnya setelah beberapa hari belum bisa mengupdate postingan terbaru yang mana postingan terakhir saya ada di bulan Februari mengenai Menyikapi Over The Top (OTT) Service di Indonesia . Meskipun kondisi saya saat ini masih belum 100% fit kembali setelah melalui beberapa hari kebelakang yang menguras tenaga dan stamina. Namun sebelum beberapa ingatan hangat ini saya lupa maka akan saya coba tuliskan dan dituangkan dalam postingan kali ini. Cerita kali ini mengenai perjalanan Tirta Yatra ke daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tirta Yatra berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Tirta dan Yatra. Tirta artinya pemandian, sungai, kesucian, air, toya atau air suci, sungai yang suci. Sedangkan Yatra berarti perjalanan suci. Jadi Tirtayatra kurang lebih merupakan perjalanan suci untuk mendapatkan atau memperoleh air suci. Diaman Tirtayatra sehari-hari di Bali lebih dipahami dengan tangkil atau sembahyang ke pura-pura. Namun untuk Tirta Yatra kali ini cukup berbeda, saya tidak mengunjungi sebuah pura, kuil ataupun sebuah candi melainkan lebih ke sebuah tempat atau padepokan. Lengkapnya Tirta Yatra saya kali ini ke daerah Majalaya yang diadakan oleh KMH Vidya Dharma Putra Ganesha ITB (Keluarga Mahasiswa Hindu Institut Teknologi Bandung). Aslinya saya bukan mahasiswa ITB dan kegiatan ini boleh diikuti oleh mahasiswa hindu kampus lain maka saya coba untuk ikut. Kegiatan Tirta Yatra ini biasanya dilaksanakan setiap setahun sekali, biasanya dilaksanakan masing-masing kepengurusan tahunan.
Doc. Pribadi - Foto bersama

Singkat cerita perjalanan kali ini ditempuh sekitar 2 jam dari kampus ITB menggunakan kendaraan bis. Sekitar pukul 18.06 kami pun tiba di sebuah padepokan Surya Kancana Padjadjaran, sambutan hangat khas sunda pun kami terima sambil mempersilakan masuk ke sebuah rumah. Padepokan Surya Kancana Padjadjaran ini merupakan tempat bagi masyarakat sunda wiwitan berkumpul khususnya daerah Majalaya. Disana kami langsung bergegas mengganti pakaian menjadi pakaian adat madya. Setelah itu beberapa dari kami segera menyiapkan sarana dan prasarana untuk persembahyangan malam itu. Sementara itu beberapa dari kami juga sembari mengobrol dengan beberapa wargi padepokan tersebut, mulai dari perkenalan hingga sedikit tanya jawab mengenai sunda wiwitan. 

Persiapan persembahyangan telah selesai dilakukan namun obrolan singkat ini dipaksa berhenti sejenak untuk membuka acara tirta yatra ini oleh tuan rumah. Kasepuhan oleh wargi padepokan menyebutnya yang membuka langsung sekaligus menyambut kedatangan kami waktu itu. Setelah sambutan singkat tersebut ternyata dilanjutkan dengan sesi sharing dan diskusi. Bapak R. Otong Toyibin Wiranatakusumah [selengkapnya bisa cek di Wiranatakoesoema_V ] menyampaikan berbagai macam hal termasuk sejarah dan filsafat sunda wiwitan, sedikit mengenai sejarah Indonesia, tak pula juga sejarah singkat padepokan Surya Kancana Padjadjaran. Kami pun selaku peserta cukup antusias menyimak penyampaian tersebut khususnya mengenai filsafat sunda wiwitan yang ternyata memiliki kesamaan dengan bali yang mana dengan bahasa berbeda.

Adapun dari yang disampaikan, saya lebih tertarik terhadap proses pencarian jati diri setiap orang. " Siapa aku? Darimana aku? dan hendak kemana aku ini?  ", seperti yang kita ketahui juga bahwa ada jati diri daerah ini, jati diri agama ini, jati diri bangsa ini dll. Disampaikan pula kita jangan sampai kehilangan arah dengan tidak mengenal jati diri kita maupun selama pencarian jati diri kita. Bahkan seperti kata Mario Teguh, seorang motivator terkenal pun menyampaikan :

 Engkau yang muda dan sedang mencari jati diri, dengarlah ini …

Jati dirimu tak bisa kau temukan dalam lamunan, tapi dalam kegiatan yang dinamis di masyarakat. 

Meskipun engkau mungkin sedang tersiksa dalam perasaan bersalah karena kemalasanmu, rasa malas bukanlah jati dirimu.

Kesejatian jiwamu itu kuat dan terhormat.

Jika engkau tidak kuat, rasa malas itu telah lama menjadikanmu lapuk dan tak berguna.

Tapi jiwamu melawan, dan membuatmu merasa bersalah, agar engkau menguatkan diri melawan rasa yang telah menggagalkan banyak jiwa hebat yang sangat berbakat sebelummu.

Kesejatianmu sesungguhnya mampu untuk tetap belajar dan bekerja keras walau pun sebetulnya rasa malas sedang merampok hatimu.

Rasa malas dan kerja keras adalah dua hal yang berbeda.

Dan karena engkau jiwa yang sejatinya kuat, engkau akan tetap mampu belajar dan bekerja keras di dalam rasa malas atau dalam perasaan apa pun.

Sesungguhnya engkau jiwa yang hebat.

Kalau tidak, mengapakah engkau merasa galau dalam perasaan bahwa seharusnya engkau bisa menjadi lebih besar?

Hatimu galau, karena ia tak suka engkau tak menjadi sehebat engkau yang seharusnya.

Engkau jiwa yang hebat.

Mario Teguh - Loving you all as always

Setelah sharing dan diskusi tersebut usai barulah dilanjutkan dengan persembahyangan bersama dengan tata cara masing-masing. Pada tengah malamnya juga dilangsungkan beberapa pementasan seni seperti pencak silat, musik sunda maupun gending bali, tari topeng dll. Meskipun waktu telah larut malam namun kami dan juga wargi padepokan tetap antusias menyaksikan pementasan bersama tersebut. Kegiatan kembali dilanjutkan pada pagi hari dengan melakukan penglukatan (pembersihan) sekaligus sembahyang bersama. Sekitar pukul 10 pagi kegiatan tirta yatra ini berakhir dan ditutup dengan melakukan foto bersama wargi padepokan. Tak lupa saya sampaikan rasa terima kasih atas sambutannya oleh wargi padepokan Surya Kancana Padjadjaran serta KMH Vidya Dharma Putra Ganesha ITB yang telah mengizinkan saya untuk bisa ikut serta.

Salam,
Hatur nuhun. Matur Suksma.
Rahayu Rahayu Rahayu. Om Santi Santi Santi Om

Sabtu, 27 Februari 2016

Menyikapi Over The Top (OTT) Service di Indonesia

by
Beberapa hari ini gue baru aja mendapati kabar seputar Over The Top (OTT) yang mana akan di blokir Pemerintah jika tidak membuka kantor di Indonesia. Lihat saja berita berikut Facebook, WhatsApp, dan Twitter Terancam Diblokir Pemerintah ; Pemerintah Akan Paksa Facebook, Twitter, dan Google Buka Kantor di Indonesia ; Menteri Komunikasi & Informatika Rudiantara: Perusahaan Besar Enggan Buka Kantor di RI . Secara garis besar isi berita tersebut meminta para Over The Top Service untuk membuka kantornya di Indonesia dan menjadi berbadan hukum Bentuk Usaha Tetap. Namun ini tentunya menuai pro-kontra khususnya di kalangan masyarakat sebagai pengguna layanan OTT ini, dan sebelum kita lebih jauh gue bakal coba jelasin sedikit mengenai Over The Top Service .
Ilustrasi gambar dari http://abitoverthetop.com/

OTT (Over The Top) adalah informasi di bidang pendekatan dan pemodelan (yang diimplementasikan dalam bentuk aplikasi dan layanan aplikasi) bentuk video dan audio streaming, messaging (kirim terima pesan instan), dan jejaring sosial, memanfaatkan koneksi internet dari provider (dalam hal ini operator / telco) dan berbasis mobile. OTT (Over The Top) berjalan di Application Layer, layer teratas pada pemodelan layer TCP/IP maupun OSI.

Dilihat dari sudut pandang jaringan komputer, semua aplikasi dan layanan berbasis OTT (Over The Top) berada pada Application Layer. Umumnya aplikasi OTT (Over The Top) berjalan pada platform mobile. Misalnya pada handphone, smartphone dan PDA (Personal Digital Assistant). Namun banyak juga yang berjalan di komputer desktop. Tatap muka aplikasi umumnya menggunakan web maupun aplikasi mobile. Berikut beberapa contoh layanan dari Over The Top seperti Line, Kakao Talk, WhatsApp, Youtube Mobile, Facebook Mobile, Twitter, Google, Netflix dll. [Referensi : Definisi, Jenis dan Layanan OTT (Over The Top)]

Masuknya layanan Over The Top (OTT) ini ke Indonesia bukan tanpa sebab, seperti yang dikuti dari detik inet menurut Menurut Ketua Umum APJII, Semuel A. Pangerapan, selama tahun 2014, pengguna Internet di Indonesia tercatat sebanyak 88,1 juta, disesuaikan dengan jumlah penduduk di Indonesia yang mana pada tahun 2014 Badan Pusat Statistik mendata sedikitnya jumlah penduduk di Indonesia mencapai 252 juta. Artinya Indonesia menjadi target pasar yang patut dipertimbangkan oleh penyedia layanan Over The Top tadi . Seperti yang bisa kita lihat sekarang di sekitar kita hampir semua orang terlihat menikmati layanan Over The Top tersebut mulai dari situs pencarian, media sosial, layanan streaming video dll, Namun ternyata di lain sisi Over The Top ini seakan mencoba 'membunuh' operator di Indonesia dengan memanfaatkan celah yang ada.

Keberadaan Over The Top mendorong lalu lintas data makin tinggi serta membuat para peselancar dunia maya makin mengkonsumsi banyak data, bandwidth maupun konten.  OTT sama sekali tidak bertanggungjawab terhadap kemampuan bandwidth, hak cipta / copyrights maupun redistribusi konten. Sebaliknya mereka bisa mengiklankan atau memperoleh pendapatan berdasarkan iklan atau sisipan iklan terhadap layanan mereka. Inilah yang menyebabkan ketimpangan pendatan antara OTT dan Operator Telekomunikasi khususnya di Indonesia.

Selain itu, operator dituntut meningkatkan kapasitas infrastruktur jaringan, bandwidth, uptime, maupun availability networknya. Di lain pihak mereka juga harus bersaing dengan operator lain. Layanan  gratis mobile messaging adalah kasus sederhana, bagaimana konsumen akan semakin sedikit menggunakan sms (short message services) sehingga keuntungan operator semakin tergerus. Pendapatan yang diperoleh OTT pada akhirnya akan memicu perdebatan mengenai  model bisnis, regulasi, teknologi, kepemilikan, maupun aspek hukum antara konsumen, pemerintah, OTT dan Operator. [Referensi : Over the Top Content (OTT) Services, jasa yang ‘membunuh’ operator]

Sebagai Mahasiswa Telekomunikasi gue melihat bahwa kemampuan Over The Top luar bisa jadi menggeser peran operator telekomunikasi. Lihat saja layanan seperti panggilan suara,video dan messaging sudah mampu disediakan oleh mereka. Bahkan beberapa dari Over The Top tadi sudah merencanakan untuk membangun infrastruktur yang tentunya membuat persaingan yang ketat terjadi. [Lihat berita Proyek Balon Internet Google di Indonesia Disorot Dunia ; Ratusan Balon Google Jadi "BTS Terbang" di Indonesia] Tentunya masih ada infrastruktur lainnya seperti jaringan fiber optik bawah laut, atau proyek besar lainnya yang semakin meningkatkan layanan mereka.

Untuk itu maka Operator Telekomunikasi, bahkan Over The Top lokal dipaksa untuk bisa bersaing dengan cara beradu layanan yang diberikan atau bahkan mencoba menggandeng OTT luar untuk digabungkan dalam paket layanan mereka. Disini juga yang perlu diperhatikan adalah kita sebagai pengguna operator telekomunikasi di Indonesia sekaligus pengguna layanan OTT mesti secara bijak melihat kondisi sekarang ini. Bijak dalam hal jangan mau hanya menikmati kenyamanan yang diberikan tanpa tau dibalik semuanya ada persaingan ketat yang terjadi. Demikian dari gue mendukung pemerintah untuk segera menyelesaikan regulasi yang tepat untuk perkembangan Over The Top luar maupun lokal sehingga tercipta win-win solution . Sembari menunggu gue dan kawan-kawan beserta senior yang bersiap untuk bergabung untuk membantu mengembangkan sektor telekomunikasi di Indonesia. *yeaah

 Salam dari yang katanya mahasiswa telekomunikasi

Selasa, 23 Februari 2016

Akhirnya Official Wacana Online Lagi

by
Halo gaes, lama tak jumpa dengan Official Wacana yang sudah hampir setahun kosong tanpa postingan apapun [Postingan terakhir, Mei 2015 - Kontroversi Larangan Anak Main Ponsel ]. Sedikit perkenalan kalau kini Official Wacana memiliki template baru loh dan 'wacana' nya juga mau diisi dengan artikel-artikel baru. Harapannya sih bukan sekedar 'wacana' ditahun 2016, semoga aja bisa terus Nge-Blog sampai kerja dan punya anak-cucu. Sedikit bercerita kalau gue udah mulai ngeblog dari tahun 2010 hingga sekarang dengan beberapa kali naik-turun posting hingga pernah vakum beberapa waktu. Meski udah ngeblog dari tahun 2010 namun kemampuan gue juga gak jago-jago amat, cuman bisa posting, edit, atur template dan beberapa sinkronisasi aja udah.

Credit picture : rendramh.blogspot.co.id

Hmm oke, kali ini gue mau nyoba Nge-blog lagi dengan alih-alih mengisi waktu luang, pengen belajar nulis-baca sambil blogwalking bersama para blogger Indonesia maupun dunia. Mengisi waktu luang? Lu gabut banget ya bro? Engga juga sih, tapi berhubung ada lebih banyak waktu kosong dari biasanya (biasanya waktu tidur aja tersita) ya mau dimanfaatkan. Apalagi kalau diisi dengan Nge-blog yang paling membutuhkan 2-3 jam sehari tidak bakal mengganggu aktivitas gue yang lain. Lalu pengen belajar nulis-baca karena gue selama ini menyadari kemampuan nulis-baca gak pernah gue latih lagi semenjak beres Sekolah Menengah [ Pilih Mana? Blogging, Menulis Atau Membaca ]. Apalgi kata Pramoedya Ananta Toer berikut yang bikin gue semangat lagi buat belajar nulis-baca :

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Rumah Kaca, h. 352)” 

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.” 

"Kita membaca untuk mengetahui bahwa kita tidak sendirian." - C. S. Lewis

"Begitu belajar membaca, engkau akan menjadi bebas untuk selamanya." - Frederick Douglass

Terakhir, salah satu hal yang gue senangi dari blogger adalah blogwalkingnya ke sesama pengguna blogger [ blogspot, tumblr, wordpress dll ]. Dimana Blogwalking menurut Wikipedia yaitu aktivitas para blogger meninggalkan tautan di blog atau situs orang lain seraya memberikan komentar. Awal perkenalan gue dengan blogwalking sekitar tahun 2011-2012, dimana dari blogwalking itulah gue pernah kenal dan dekat dengan beberapa blogger Indonesia. Meskipun sekarang gue udah lost contact dengan beberapa blogger karena saking lamanya tidak aktif lagi di dunia blog. Maka dari itu sekarang gue mau memulai blogwalking kembali untuk kembali dengan para blogger tanah air, Akhir kata selamat Ngeblog!

" Meski tidak terkenal karena bukan artis,  walau tulisan jelek bak bukan penulis, yang penting terus Ngeblog dan bahagia :) " ~ Official Wacana

Senin, 01 Februari 2016

Berjumpa Dengan Semangat Pemuda Bli Pande "Si Anak Alam"

by
Dua hari yang lalu merupakan pertama kalinya bagi saya untuk bisa bertemu dan ngobrol langsung dengan seorang Pande Putu Setiawan. Bli Pande (sapaan orang bali) atau yang lebih dikenal dengan "Si Anak Alam" ini merupakan orang Bali asal Ubud yang pernah memenangkan Penghargaan #KickAndyHeroes2014 atas prestasinya dengan Komunitas Anak AlamKomunitas ANAK ALAM merupakan sebuah organisasi nirlaba, yang terdiri dari individu-individu yang merasa bertanggung jawab untuk memberikan sumbangsih nyata memberikan segala kemampuan, pikiran, tenaga dan dirinya untuk menjadi agen perbaikan terhadap komunitas dimana ia berada. Bli Pande ini sejak tahun 2009 - Sekarang terus berjuang dalam koridor Pendidikan.

Foto bareng Bli Pande Putu Setiawan

Saat itu saya memang mengetahui kalau Bli Pande bakal mengisi Seminar di Jakarta dalam rangka perayaan Dharma Shanti. Namun saya tak mengira bakalan mendapat kabar dari kawan yang mengatakan Bli Pande akan mendarat di Bandung. Ternyata saat itu Bli Pande masih punya waktu kosong 1-2 hari sebelum mengisi seminar di Jakarta. Waktu itu dimanfaatkan untuk sedikit menjelajah kota Bandung sembari menyiapkan tenaga untuk memberikan materi katanya. Beberapa kawan saya memang dari pagi sudah menjemput Bli Pande dari bandara hingga mengajak keliling kota Bandung. Namun saya sendiri baru bisa bergabung malam hari setelah beberapa persiapan untuk kegiatan besok terselesaikan. Saya dan beberapa teman bertemu dengan Bli Pande di Pura Puser Dayeuh Siliwangi, Bandung. Mulai dari sini semangat pikiran, perkataan dan perbuatan yang positif terus bangkit.
Diskusi santai bersama Bli Pande

Malam ini kami awali dengan bersembahyang dulu mumpung lagi di Pura, barulah habis itu kami mulai berdiskusi santai. Bli Pande yang memulai diskusi dengan memperkenalkan diri beserta kisah hidupnya terutama gagasan awal Komunitas Anak Alam. Dimulai dari pengalamannya kuliah di STT Telkom, UGM hingga kesempatan mengunjungi negara lain dalam rangka studi maupun program kepemudaan. Disebuah kesempatan di program kepemudaan disana Bli Pande merasa takjub hingga menyematkan kata "gila" untuk para pemuda disana waktu itu. "Bagaimana tidak?", katanya sambil menjelaskan bahwa kegiatan para pemuda disana sangat bermanfaat dan solutif untuk rakyat dan negaranya. Salah satu diantaranya sebut saja Eunice Olsen seorang Aktris Singapura yang fokus dalam pemberdayaan wanita. Eunice bahkan meluncurkan womantalktv.asia, sebuah portal yang menampilkan video wawancara dengan wanita yang melakukan hal-hal luar biasa setiap harinya. Kemudian masih banyak lagi kegiatan-kegiatan pemuda negara lain yang sangat menginspirasi. Bagaimana dengan Indonesia? Mari kita renungi bersama sebagai Pemuda/Pemudi bangsa ini.

Terlihat jelas bahwa pemuda itu harus mampu memberanikan diri untuk kreatif dan menciptakan kebermanfaatan untuk lingkungannya bukan malah untuk dirinya sendiri. Sebagai seorang pemuda juga jangan terlalu manja, berdiam diri terhadap lingkungannya apalagi malah meresahkan lingkungannya (red: tawuran, mesum, obat-obatan terlarang, kriminal dst). Dilanjut oleh Bli Pande dengan menceritakan kegiatannya bersama pemuda/pemudi di Bali dalam komunitas maupun aksi sosialnya. Adapun beberapa diataranya seperti Konser Musik dengan tiket masuk buku tulis, dimana buku tulis ini akan digunakan untuk pendidikan oleh ribuan anak khususnya dalam asuhan Komunitas Anak Alam. Aksi lainnya ada Satu Hari Tanpa Alas Kaki yang mengkampanyekan untuk turut merasakan orang-orang yang kesehariannya tidak menggunakan alas kaki. Kemudian ada lagi Konser Lingkungan dengan tiket masuknya sumbangan sepatu dan ada lagi dengan tiket masuk buah kelapa. Begitulah semangat para pemuda/pemudi di Bali katanya yang bahkan sekarang sudah menjadi #TREN disana untuk membangun sebuah komunitas sosial.

Satu Hari Tanpa Alas Kaki 


Selain membahas mengenai pemuda, malam itu juga kami membahas mengenai Pulau Bali itu sendiri. Bli Pande menceritakan bahwa sederet permasalahan disana yang tak kunjung selesai bahkan kebanyakan diantaranya semakin memburuk. Kata orang pariwisata di Bali sangat pesat berkembang, namun tidak dengan manusia dan lingkungan disana. Sebut saja disana setiap tahunnya kehilangan ribuan hektar sawah, kebanyakan dijadikan villa, hotel, wisata atau hunian bagi warga maupun wisatawan. Kemudian kamar hotel yang berlebihan dimana hanya beberapa saja yang digunakan. Selanjutnya penduduk Bali yang sangat padat dan tidak sesuai dengan luas wilayahnya. Masih sangat banyak deretan masalah disana, bukan hanya tentang #TolakReklamasi yang saat ini Booming Membelegar + Cetar Membahana . Tentunya sangat dibutuhkan sentuhan pemuda/pemudia yang kreatif dan mengedepankan aksi yang mampu menyelesaikan deretan masalah tadi.

Pada akhir diskusi malam itu (hingga jam 1 malam), Bli Pande berpesan sekaligus mengajak pemuda/pemudi untuk berkumpul lalu bersama menciptakan kreativitas kemudian melakukan aksi untuk turut serta menyelesaikan masalah-masalah yang ada. "Gak usah mikir mau mengubah Indonesia atau Dunia dulu, coba aja lakukan yang kecil-kecil dulu ", begitu katanya. Demikian perjumpaan saya (pemuda coy) dengan Bli Pande yang semakin memacu diri saya untuk meningkatkan kualitas diri dan mampu berbuat untuk lingungan serta masyarakat. Berjumpa Dengan Semangat Pemuda Bli Pande "Si Anak Alam"


Mengingat perkataan Mark Zuckerberg yang kurang lebih
Saya pikir hanya ada satu aturan sederhana, yaitu lakukanlah sesuatu yang mudah terlebih dahulu. Dari sana kita akan mulai membuat kemajuan
Ditambah lagi dengan perkataan Henry Ford tentang semangat masa muda
Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young

Sabtu, 30 Mei 2015

Kontroversi Larangan Anak Main Ponsel

by
Selamat malam para pengunjung, jumpa lagi bersama kami Official Wacana yang sebelumnya postingan ane mengenai Blogging, Menulis Atau Membaca. Kemarin ane membaca sebuah berita online di halaman Kompas.com mengenai Menteri Yohana Siapkan Larangan Anak Main Ponsel [berita selengkapnya]. Seketika setelah membaca berita tersebut ane mau mencoba berpendapat serta menanggapi dalam tulisan Kontroversi Larangan Anak Main Ponsel kali ini. Mengutip sedikit dari berita tersebut bahwa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan peraturan menteri mengenai larangan penggunaan telepon seluler atau ponsel terhadap anak-anak 
Dia menambahkan, penggunaan ponsel membuka peluang bagi anak-anak untuk membuka situs-situs yang kurang baik. 
Yohana menambahkan, anak merupakan aset bangsa sehingga pemerintah wajib melindungi generasi mudanya melalui peraturan. Orangtua pun, lanjut dia, juga harus melarang anak-anaknya menggunakan ponsel secara berlebihan.
Seperti yang kita ketahui bahwa Handphone atau yang dikenal Ponsel ini telah mengubah pola hidup manusia setelah ditemukan oleh Martin Cooper pada tahun 1973. Dengan berkembangnya zaman membuat inovasi-inovasi teknologi juga ikut berkembang khususnya ponsel hingga sekarang ini. Dengan memiliki ponsel apalagi ditambah dengan koneksi internet sudah serasa kalo dunia berada di genggaman kita. Tentunya dengan memiliki ponsel kita dapat mempermudah dalam melakukan sesuatu seperti menghitung, menjalin komunikasi dengan orang jauh, mempelajari materi dll. Apalagi bila ponsel kita tadi mendapat koneksi internet yang sudah bisa dipastikan kita bisa mengeksplorasi apapun dan dimanapun.

Kondisi sekarang bisa dikatakan bahwa ponsel dianggap sebagai kebutuhan primer bagi orang banyak(artinya setara dengan sandang, pangan, papan). Bahkan di Indonesia ponsel hari ini hampir dimiliki oleh seluruh penduduknya, lebihnya lagi seorang bisa memegang 2-3 ponsel. Tentunya keadaan ini membuat penduduk dari negara berkembang ini bisa ketergantungan terhadap ponsel seperti yang terjadi sekarang ini. Ketergantungan ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, bahkan sampai anak-anak sekalipun. Lihat saja lingkungan sekitar anda dimana ketika orang sudah main ponsel bisa sampai lupa waktu, lupa makan, lupa kebanyakan apalagi sedang asik-asiknya. Bukan hanya itu saja namun bisa jadi ponsel juga digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Kondisi inilah yang memungkinkan akan dibuatkannya peraturan larangan anak bermain ponsel tadi. Tentunya ini bisa menjadi kontroversi disamping ponsel tadi bisa bermanfaat sekali mempermudah kegiatan kita. Untuk itu ane mencoba membagi pemikiran antara orang yang Setuju dan Menolak adanya larangan tersebut.

Orang yang setuju
Bisa dilihat bahwa untuk menekan arus perkembangan teknologi salah satunya dengan membuat peraturan yang bisa mengatur penggunaan teknologi tersebut. Untuk itu diperlukan perarturan larangan anak bermain ponsel agar bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Anak-anak dalam masa Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama(SMP) sebaiknya diperkenalkan dengan lingkungan sekitarnya, bermain dengan teman-teman sebaya nya, mengasah kemampuan serta bakat ataupun mencoba mencari kegemarannya. Tidak seperti sekarang kita lihat anak SD, SMP pun sudah sibuk dengan ponselnya sendiri yang membuatnya menjadi individualis dan anti sosial. Bukah hanya itu saja namun jika sampai tidak mau belajar, malas-malasan ketika sudah asik dengan ponselnya ataupun bahkan mengamuk bila belum memiliki ponselnya sendiri, artinya kan sudah tidak bagus lagi. Dengan demikian perlunya aturan yang dibuat untuk mencegah serta mengobati kondisi sekarang ini.

Orang yang Menolak
Bisa dilihat bahwa zaman semakin berkembang dan keadaan pun akan berbeda tentunya dari sebelumnya sehingga kita membutuhkan sesuatu yang dapat mempermudah kita. Khususnya ponsel yang mana bisa mempermudah anak-anak belajar, mencari tau banyak hal, menghubungi orang tua dll. Jangan sampai dengan kreatifitas anak sampai terbatasi dengan adanya larangan tersebut.

Begitulah mungkin jika ane membagi antara pihak yang setuju serta pihak yang menolak diterapkannya nanti larangan ini. Untuk lebih lengkapnya bisa juga dibaca tentang Dampak Positif dan Negatif HP Bagi Pelajar [berita selengkapnya].


Sudah cukup pengantar yang terlihat panjang diatas, kali ini kita coba melihat dari sudut pandang ane sendiri. Pertama-tama mari kita lihat alasan akan dibuatnya larangan tersebut melihat kondisi sekarang dimana penggunaan ponsel dan internet yang hampir tak terkendali. Dalam hal ini akses anak terhadap dunia internet terlalu leluasa yang bisa menggunakannya kapan saja dan dimana saja. Kita tau tentunya dalam internet tersebar bukan hanya hal-hal positif namun juga negatif. Namun namanya anak-anak dimana masa untuk mencoba serta ingin tau yang besar memungkinkan untuk mengakses hal positif dan negatif tadi.  Ditambah lagi untuk anak-anak belum tentu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang salah, mana hal positif mana yang negatif sehingga anak-anak pun akan mengambil semuanya begitu saja. Maka dari itu bisa terjadi beberapa kejadian yang mungkin dulunya tak terduga bisa terjadi sekarang dikalangan anak SD maupun SMP. Lihat saja berita di stasiun televisi, media cetak maupun online yang terjadi setahun belakangan terkait anak SD maupun SMP. Meskipun tidak sepenuhnya disebabkan oleh penggunaan ponsel dan internet tadi namun tetap saja memberikan dampak yang signifikan terhadap generasi muda bangsa ini. Seperti yang ane katakan tadi bahwa bisa diakses kapan saja dan dimana saja sehingga menyebabkan kontrol dari orang tua maupun keluarga berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Tidak adanya kontrol yang bisa memberitahunya apa yang baik dilakukan ataupun yang tidak baik, setidaknya keluarga atau orang tua bisa menjelaskan alasannya. Itu baru dari penggunaannya secara umum, belum lagi mengenai media sosial maupun games yang berlebihan perlahan menggerogoti moral generasi penerus bangsa ini.Tidak perlu lebih jelas ane jelaskan dan contohkan, tentunya para pembaca disini juga merasakan dilingkungan sekitar ente saat ini.

Mempertimbangkan beberapa hal tersebut serta dampak positif serta negatif tadi diatas, maka akan sangat bijak memang untuk membuat aturan mengenai penggunaan ponsel bagi anak. Ane pribadi mendukung diadakannya aturan tersebut guna menjaga masa depan generasi bangsa ini. Menurut ane semoga diberlakukannya hal ini mampu meredam hal-hal yang tentunya tidak kita inginkan terhadap anak kita, saudara kita, keluarga kita, lingkungan sekitar kita. Juga harapannya akan timbul kesadaran bagi keluarga ataupun orang tua untuk terus mengontrol kegiatan anak-anaknya. Disini ane juga mengharapkan setelah dibuatkannya aturan yang mengatur hal tersebut, juga dibuatkan sistem kontrol serta pengawasan ataupun pengecekan dampak dari aturan tersebut di masyarakat. Dengan demikian aturan tersebut bukan hanya 'jadi' semata namun benar-benar untuk kebermanfaatan masyarakat khususnya generasi muda bangsa Indonesia. Demikianlah postingan ane Kontroversi Larangan Anak Main Ponsel , tentunya akan ada yang mendukung maupun yang menolak namun kita mesti sebaik-baiknya bisa bijak dalam memikirkan yang baik untuk kebermanfaatan bersama. #Wacana

Akhir kata, Video Look Up ini bisa dijadikan renungan bagi kita semua yang menciptakan serta menggunakan Teknologi khususnya Handphone

Thanks to : memegenerator.net | youtube.com | google.com

Minggu, 24 Mei 2015

Blogging, Menulis Atau Membaca

by
Selamat sore semuanya, sudah lama ane tidak menulis di blog ini hampir sekiranya 2 bulan dengan postingan terakhir ane tentang Petualangan ke Curug Malela, Kabupaten Bandung Barat Indonesia. Kali ini ane mencoba untuk menulis kembali setelah semester ini telah selesai bersama dengan tugas-tugas serta deadline didalamnya. Sekarang ane mencoba beropini mengenai Blogging, Menulis Atau Membaca yang tentunya sudah tidak asing bagi rekan-rekan blogger sekalian. Disini ane ingin berbagai pendapat tentang hubungan ketiga hal tersebut yang sempat terpikir oleh ane saat tak melakukan salah satunya. Sebenarnya tulisan ini ane harap bisa menjadi pengantar untuk tulisan ane kedepannya yang mulai kembali lagi ke dalam dunia blogging dengan gaya yang berbeda.

Menurut Wikipedia, Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Pada intinya Blogging atau Ngeblog itu melakukan aktivitas pada blog kita dalam sebuah halaman web. Dengan semakin berkembangnya zaman khususnya mengenai internet maka semakin banyak aktivitas yang dapat kita lakukan secara online. Ngeblog atau Blogging ini salah satu aktivitas yang bisa kita lakukan contohnya, itu dikarenakan disini kita bisa menulis, membaca, berkenalan dengan orang baru, membuat usaha, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya rekan-rekan blogger bisa mencari jenis-jenis blog yang ada ataupun tipe blogger di Wikipedia atau Google, yang tentunya mulai dari blog maupun blogger (sebutan untuk orang yang Ngeblog atau Blogging) yang bermanfaat hingga dapat merusak juga. Selama ini syukurnya ane selalu Ngeblog untuk hal-hal yang bermanfaat buat ane maupun lingkungan. Ane mulai Ngeblog itu sekitaran tahun 2010 dimana blog ane itu isinya tentang kegiatan dan tugas ane selama SMK. Ane juga sudah pernah membuat blog untuk usaha, pusat informasi dan pengetahuan hingga mencoba serius dengan blog untuk mendapat penghasilan. Meski udah lama Ngeblog tapi ane pernah vakum dalam waktu lama sehingga kemampuan ane sampai sekarang masih rata-rata hehe. Menurut ane kalau ada yang punya kemampuan bahasa pemrograman khususnya HTML/HTML5 akan gampang untuk mengurus bagian template hingga desainnya. Itu juga kalau suka dan fokus pada bagian itu, namun kalau untuk sekadar berbagi tulisan, pemikiran serta pengalaman ane kira tak mesti bisa.
Credit gambar : www.hidayatullah.com

Buat para rekan-rekan blogger tentu merasakan yang namanya membuat postingan atau tulisan untuk blognya. Nah, disinilah ane kira hubungan antara Blogging, Menulis Atau Membaca akan terlihat karena ketika Blogging ente akan menulis ataupun membaca, ketika ente menulis belum tentu itu di blog namun ente mesti membaca disana, dan ketika ente membaca juga belum tentu membaca blog namun pasti ada keinginan untuk menulis disana setelahnya. Wah ane ngomong apa ya ? sepertinya bakalan banyak pembaca yang tidak mengerti dengan maksud ane diatas. Jadi begini, ketika ente Ngeblog atau Blogging pastinya ente akan menulis postingan atau tulisan ente sendiri, kemudian ente juga pastinya akan dibuat membaca postingan atau tulisan rekan blogger yang lainnya. Selanjutnya ketika ente menulis meskipun ente bukan menulis di blog pastinya ente sebelumnya  pernah membaca tulisan lain baik dari buku, majalah, postingan blog lain yang bisa menjadi inspirasi ente untuk menulis. Kemudian ketika ente membaca meskipun bukan postingan atau tulisan di blog (bisa saja buku, majalah atau koran, dll) pastinya ente punya pengetahuan ataupun ide yang ingin dibagikan dengan cara membuat tulisan ente sendiri ataupun dengan blogging atau Ngeblog.
Untuk selanjutnya bila kita satukan ketiganya maka dalam dunia blogging tentunya ente akan merasakan yang namanya membaca dan menulis baik untuk meningkatkan kualitas tulisan ente nantinya ataupun untuk menambah informasi serta pengetahuan yang dimiliki. Dengan membaca kiranya ane pikir bakal meningkatkan kualitas pemahaman tentang sebuah tulisan ataupun menambah kosakata yang bisa ente gunakan bukan hanya dalam blogging tapi dalam kehidupan juga. Apalagi bila ente seorang penulis maka sebenarnya ente sudah pernah membaca banyak sumber atau referesnsi sekaligus untuk meningkatkan kualitas tulisan ente ataupun mempermudah pembaca dalam memahami tulisan ente. Pada intinya sebenarnya yang ingin ane sampaikan bahwa Ngeblog atau blogging itu tidak mudah namun tetap bisa dipelajari, serta yang ane rasakan untuk membuat sebuah tulisan baik itu opini, fakta maupun sebuah ide/gagasan diperlukan kemampuan menulis yang baik dimana bisa didapatkan dengan banyak berlatih ataupun membaca. Selain menulis tentunya diperlukan kemampuan membaca yang mana bisa didapatkan dari buku-buku apapun, koran serta blog lain yang kita bisa jadikan panduan untuk menjadi yang lebih baik lagi. Ane pribadi juga mengajak rekan-rekan sekalian bahwa dengan Blogging atau Ngeblog kita bisa mengasah kemampuan Membaca dan Menulis kita. Sampai jumpa lagi ditulisan ane selanjutnya, ditunggu komentar dan sharing nya rekan-rekan pembaca :)

"Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Aku menulis untuk membunuh malam. Aku menulis untuk memaknai hidup. Aku menulis untuk bersyukur. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Aku menulis karena kata-kata bisa menguatkan. Aku menulis untuk menggali hati nurani.” ~ Iwan Setyawan

Senin, 05 Mei 2014

Saya Juga Optimis !

by
Sebulan lalu kiranya saya baru selesai membaca beberapa artikel yang memperkuat kekhawatiran saya mengenai kondisi negeri ini. Kekhawatiran itu mengenai hilangnya kepercayaan diri atau menjadi pesimis terhadap bangsa dan negara sendiri. Hal itu terlihat dari postingan maupun artikel yang terlihat diforum – forum mengenai hal-hal negatif tentang negeri ini hingga sampai mengatakan bahwa beginilah negeriku, selamat datang dinegeri penuh ‘hal negatif’ dll. Bukan hanya dalam forum-forum malahan sudah sampai dunia pertelevisian dimana terlihat lebih banyak menampilkan sisi negatif dari negeri ini dibandingkan prestasi maupun hal positif yang diraih atau dilakukan oleh sebagian orang. Meskipun saya juga sadari bahwa kondisinya sekarang itu negeri ini sedang mengalami hal sulit dimana korupsi dimana-mana, kesejahteraan belum merata, hingga krisis kepercayaan, moral yang melanda dimana tentunya masih perlu diperhatikan dan dibenahi. Dari berbagai hal tadi membuktikan ternyata bukan hanya saya yang merasa demikian melainkan sebagian orang juga turut merasakan hal yang sama mengenai kondisi negeri ini.

Beranjak sejenak dari itu semua, belakangan ini seakan dunia kembali memberitahu diri akan keberadaan orang-orang yang masih terus berjuang diluar sana dengan atau tanpa tau hasil kedepannya akan seperti apa. Bagaimana tidak, dalam beberapa bulan ini orang-orang tersebut datang dan sekarang menjadi bagian dari sepenggal cerita kehidupan. Orang-orang tersebut kebanyakan berbeda dengan yang lainnya dalam lingkungan. Berbeda disini maksudnya saat semua orang menjadi tidak peduli dengan sesama, saat orang lebih mementingkan diri sendiri, mereka dengan semangat untuk perubahan yang lebih baik  bisa memberi teladan yang baik bagi kita semua dengan pemikiran ingin memperbaiki, membangun budaya dan atmosfir positif disekitar.

Masih banyak orang baik diluar sana yang tentunya Optimis


Melalui orang-orang tersebut pemikiran saya seakan membuka dan menguatkan kembali harapan mengenai saat dimana negeri ini akan berjaya diluar dan didalam. Tentunya hal tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan dari segala pihak terutama dari rakyat itu sendiri. Semua orang tanpa terkecuali ikut berperan dalam pembangunan negeri baik sector pendidikan, ekonomi, teknologi dll. Saya juga Optimis, dimana saya memilih untuk bergabung bersama orang-orang yang masih berjuang tersebut meskipun tanpa tahu hasilnya akan seperti apa kedepannya daripada ikut dalam menghujat kesalahan dan kebobrokan yang telah terjadi. Kalau menurut Ibu Kartini, “Lebih baik menyalakan lilin daripada menghujat kegelapan” , kurang lebih maksudnya mending kita melakukan sesuatu yang berguna atau dapat membantu kita untuk memecahkan suatu permasalahan yang ada dibanding hanya mengomentari/menghujat kesalahan yang telah terjadi. Dan perlu diingat juga kata Napoleon Bonaporte kalau Hancurnya sebuah Negara bukan karena banyaknya orang jahat yang ada di dalam Negara itu, tetapi karena diamnya orang-orang baik. Tentunya dalam rangka mewujudkan harapan itu tidak memerlukan waktu yang singkat, bahkan negara-negara maju di Eropa, Amerika dan Asia juga setidaknya perlu waktu lama dan perjuangan yang besar untuk bisa seperti sekarang. Maka dari itu Saya juga Optimis terhadap orang-orang dan negeri ini akan bisa berjaya didalam maupun diluar. Untuk lebih membuat para pembaca bangkit dari kegalauan akan bisa tidaknya juga untuk optimis terhadap negeri ini boleh sekalian mampir ke twitter @GNFINews atau kunjungi websitenya www.gnfi.org .

Keep Spirit and your Optimism in Your Heart, Believe it and Do Something ! #WacanaGT

Jumat, 25 April 2014

Yang Bebas Yang Merdeka atau Sebaliknya ?

by
Seringkali saat mendengar kata-kata bebas ataupun merdeka yang terlintas itu mengenai masa kecil nan bahagia dulu. Waktu itu memang terasa bebas sebebasnya dimana mau lakuin apapun boleh-boleh aja, namanya juga anak-anak. Saat masa-masa bebas itu pun terlihat wajah-wajah senang, gembira, bahagia, tawa, canda disetiap hal yang kita lakukan ntah itu baik bagi kita atau membahayakan kita. Kini waktu telah berlalu begitu cepat bagi orang-orang yang masih merasakan kebebasan, serta waktu terasa sangat lama berlalu bagi orang yang masih mendambakan kebebasan itu sendiri. Tentunya setiap orang didunia ini memiliki kriteria kebebasannya masing-masing karena memang pada dasarnya kita ini makhluk yang ingin merasa bebas.

Pada masa-masa mengeyam pendidikan seperti ini kayaknya kebebasan itu yang paling diharapkan sebagian besar anak. Dengan jadwal sekolah/kuliah yang hampir setiap hari ditambah lagi dengan tugas-tugas serta ujian yang diberikan. Beda lagi kalo kita nantinya sudah menjadi orang tua atau nantinya dalam dunia kerja, kebebasan itu biasanya baru didapatkan di akhir pekan. Pada dasarnya yang membuat kita bebas atau tidak itu diri kita sendiri. Mengapa demikian ? Ya karena kebebasan itu kan menyangkut diri kita sendiri, jadi hanya kita yang bisa menentukan kita itu bebas atau tidak. Kalo orang lain itu hanya bisa menilai dan menerka Anda itu sudah merasa bebas atau tidak. Sama dengan yang kini terjadi di Negara tercinta kita ini yang katanya telah merdeka puluhan tahun lamanya. Antara merdeka dan bebas itu hampir miriplah artinya dan dalam kenyataan semestinya tidak berbeda jauh. Sekarang coba kita lihat judul diatas, Yang Bebas Yang Merdeka atau Sebaliknya ? artinya orang yang merdeka itu bebas ataukah orang yang bebas itu yang merdeka.

Untuk bisa menjawab pertanyaan dari judul tersebut ada baiknya kita coba melihat langsung keadaan negeri kita saja. Sebelum kemerdekaan atau khususnya sebelum masa penjajahan itu dimulai, bangsa kita masih hidup dalam ketenangan, kesenangan dan bebas . Namun saat masa penjajahan itu datang, ketenangan dan kebebasan mulai direnggut dari bangsa kita. Ketika hal itu terjadi perlawanan dilakukan dimana-mana dan juga penentangan, tapi apa daya kita belum bisa langsung menang kala itu. Selama beratus tahun hal itu terjadi hingga pada suatu masa dimana orang-orang bebas dulu itu berkumpul untuk kembali merebut kebebasan diri dan bangsa. Akhirnya para pahlawan kita dulu berhasil mengambil langkah untuk memerdekakan bangsa yang bebas ini. Begitulah jadinya saat kebebasan seseorang atau bangsa ingin dirusak maka ketika mereka bersatu maka akan menghasilkan diri yang MERDEKA. Untuk masa setelah kemerdekaan sekarang ini kebebasan sepertinya menjadi hal yang penting untuk dibahas. Ini menjadi penting soalnya kebebasan sebagai bangsa atau masyarakat sudah diatur dan ditetapkan dalam Undang-Undang. Jadi bisa dikatakan kita masih bebas namun harus tetap sesuai dengan aturan yang berlaku. Setelah melalui tahun-tahun yang panjang, ternyata menurut sejarah dulu pasca kemerdekaan kebebasan kita malah diancam oleh bangsa sendiri. Teringat betul bagi orang yang hidup dizaman Orde Baru dimana kebebasan itu sengaja di bredel demi kepentingan segelintir orang saat itu. Serasa saat itu kebebasan diusik sekali lagi namun dengan pemain yang berbeda. Tapi tidak butuh waktu lama untuk orang-orang bebas kala itu (Mahasiswa :red) untuk merebut kembali kebebasan hingga dimulainya zaman Reformasi. Setelah hari itu hingga sekarang kebebasan itu juga tidak boleh sampai merugikan orang lain atau kalau tidak nantinya akan berurusan dengan hukum. Meskipun demikian ternyata masih ada kebebasan yang digerogoti, diambil dan dieksploitasi demi kepentingan lagi-lagi pribadi ataupun kelompok namun sekarang dengan cara yang lebih variatif. Entah ini pertanda dimulainya kembali masa perebutan kebebasan sekali lagi atau tidak, namun yang jelasnya jika itu terjadi maka akan terus ada orang-orang bebas yang akan mengembalikan kebebasan itu sendiri.

 Potret Kebebasan Membuang Sampah yang bukan pada tempatnya


Salah satu Potret Kehidupan Masyarakat Pasca Kemerdekaan 69 Tahun lalu


Jadi pada intinya kita sebenarnya bisa menilai sendiri apakah Yang Bebas Yang Merdeka atau Yang Merdeka Yang Bebas ? . Mengutip salah satu kata-kata yang mengatakan Hidupmu adalah milikmu, kamu sendiri yg menentukan baik buruknya, dan kamulah yg memimpin dirimu sendiri, bukan orang lain. Gunakan kebebasanmu sebebas-bebasnya namun tetaplah keadaan tentram, sejahterta, aman sentosa serta tidak merugikan orang lain itu terjaga selalu. Kita hidup bersama, bebas bersama, aman bersama !!

Fight For Freedom #GTA

Rabu, 09 April 2014

Pengalaman Nyoblos

by