" Apa gunanya punya jutaan piala, medali, dan pesawat, jika kau tidak dapat bersenang-senang? " [James Hunt]
Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2016

Wacana: Pasar Tradisional Harus Bertransformasi

by
Disela-sela waktu mengerjakan Tugas Akhir saya tidak sengaja mengingat kembali Wacana mengenai kondisi Pasar Tradisional. Kita juga sama sama menyadari bahwa pasar tradisional masih menjadi primadona bagi jutaan masyarakat Indonesia. Selain harga yang bersahabat, kesegaran barang-barang yang dijual serta adanya tawar menawar membuat orang masih menyukai pasar tradisional. Namun sayangnya kondisi pasar tradisional sampai hari ini tidak jauh dari kumuh, kotor, becek baik hujan maupun tidak dan sekelilingnya penuh sampah, belum lagi masalah keamanan. Hal ini yang saya sering amati juga ketika sesekali pergi pasar atau sekedar lewat khususnya sekitar kota-kabupaten Bandung.

Disisi lain kita juga mengetahui kini banyak hypermarket yang berdiri dan mungkin sudah menjadi tujuan utama untuk berbelanja khususnya keperluan sehari hari. Pasar modern atau hypermarket inilah yang menjadi salah satu saingan dari pasar tradisional beberapa tahun kebelakang. Lihat saja barang yang dijual hampir semua tersedia, harga-harga yang ditawarkan pun kini makin bersahabat khususnya dengan diskon tertentu yang diberikan. Demikian pasar modern seakan memberikan efek ganda bagi masyarakat maupun pemerintah. Di satu sisi masyarakat akan memiliki peningkatan taraf hidup yang dapat dinilai dengan peningkatan pembangunan sarana perekonomian yang berupa pasar modern tersebut, namun disisi lain hal itu akan menjadi sebuah ancaman bagi para pedagang kecil terutama para pedagang pasar tradisional. Belum lagi kalau kita bahas tentang terbentuknya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) saat ini yang sedikit banyak pasti mempengaruhi pasar tradsional. Kalau sudah begini ya mau tidak mau tentunya pasar tradisioanl harus melakukan transformasi.

Sumber foto : Pikiran Rakyat

Melalui beberapa bacaan dari internet maupun hasil pengamatan ketika menonton televisi saya pun mencoba untuk membuka Wacana tentang Transformasi Pasar Tradisional sebagai berikut :

1. Pembenahan tempat berjualan di Pasar Tradisional secara merata

Hal ini perlu dilakukan untuk membangun kembali image Pasar Tradisional menjadi tempat yang nyaman, aman, bersih dan bersahabat untuk berbelanja. Kalau bisa sih tempat secara keseluruhan, kemudian lapak masing-masing pedagang. Tentunya juga penyediaan tempat sampah dan tata kelolanya yang baik akan membuat kebersihan selalu terjaga nantinya. Semaksimal mungkin untuk bisa menyamai tempatnya pasar modern. Hal ini perlu dilakukan tak lepas dari diinginkannya siapapun orang dan dari kalangan manapun dapat serta mau berbelanja di pasar tradisional

2. Integrasi hasil panen para petani dengan Pasar Tradisional

Hampir sama seperti kawan-kawan peserta Hackathon Merdeka 1.0 ini [Aplikasi Beli Bawang Langsung Dari Petani] . Integrasi disini dimaksudkan untuk memberdayakan produk/hasil dari petani kita dibanding produk impor, meskipun nantinya kita akan menghadapi persoalan harga. Dengan melakukan integrasi ini maka petani dan pedagang akan terbantu karena tidak perlu repot lagi untuk saling mencari. Diusahakan juga dilengkapi serta didukung oleh manajemen pasar yang membantu mengawasi harga-harga barang di Indonesia maupun dunia. Jangan sampai para rakyat kecil ataupun pedagang mudah dibodohi oleh oknum yang ingin mencari keuntungan dari ketidaktahuan tadi.


3. Menjaga kualitas produk atau barang yang dijual

Kualitas merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh kebanyakan orang, meskipun beberapa lebih sering mempertimbangkan harga dibanding kualitas. Orang-orang bahkan berani membayar lebih mahal untuk sebuah kualitas. Nah, disini lagi -lagi dibutuhkan dukungan dari manajemen pasar dan pedagang sendiri untuk menjaga kualitas dari barang yang dijualnya. Kualitas disini maksudnya tidak menggunakan atau menjual barang yang mampu membahayakan manusia apalagi yang jelas-jelas dilarang. Sesuatu bangetlah kalau ini bisa terjadi dan bahkan menjadi image dari Pasar Tradisional.

Begitulah kurang lebih beberapa usulan saya melalui Wacana kali ini mengenai keharusan Pasar Tradisional melakukan Transformasi. Tentunya hal diatas tidak dapat terlaksana tanpa peran serta dari para pedagang, manajemen pasar, pemerintah, serta pembeli tentunya. Semua memiliki perannya masing-masing bahkan orang kecil sekalipun. Sebenarnya juga beberapa Pasar Tradisional sudah ada yang memiliki tempat-tempat bersih, namun sayangnya ini belum tersebar merata. Semoga wacana saya kali ini bisa bermanfaat, saya pun menunggu orang-orang yang bisa merealisasikan (tentunya ada pengkajian yang komprehensif dulu ya) sembari mencari cara juga agar bisa tersampaikan oleh pemerintah khususnya. Sayapun juga sebagai mahasiswa menunggu aksi-aksi nyata para kawan-kawan Mahasiswa Indonesia khususnya.

Akhir kata saya tutup dengan sebuah kutipan dari Madilog Tan Malaka berikut sebagai pesan kepada kaum terpelajar agar lebih memperhatikan rakyat sekitarnya

Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali - Tan Malaka 

Senin, 21 Juli 2014

Jappa-Jappa Rong : Mencoba Mewujudkan Wacana Dan Impian

by
Lebih dari 4 tahun sudah lamanya Wacana yang sempat terucap semasa di Sekolah Menengah perlahan dimulai saat itu hingga sekarang. Yaa, waktu itu Wacana nya sih mau jalan-jalan keliling Indonesia dengan mengunjungi setiap Provinsi-Kota/Kabupaten yang ada. Dikarenakan saya seorang yang lahir dan besar di Sulawesi Selatan maka dari situ pula dimulainya Wacana dan Impian ini tepatnya di Kota Makassar. Aslinya ini sudah dimulai 4 tahun lalu, namun baru bisa terpublikasi di blog pribadi saya kali ini. Dalam Blog ini saya coba menceritakan setiap perjalanan yang saya lakukan dan alami di suatu Provinsi-Kota/Kabupaten di Seluruh Indonesia dan untuk itu dipostinglah Jappa-Jappa Rong. Dalam bahasa Makassar jappa-jappa berarti jalan-jalan sedangkan rong hanya bahasa 'editan' teman-teman saya dari Makassar. Perkenalkan juga sebelumnya *bagi yang belum kenal , Saya seorang yang berasal dari Kota Makasar dimana sekarang masih seorang Mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Barat. Maka dari itu Wacana Edisi Jappa-Jappa Rong tidak memiliki jangka waktu dikarenakan saya juga mesti terus menempuh pendidikan. Mungkin itu saja yang bisa diperkenalkan kali ini, silakan juga obrak-abrik blog sederhana ini karena isinya bukan hanya tentang jalan-jalan namun tulisan lain masih akan mewarnai blog ini. See ya