" Apa gunanya punya jutaan piala, medali, dan pesawat, jika kau tidak dapat bersenang-senang? " [James Hunt]
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2016

Menyikapi Over The Top (OTT) Service di Indonesia

by
Beberapa hari ini gue baru aja mendapati kabar seputar Over The Top (OTT) yang mana akan di blokir Pemerintah jika tidak membuka kantor di Indonesia. Lihat saja berita berikut Facebook, WhatsApp, dan Twitter Terancam Diblokir Pemerintah ; Pemerintah Akan Paksa Facebook, Twitter, dan Google Buka Kantor di Indonesia ; Menteri Komunikasi & Informatika Rudiantara: Perusahaan Besar Enggan Buka Kantor di RI . Secara garis besar isi berita tersebut meminta para Over The Top Service untuk membuka kantornya di Indonesia dan menjadi berbadan hukum Bentuk Usaha Tetap. Namun ini tentunya menuai pro-kontra khususnya di kalangan masyarakat sebagai pengguna layanan OTT ini, dan sebelum kita lebih jauh gue bakal coba jelasin sedikit mengenai Over The Top Service .
Ilustrasi gambar dari http://abitoverthetop.com/

OTT (Over The Top) adalah informasi di bidang pendekatan dan pemodelan (yang diimplementasikan dalam bentuk aplikasi dan layanan aplikasi) bentuk video dan audio streaming, messaging (kirim terima pesan instan), dan jejaring sosial, memanfaatkan koneksi internet dari provider (dalam hal ini operator / telco) dan berbasis mobile. OTT (Over The Top) berjalan di Application Layer, layer teratas pada pemodelan layer TCP/IP maupun OSI.

Dilihat dari sudut pandang jaringan komputer, semua aplikasi dan layanan berbasis OTT (Over The Top) berada pada Application Layer. Umumnya aplikasi OTT (Over The Top) berjalan pada platform mobile. Misalnya pada handphone, smartphone dan PDA (Personal Digital Assistant). Namun banyak juga yang berjalan di komputer desktop. Tatap muka aplikasi umumnya menggunakan web maupun aplikasi mobile. Berikut beberapa contoh layanan dari Over The Top seperti Line, Kakao Talk, WhatsApp, Youtube Mobile, Facebook Mobile, Twitter, Google, Netflix dll. [Referensi : Definisi, Jenis dan Layanan OTT (Over The Top)]

Masuknya layanan Over The Top (OTT) ini ke Indonesia bukan tanpa sebab, seperti yang dikuti dari detik inet menurut Menurut Ketua Umum APJII, Semuel A. Pangerapan, selama tahun 2014, pengguna Internet di Indonesia tercatat sebanyak 88,1 juta, disesuaikan dengan jumlah penduduk di Indonesia yang mana pada tahun 2014 Badan Pusat Statistik mendata sedikitnya jumlah penduduk di Indonesia mencapai 252 juta. Artinya Indonesia menjadi target pasar yang patut dipertimbangkan oleh penyedia layanan Over The Top tadi . Seperti yang bisa kita lihat sekarang di sekitar kita hampir semua orang terlihat menikmati layanan Over The Top tersebut mulai dari situs pencarian, media sosial, layanan streaming video dll, Namun ternyata di lain sisi Over The Top ini seakan mencoba 'membunuh' operator di Indonesia dengan memanfaatkan celah yang ada.

Keberadaan Over The Top mendorong lalu lintas data makin tinggi serta membuat para peselancar dunia maya makin mengkonsumsi banyak data, bandwidth maupun konten.  OTT sama sekali tidak bertanggungjawab terhadap kemampuan bandwidth, hak cipta / copyrights maupun redistribusi konten. Sebaliknya mereka bisa mengiklankan atau memperoleh pendapatan berdasarkan iklan atau sisipan iklan terhadap layanan mereka. Inilah yang menyebabkan ketimpangan pendatan antara OTT dan Operator Telekomunikasi khususnya di Indonesia.

Selain itu, operator dituntut meningkatkan kapasitas infrastruktur jaringan, bandwidth, uptime, maupun availability networknya. Di lain pihak mereka juga harus bersaing dengan operator lain. Layanan  gratis mobile messaging adalah kasus sederhana, bagaimana konsumen akan semakin sedikit menggunakan sms (short message services) sehingga keuntungan operator semakin tergerus. Pendapatan yang diperoleh OTT pada akhirnya akan memicu perdebatan mengenai  model bisnis, regulasi, teknologi, kepemilikan, maupun aspek hukum antara konsumen, pemerintah, OTT dan Operator. [Referensi : Over the Top Content (OTT) Services, jasa yang ‘membunuh’ operator]

Sebagai Mahasiswa Telekomunikasi gue melihat bahwa kemampuan Over The Top luar bisa jadi menggeser peran operator telekomunikasi. Lihat saja layanan seperti panggilan suara,video dan messaging sudah mampu disediakan oleh mereka. Bahkan beberapa dari Over The Top tadi sudah merencanakan untuk membangun infrastruktur yang tentunya membuat persaingan yang ketat terjadi. [Lihat berita Proyek Balon Internet Google di Indonesia Disorot Dunia ; Ratusan Balon Google Jadi "BTS Terbang" di Indonesia] Tentunya masih ada infrastruktur lainnya seperti jaringan fiber optik bawah laut, atau proyek besar lainnya yang semakin meningkatkan layanan mereka.

Untuk itu maka Operator Telekomunikasi, bahkan Over The Top lokal dipaksa untuk bisa bersaing dengan cara beradu layanan yang diberikan atau bahkan mencoba menggandeng OTT luar untuk digabungkan dalam paket layanan mereka. Disini juga yang perlu diperhatikan adalah kita sebagai pengguna operator telekomunikasi di Indonesia sekaligus pengguna layanan OTT mesti secara bijak melihat kondisi sekarang ini. Bijak dalam hal jangan mau hanya menikmati kenyamanan yang diberikan tanpa tau dibalik semuanya ada persaingan ketat yang terjadi. Demikian dari gue mendukung pemerintah untuk segera menyelesaikan regulasi yang tepat untuk perkembangan Over The Top luar maupun lokal sehingga tercipta win-win solution . Sembari menunggu gue dan kawan-kawan beserta senior yang bersiap untuk bergabung untuk membantu mengembangkan sektor telekomunikasi di Indonesia. *yeaah

 Salam dari yang katanya mahasiswa telekomunikasi

Sabtu, 30 Mei 2015

Kontroversi Larangan Anak Main Ponsel

by
Selamat malam para pengunjung, jumpa lagi bersama kami Official Wacana yang sebelumnya postingan ane mengenai Blogging, Menulis Atau Membaca. Kemarin ane membaca sebuah berita online di halaman Kompas.com mengenai Menteri Yohana Siapkan Larangan Anak Main Ponsel [berita selengkapnya]. Seketika setelah membaca berita tersebut ane mau mencoba berpendapat serta menanggapi dalam tulisan Kontroversi Larangan Anak Main Ponsel kali ini. Mengutip sedikit dari berita tersebut bahwa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan peraturan menteri mengenai larangan penggunaan telepon seluler atau ponsel terhadap anak-anak 
Dia menambahkan, penggunaan ponsel membuka peluang bagi anak-anak untuk membuka situs-situs yang kurang baik. 
Yohana menambahkan, anak merupakan aset bangsa sehingga pemerintah wajib melindungi generasi mudanya melalui peraturan. Orangtua pun, lanjut dia, juga harus melarang anak-anaknya menggunakan ponsel secara berlebihan.
Seperti yang kita ketahui bahwa Handphone atau yang dikenal Ponsel ini telah mengubah pola hidup manusia setelah ditemukan oleh Martin Cooper pada tahun 1973. Dengan berkembangnya zaman membuat inovasi-inovasi teknologi juga ikut berkembang khususnya ponsel hingga sekarang ini. Dengan memiliki ponsel apalagi ditambah dengan koneksi internet sudah serasa kalo dunia berada di genggaman kita. Tentunya dengan memiliki ponsel kita dapat mempermudah dalam melakukan sesuatu seperti menghitung, menjalin komunikasi dengan orang jauh, mempelajari materi dll. Apalagi bila ponsel kita tadi mendapat koneksi internet yang sudah bisa dipastikan kita bisa mengeksplorasi apapun dan dimanapun.

Kondisi sekarang bisa dikatakan bahwa ponsel dianggap sebagai kebutuhan primer bagi orang banyak(artinya setara dengan sandang, pangan, papan). Bahkan di Indonesia ponsel hari ini hampir dimiliki oleh seluruh penduduknya, lebihnya lagi seorang bisa memegang 2-3 ponsel. Tentunya keadaan ini membuat penduduk dari negara berkembang ini bisa ketergantungan terhadap ponsel seperti yang terjadi sekarang ini. Ketergantungan ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, bahkan sampai anak-anak sekalipun. Lihat saja lingkungan sekitar anda dimana ketika orang sudah main ponsel bisa sampai lupa waktu, lupa makan, lupa kebanyakan apalagi sedang asik-asiknya. Bukan hanya itu saja namun bisa jadi ponsel juga digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Kondisi inilah yang memungkinkan akan dibuatkannya peraturan larangan anak bermain ponsel tadi. Tentunya ini bisa menjadi kontroversi disamping ponsel tadi bisa bermanfaat sekali mempermudah kegiatan kita. Untuk itu ane mencoba membagi pemikiran antara orang yang Setuju dan Menolak adanya larangan tersebut.

Orang yang setuju
Bisa dilihat bahwa untuk menekan arus perkembangan teknologi salah satunya dengan membuat peraturan yang bisa mengatur penggunaan teknologi tersebut. Untuk itu diperlukan perarturan larangan anak bermain ponsel agar bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Anak-anak dalam masa Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama(SMP) sebaiknya diperkenalkan dengan lingkungan sekitarnya, bermain dengan teman-teman sebaya nya, mengasah kemampuan serta bakat ataupun mencoba mencari kegemarannya. Tidak seperti sekarang kita lihat anak SD, SMP pun sudah sibuk dengan ponselnya sendiri yang membuatnya menjadi individualis dan anti sosial. Bukah hanya itu saja namun jika sampai tidak mau belajar, malas-malasan ketika sudah asik dengan ponselnya ataupun bahkan mengamuk bila belum memiliki ponselnya sendiri, artinya kan sudah tidak bagus lagi. Dengan demikian perlunya aturan yang dibuat untuk mencegah serta mengobati kondisi sekarang ini.

Orang yang Menolak
Bisa dilihat bahwa zaman semakin berkembang dan keadaan pun akan berbeda tentunya dari sebelumnya sehingga kita membutuhkan sesuatu yang dapat mempermudah kita. Khususnya ponsel yang mana bisa mempermudah anak-anak belajar, mencari tau banyak hal, menghubungi orang tua dll. Jangan sampai dengan kreatifitas anak sampai terbatasi dengan adanya larangan tersebut.

Begitulah mungkin jika ane membagi antara pihak yang setuju serta pihak yang menolak diterapkannya nanti larangan ini. Untuk lebih lengkapnya bisa juga dibaca tentang Dampak Positif dan Negatif HP Bagi Pelajar [berita selengkapnya].


Sudah cukup pengantar yang terlihat panjang diatas, kali ini kita coba melihat dari sudut pandang ane sendiri. Pertama-tama mari kita lihat alasan akan dibuatnya larangan tersebut melihat kondisi sekarang dimana penggunaan ponsel dan internet yang hampir tak terkendali. Dalam hal ini akses anak terhadap dunia internet terlalu leluasa yang bisa menggunakannya kapan saja dan dimana saja. Kita tau tentunya dalam internet tersebar bukan hanya hal-hal positif namun juga negatif. Namun namanya anak-anak dimana masa untuk mencoba serta ingin tau yang besar memungkinkan untuk mengakses hal positif dan negatif tadi.  Ditambah lagi untuk anak-anak belum tentu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang salah, mana hal positif mana yang negatif sehingga anak-anak pun akan mengambil semuanya begitu saja. Maka dari itu bisa terjadi beberapa kejadian yang mungkin dulunya tak terduga bisa terjadi sekarang dikalangan anak SD maupun SMP. Lihat saja berita di stasiun televisi, media cetak maupun online yang terjadi setahun belakangan terkait anak SD maupun SMP. Meskipun tidak sepenuhnya disebabkan oleh penggunaan ponsel dan internet tadi namun tetap saja memberikan dampak yang signifikan terhadap generasi muda bangsa ini. Seperti yang ane katakan tadi bahwa bisa diakses kapan saja dan dimana saja sehingga menyebabkan kontrol dari orang tua maupun keluarga berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Tidak adanya kontrol yang bisa memberitahunya apa yang baik dilakukan ataupun yang tidak baik, setidaknya keluarga atau orang tua bisa menjelaskan alasannya. Itu baru dari penggunaannya secara umum, belum lagi mengenai media sosial maupun games yang berlebihan perlahan menggerogoti moral generasi penerus bangsa ini.Tidak perlu lebih jelas ane jelaskan dan contohkan, tentunya para pembaca disini juga merasakan dilingkungan sekitar ente saat ini.

Mempertimbangkan beberapa hal tersebut serta dampak positif serta negatif tadi diatas, maka akan sangat bijak memang untuk membuat aturan mengenai penggunaan ponsel bagi anak. Ane pribadi mendukung diadakannya aturan tersebut guna menjaga masa depan generasi bangsa ini. Menurut ane semoga diberlakukannya hal ini mampu meredam hal-hal yang tentunya tidak kita inginkan terhadap anak kita, saudara kita, keluarga kita, lingkungan sekitar kita. Juga harapannya akan timbul kesadaran bagi keluarga ataupun orang tua untuk terus mengontrol kegiatan anak-anaknya. Disini ane juga mengharapkan setelah dibuatkannya aturan yang mengatur hal tersebut, juga dibuatkan sistem kontrol serta pengawasan ataupun pengecekan dampak dari aturan tersebut di masyarakat. Dengan demikian aturan tersebut bukan hanya 'jadi' semata namun benar-benar untuk kebermanfaatan masyarakat khususnya generasi muda bangsa Indonesia. Demikianlah postingan ane Kontroversi Larangan Anak Main Ponsel , tentunya akan ada yang mendukung maupun yang menolak namun kita mesti sebaik-baiknya bisa bijak dalam memikirkan yang baik untuk kebermanfaatan bersama. #Wacana

Akhir kata, Video Look Up ini bisa dijadikan renungan bagi kita semua yang menciptakan serta menggunakan Teknologi khususnya Handphone

Thanks to : memegenerator.net | youtube.com | google.com

Minggu, 24 Mei 2015

Blogging, Menulis Atau Membaca

by
Selamat sore semuanya, sudah lama ane tidak menulis di blog ini hampir sekiranya 2 bulan dengan postingan terakhir ane tentang Petualangan ke Curug Malela, Kabupaten Bandung Barat Indonesia. Kali ini ane mencoba untuk menulis kembali setelah semester ini telah selesai bersama dengan tugas-tugas serta deadline didalamnya. Sekarang ane mencoba beropini mengenai Blogging, Menulis Atau Membaca yang tentunya sudah tidak asing bagi rekan-rekan blogger sekalian. Disini ane ingin berbagai pendapat tentang hubungan ketiga hal tersebut yang sempat terpikir oleh ane saat tak melakukan salah satunya. Sebenarnya tulisan ini ane harap bisa menjadi pengantar untuk tulisan ane kedepannya yang mulai kembali lagi ke dalam dunia blogging dengan gaya yang berbeda.

Menurut Wikipedia, Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Pada intinya Blogging atau Ngeblog itu melakukan aktivitas pada blog kita dalam sebuah halaman web. Dengan semakin berkembangnya zaman khususnya mengenai internet maka semakin banyak aktivitas yang dapat kita lakukan secara online. Ngeblog atau Blogging ini salah satu aktivitas yang bisa kita lakukan contohnya, itu dikarenakan disini kita bisa menulis, membaca, berkenalan dengan orang baru, membuat usaha, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya rekan-rekan blogger bisa mencari jenis-jenis blog yang ada ataupun tipe blogger di Wikipedia atau Google, yang tentunya mulai dari blog maupun blogger (sebutan untuk orang yang Ngeblog atau Blogging) yang bermanfaat hingga dapat merusak juga. Selama ini syukurnya ane selalu Ngeblog untuk hal-hal yang bermanfaat buat ane maupun lingkungan. Ane mulai Ngeblog itu sekitaran tahun 2010 dimana blog ane itu isinya tentang kegiatan dan tugas ane selama SMK. Ane juga sudah pernah membuat blog untuk usaha, pusat informasi dan pengetahuan hingga mencoba serius dengan blog untuk mendapat penghasilan. Meski udah lama Ngeblog tapi ane pernah vakum dalam waktu lama sehingga kemampuan ane sampai sekarang masih rata-rata hehe. Menurut ane kalau ada yang punya kemampuan bahasa pemrograman khususnya HTML/HTML5 akan gampang untuk mengurus bagian template hingga desainnya. Itu juga kalau suka dan fokus pada bagian itu, namun kalau untuk sekadar berbagi tulisan, pemikiran serta pengalaman ane kira tak mesti bisa.
Credit gambar : www.hidayatullah.com

Buat para rekan-rekan blogger tentu merasakan yang namanya membuat postingan atau tulisan untuk blognya. Nah, disinilah ane kira hubungan antara Blogging, Menulis Atau Membaca akan terlihat karena ketika Blogging ente akan menulis ataupun membaca, ketika ente menulis belum tentu itu di blog namun ente mesti membaca disana, dan ketika ente membaca juga belum tentu membaca blog namun pasti ada keinginan untuk menulis disana setelahnya. Wah ane ngomong apa ya ? sepertinya bakalan banyak pembaca yang tidak mengerti dengan maksud ane diatas. Jadi begini, ketika ente Ngeblog atau Blogging pastinya ente akan menulis postingan atau tulisan ente sendiri, kemudian ente juga pastinya akan dibuat membaca postingan atau tulisan rekan blogger yang lainnya. Selanjutnya ketika ente menulis meskipun ente bukan menulis di blog pastinya ente sebelumnya  pernah membaca tulisan lain baik dari buku, majalah, postingan blog lain yang bisa menjadi inspirasi ente untuk menulis. Kemudian ketika ente membaca meskipun bukan postingan atau tulisan di blog (bisa saja buku, majalah atau koran, dll) pastinya ente punya pengetahuan ataupun ide yang ingin dibagikan dengan cara membuat tulisan ente sendiri ataupun dengan blogging atau Ngeblog.
Untuk selanjutnya bila kita satukan ketiganya maka dalam dunia blogging tentunya ente akan merasakan yang namanya membaca dan menulis baik untuk meningkatkan kualitas tulisan ente nantinya ataupun untuk menambah informasi serta pengetahuan yang dimiliki. Dengan membaca kiranya ane pikir bakal meningkatkan kualitas pemahaman tentang sebuah tulisan ataupun menambah kosakata yang bisa ente gunakan bukan hanya dalam blogging tapi dalam kehidupan juga. Apalagi bila ente seorang penulis maka sebenarnya ente sudah pernah membaca banyak sumber atau referesnsi sekaligus untuk meningkatkan kualitas tulisan ente ataupun mempermudah pembaca dalam memahami tulisan ente. Pada intinya sebenarnya yang ingin ane sampaikan bahwa Ngeblog atau blogging itu tidak mudah namun tetap bisa dipelajari, serta yang ane rasakan untuk membuat sebuah tulisan baik itu opini, fakta maupun sebuah ide/gagasan diperlukan kemampuan menulis yang baik dimana bisa didapatkan dengan banyak berlatih ataupun membaca. Selain menulis tentunya diperlukan kemampuan membaca yang mana bisa didapatkan dari buku-buku apapun, koran serta blog lain yang kita bisa jadikan panduan untuk menjadi yang lebih baik lagi. Ane pribadi juga mengajak rekan-rekan sekalian bahwa dengan Blogging atau Ngeblog kita bisa mengasah kemampuan Membaca dan Menulis kita. Sampai jumpa lagi ditulisan ane selanjutnya, ditunggu komentar dan sharing nya rekan-rekan pembaca :)

"Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Aku menulis untuk membunuh malam. Aku menulis untuk memaknai hidup. Aku menulis untuk bersyukur. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Aku menulis karena kata-kata bisa menguatkan. Aku menulis untuk menggali hati nurani.” ~ Iwan Setyawan

Jumat, 25 April 2014

Yang Bebas Yang Merdeka atau Sebaliknya ?

by
Seringkali saat mendengar kata-kata bebas ataupun merdeka yang terlintas itu mengenai masa kecil nan bahagia dulu. Waktu itu memang terasa bebas sebebasnya dimana mau lakuin apapun boleh-boleh aja, namanya juga anak-anak. Saat masa-masa bebas itu pun terlihat wajah-wajah senang, gembira, bahagia, tawa, canda disetiap hal yang kita lakukan ntah itu baik bagi kita atau membahayakan kita. Kini waktu telah berlalu begitu cepat bagi orang-orang yang masih merasakan kebebasan, serta waktu terasa sangat lama berlalu bagi orang yang masih mendambakan kebebasan itu sendiri. Tentunya setiap orang didunia ini memiliki kriteria kebebasannya masing-masing karena memang pada dasarnya kita ini makhluk yang ingin merasa bebas.

Pada masa-masa mengeyam pendidikan seperti ini kayaknya kebebasan itu yang paling diharapkan sebagian besar anak. Dengan jadwal sekolah/kuliah yang hampir setiap hari ditambah lagi dengan tugas-tugas serta ujian yang diberikan. Beda lagi kalo kita nantinya sudah menjadi orang tua atau nantinya dalam dunia kerja, kebebasan itu biasanya baru didapatkan di akhir pekan. Pada dasarnya yang membuat kita bebas atau tidak itu diri kita sendiri. Mengapa demikian ? Ya karena kebebasan itu kan menyangkut diri kita sendiri, jadi hanya kita yang bisa menentukan kita itu bebas atau tidak. Kalo orang lain itu hanya bisa menilai dan menerka Anda itu sudah merasa bebas atau tidak. Sama dengan yang kini terjadi di Negara tercinta kita ini yang katanya telah merdeka puluhan tahun lamanya. Antara merdeka dan bebas itu hampir miriplah artinya dan dalam kenyataan semestinya tidak berbeda jauh. Sekarang coba kita lihat judul diatas, Yang Bebas Yang Merdeka atau Sebaliknya ? artinya orang yang merdeka itu bebas ataukah orang yang bebas itu yang merdeka.

Untuk bisa menjawab pertanyaan dari judul tersebut ada baiknya kita coba melihat langsung keadaan negeri kita saja. Sebelum kemerdekaan atau khususnya sebelum masa penjajahan itu dimulai, bangsa kita masih hidup dalam ketenangan, kesenangan dan bebas . Namun saat masa penjajahan itu datang, ketenangan dan kebebasan mulai direnggut dari bangsa kita. Ketika hal itu terjadi perlawanan dilakukan dimana-mana dan juga penentangan, tapi apa daya kita belum bisa langsung menang kala itu. Selama beratus tahun hal itu terjadi hingga pada suatu masa dimana orang-orang bebas dulu itu berkumpul untuk kembali merebut kebebasan diri dan bangsa. Akhirnya para pahlawan kita dulu berhasil mengambil langkah untuk memerdekakan bangsa yang bebas ini. Begitulah jadinya saat kebebasan seseorang atau bangsa ingin dirusak maka ketika mereka bersatu maka akan menghasilkan diri yang MERDEKA. Untuk masa setelah kemerdekaan sekarang ini kebebasan sepertinya menjadi hal yang penting untuk dibahas. Ini menjadi penting soalnya kebebasan sebagai bangsa atau masyarakat sudah diatur dan ditetapkan dalam Undang-Undang. Jadi bisa dikatakan kita masih bebas namun harus tetap sesuai dengan aturan yang berlaku. Setelah melalui tahun-tahun yang panjang, ternyata menurut sejarah dulu pasca kemerdekaan kebebasan kita malah diancam oleh bangsa sendiri. Teringat betul bagi orang yang hidup dizaman Orde Baru dimana kebebasan itu sengaja di bredel demi kepentingan segelintir orang saat itu. Serasa saat itu kebebasan diusik sekali lagi namun dengan pemain yang berbeda. Tapi tidak butuh waktu lama untuk orang-orang bebas kala itu (Mahasiswa :red) untuk merebut kembali kebebasan hingga dimulainya zaman Reformasi. Setelah hari itu hingga sekarang kebebasan itu juga tidak boleh sampai merugikan orang lain atau kalau tidak nantinya akan berurusan dengan hukum. Meskipun demikian ternyata masih ada kebebasan yang digerogoti, diambil dan dieksploitasi demi kepentingan lagi-lagi pribadi ataupun kelompok namun sekarang dengan cara yang lebih variatif. Entah ini pertanda dimulainya kembali masa perebutan kebebasan sekali lagi atau tidak, namun yang jelasnya jika itu terjadi maka akan terus ada orang-orang bebas yang akan mengembalikan kebebasan itu sendiri.

 Potret Kebebasan Membuang Sampah yang bukan pada tempatnya


Salah satu Potret Kehidupan Masyarakat Pasca Kemerdekaan 69 Tahun lalu


Jadi pada intinya kita sebenarnya bisa menilai sendiri apakah Yang Bebas Yang Merdeka atau Yang Merdeka Yang Bebas ? . Mengutip salah satu kata-kata yang mengatakan Hidupmu adalah milikmu, kamu sendiri yg menentukan baik buruknya, dan kamulah yg memimpin dirimu sendiri, bukan orang lain. Gunakan kebebasanmu sebebas-bebasnya namun tetaplah keadaan tentram, sejahterta, aman sentosa serta tidak merugikan orang lain itu terjaga selalu. Kita hidup bersama, bebas bersama, aman bersama !!

Fight For Freedom #GTA