" Apa gunanya punya jutaan piala, medali, dan pesawat, jika kau tidak dapat bersenang-senang? " [James Hunt]
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 November 2017

Membumikan Gas Bumi Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

by
Indonesia kini berada diposisi ke empat menurut jumlah penduduknya dibawah Tiongkok, India dan USA. Keadaan ini sejalan dengan kebutuhan yang terus naik khususnya penggunaan energi. Apalagi dalam sektor industri yang mendominasi penggunaan energi di Indonesia. Sedangkan cadangan energi di Indonesia kian menipis seperti minyak bumi sekitar 18 tahun dan Gas Bumi sekitar 61 tahun kedepan. Menipisnya cadangan dan pesatnya kebutuhan tersebut harus diikuti dengan efisiensi. Dari segi penggunaan, Gas Bumi dianggap lebih murah dan juga lebih ramah lingkungan. Apalagi bila kita bisa melihat kondisi saat ini masyarakat kita dibebani dengan harga mahal minyak, padahal disisi lain ada energi murah yang melimpah malah dinikmati negara tetangga. Banyak keuntungan pula yang dapat diperoleh bila masyarakat menggunakan gas bumi atau gas ala ini. Jadi seharusnya kita di Indonesia mampu memanfaatkan sumberdaya ini sebaikn-baiknya untuk kepentingan masyarakat dan bukan segelintir orang.
(credit to: google.com)

Gas Bumi ini dapat disalurkan melalui pipa-pipa distribusi ke berbagai pengguna seperti rumah tangga, industri, pembangkit listrik, hingga komersial seperti restoran, rumah makan, umkm, SPBG bahkan rumah sakit sekalipun. Selain itu, sambungan gas ke rumah-rumah juga praktis dibandingkan LPG yang masih perlu diangkut ketika habis. Dari segi harga pun gas bumi lebih unggul sekitar 40% dari LPG dikisaran 30 ribuan. Ini tentunya akan sangat membantu kebanyakan masyarakat yang masih menengah kebawah untuk menghemat kebutuhan dapur. Selain itu juga sambungan gas rumah tangga dianggap lebih aman dari bahaya kebakaran karena tekanannya berkisar 0.2 bar (dikutip dari Finance Detik). Selanjutnya juga dalam hal penanganan kebocoran juga dapat selesai dalam 1-2 jam setelah laporan. Apalagi pelanggan gas bumi bervariasi mulai industri kecil hingga besar. Bahkan beberapa restoran, hotel dan mal-mal besar di Jakarta sudah menggunakan gas bumi sebagai pembangkit listriknya. Tidak berhenti disitu bahkan dari transportasi khususnya bajaj sudah mulai menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG). Ditambah lagi sudah adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang tersebar diberbagai daerah. Tentunya ini dapat menunjang kehidupan masyarakat luas, mendorong perekonomian masyarakat dalam pemanfaatannya. Bisa dibayangkan akan terpenuhinya kebutuhan ibu rumah tangga ataupun keluarga-keluarga rumah susun sehingga tidak susah payah lagi membayar dengan harga mahal. Menjangkau hingga masyarakat di pedesaan dan perkotaan juga.



Untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat akan gas bumi, pemerintah melalui PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus berkomitmen memperluas dan menyalurkan gas bumi. PGN telah membangun infrastruktur gas bumi sepanjang 6.971 km sampai saat ini (dikutip dari Liputan6). Dengan demikian melalui pipa-pipa distribusi tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat luas dari ujung timur hingga barat Indonesia. Maka dari itu bukan tidak mungkin untuk membumikan gas bumi di Indonesia dengan mewujudkan energi pilihan yang efisien, ramah lingkungan dan aman tentunya untuk seluruh rakyat Indonesia. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan gas bumi sedikitnya mengurangi ketergantungan pada energi impor. Dengan demikian penduduk dengan lebih dari 200 juta jiwa dapat merasakan kekayaan alam Indonesia ini yang melimpah. Sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya membantu rakyat miskin di Indonesia yang mencapai 10 persen atau sekitar 20 juta jiwa. Mereka-mereka inilah yang juga memiliki hak untuk dapat menikmati kekayaan ala mini dan sekali lagi bukan hanya segelintir orang-orang yang berkuasa.

Rabu, 25 Oktober 2017

Jadi Bisa Refund Cepat Di Traveloka

by
Halo sobat blogger, waktu liburan ke Jogja kemarin itu pertama kali nya saya mau liburan dengan jadwal yang tidak pasti. Begitulah resiko saat saya pertama kali kerja dan masih butuh banyak belajar namun tetap ingin liburan hehe. Meskipun jauh hari saya sudah menyiapkan tanggalnya, toh 2 minggu hingga 1 minggu kemudian bisa berubah lagi tanggal liburan saya. Bahkan waktu itu jadwal saya berubah di H-6 sebelum keberangkatan setelah mendapatkan info jadwal penerbangan sore saya BDJ-CGK dipindah ke malam hari. Padahal awalnya saya mengambil jadwal penerbangan sore BDJ-CGK agar bisa lanjut penerbangan malam CGK-JOG. Untungnya pesan tiket waktu itu lewat TRAVELOKA.


Awalnya saya mau ganti jadwal aja, namun terlintas pilihan untuk refund ditambah bila ingin ganti jadwal waktu itu dikenakan biaya tambahan juga. Maklum jiwa Ke-Mahasiswa-an masih melekat erat dalam jiwa saya dan akhirnya saya putuskan untuk refund aja sambil membuktikan 30 days refund guarantee nya TRAVELOKA. Langsung saja saya coba isi semua yang diperlukan dan mengikuti semua tahapan untuk bisa refund dari aplikasinya langsung. Setelah itu saya menerima email pengajuan refund saya sudah dikirimkan ke pihak TRAVELOKA. Kemudian setelah 30 menit saya menerima email lagi untuk request refund approved dan setelah ini tinggal menunggu uang kita kembali dengan damai hehe. Waktu itu proses refund saya diproses tanggal 23 Agustus dan belum cukup 30 hari tepatnya 17 September saya menerima pemberitahuan uang refund saya sudah diterima dengan baik. Ini bahkan cuma 20 hari dan sekaligus membuktikan 30 days refund guarantee nya TRAVELOKA memang teruji dan mantap. Di TRAVELOKA kita jadi bisa refund dengan cepat, garansi 30 hari saja lho.

30 days refund guarantee  ini salah satu fitur terbaik TRAVELOKA sebagai wujud pemberian layanan terbaiknya kepada para pelanggan. 30 days refund guarantee nya TRAVELOKA juga sangat membantu dan tentunya buat kita merasa nyaman dan aman. Semuanya akan sangat mudah dilakukan, bisa menggunakan aplikasinya via Smartphone ataupun via websitenya. Kita pun juga dipandu dengan baik melalui langkah-langkah nya yang mudah.  Dari segi waktu juga sangat fleksibel dimanapun kapanpun selama terhubung ke jaringan internet. Pengajuan refund ini pun bisa dilakukan sampai H-1 tergantung validitas tiket Anda berdasarkan kebijakan maskapai yang dipilih. Semuanya juga bisa dipantau melalui aplikasinya dibagian detail dari 'pesanan saya'. Jadi ketakukan tiket hangus sudah tidak ada lagi, kecuali jika memang diawal tiket Anda tidak bisa di refund atau kembali lagi kepada kebijakan dari maskapai masing-masing. Uang hasil refund nya pun langsung masuk ke rekening yang telah dipilih sebelumnya. Prosesnya juga aman karena langsung melalui email kita pribadi atau akun pribadi kita di aplikasi TRAVELOKA.

Ingat! untuk refund ini juga berlaku untuk pemesanan hotel ya, perhatikan yang bertanda khusus refundable. Prosesnya pun kurang lebih sama dengan yang tiket pesawat dan tentunya 30 days refund guarantee tetap berlaku. TRAVELOKA memang paling mengerti kebutuhan dan keluhan para pelanggannya.

#JadiBisa Liburan menyenangkan dengan TRAVELOKA, pesan dahulu baru refund kemudian *asal sesuai dengan syarat dan kebijakan yang berlaku ya*. Hanya dalam satu aplikasi semuanya jadi mudah, mulai pesan tiket pesawat, kereta api, hotel, paket pesawat+hotel, rekreasi hingga pulsa dan kuota. Fiturnya pun menarik dan memudahkan kita seperti easy rescheduleprice alert hingga 30 days refund guarantee nya.

Rabu, 14 September 2016

Cinta Tak Berwujud Salah Satu Hotel Tua Di Bandung

by
Sekilas mungkin buat para sobat sekalian sudah biasa bila bicara cinta antara manusia dengan manusia, ataupun manusia dengan makhluk hidup lainnya. Namun bagaimana bila cinta tersebut berasal dari sebuah bangunan tua terhadap para penghuninya? Bangunan ini bernama Hotel Savoy Homann, terletak di kota Bandung tepatnya di Jl. Asia Afrika, cukup dekat dengan Museum KAA (Konferensi Asia Afrika). Hotel ini didirikan sekitar tahun 1871 oleh keluarga Homann asal jerman.

Suasana Malam Depan Hotel Savoy Homann

Pertama kali didirikan Hotel Savoy Homan ini awalnya hanya sebuah penginapan, hingga akhirnya direnovasi dan berubah menjadi hotel. Apalagi saat itu di tahun 1884, jalur kereta api dari Batavia ke Bandung telah dibuka. Di usianya yang ke 50 tahun, tempat ini pun kerap dibanjiri turis yang membutuhkan penginapan. Apalagi setelah dikelola Fr JA van Es seorang pakar perhotelan, Hotel Savoy Homann diperluas dan dimodernisasi menjadi salah satu hotel paling terkemuka di Asia Tenggara. Bahkan orang sekelas Charlie Chaplin pernah menginap di hotel ini pada waktu itu. Apalagi memasuki masa Konferensi Asia Afrika 1955, Presiden Pertama RI Soekarno serta PM India Jawaharlal Nehru pernah menginap di hotel ini. Demikian sehingga Savoy Homann memiliki History Wall, yakni dinding yang memajang foto-foto KAA 1955 dan peringatan 50 tahun KAA 2005.
Pemandangan Hotel Savoy Homann Saat Malam + Diriku

Dimutnya yang telah menginjak satu abad lebih, hotel tersebut terus menjadi tempat pertemuan bagi orang-orang penting yang berkunjung ke Indonesia. Mungkin inilah bentuk cinta tak berwujud dari sebuah bangunan terhadap kita para manusia, dimana bangunan tersebut terus bertahan dan memberikan manfaat bagi manusia.

Selasa, 06 September 2016

Pangkalpinang, Kota Dengan Sejarah Yang Tak Boleh Dilewatkan

by
Kota Pangkalpinang merupakan salah satu Daerah Pemerintahan Kota di Indonesia yang mana bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kota ini terletak di bagian timur Pulau Bangka atau kurang lebih 15 menit bila dari Bandara Depati Amir. Kota ini luasnya 118.408 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 328.167 jiwa. Pangkalpinang resmi berdiri pada 14 November 1956, yang artinya kurang lebih 11 tahun setelah Indonesia merdeka. Meskipun demikian namun Kota Pangkalpinang diprediksi sudah ada sejak tahun 1757, inilah salah satu alasan mengapa sejarah Kota Pangkalpinang tak boleh dilewatkan. Saya yakin masih banyak orang yang bahkan belum tau keberadaan kota Pangkalpinang ini apalagi tempatnya bahkan sejarahnya, saya sendiri belum pernah kesana secara langsung hehe.
Wilayah Kota Pangkalpinang Dari Google Maps

Bila dilihat dari etimologi katanya, pangkalpinang terdiri dari dua kata yaitu pangkal yang artinya pusat atau awal, dan pinang (areca chatecu) yang mana nama tumbuhan sejenis palm. Adapun pangkal juga digunakan oleh orang Bangka di masa lalu untuk penyebutan daerah-daerah seperti Pangkal Bulo, Pangkal Raya, Pangkal Menduk dll. Pusat permukiman awal dari Kota Pangkalpinang dibangun ditepi Sungai Rangkui yang membelah kota ini. Proses pembentukan Pangkalpinang menjadi sebuah kota seperti sekarang sangatlah panjang dan berakar. Hal ini dimulai dari saat biji timah yang ditemukan hamper di seluruh pelosok Pulau Bangka, hingga upaya eksploitasi timah dan hasil bumi oleh berbagai bangsa. Awal mula Pangkalpinang ini dari pemerintahan Sultan Susuhunan Ahmad Najamuddin I Adi Kesumo, dimana beliau memerintahkan Abang Pahang bergelar Tumenggung Dita Menggala dan kepada Depati serta Batin-batin. Kemudian Batin kepada Krio yang ada di Pulau Bangka untuk mencari Pangkal sebagai tempat kedudukan Demang dan Jenang yang akan bertugas mengawasi penambangan timah. Adapun pangkal yang dibuat pada masa itu adalah Pangkal Bendul, Bijat, Bunut, Rambat, Parit Sungai Buluh, Tempilang, Lajang, Sungai Liat, Cegal, Pangkal Koba, Balar, Toboali dan Pangkalpinang.

Diketahui bahwa Pulau Bangka pernah menjadi wilayah taklukan dari Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kemudian setelahnya berlanjut dikuasai oleh Belanda, Inggris hingga Jepang. Setelah Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, oleh Belanda dibentuk Dewan Bangka Sementara pada 10 Desember 1946. Selanjutnya resmi menjadi Dewan Bangka yang dipimpin oleh Musarif Datuk Bandaharo Leo yang masih dilantik oleh Belanda pada 11 November 1947. Dewan Bangka merupakan Lembaga Pemerintahan Otonomi Tinggi. Pada 23 Januari 1948, Federasi Bangka Belitung dan Riau (FABERI) dimana yang tergabung didalamnya Dewan Bangka, Dewan Belitung, dan Dewan Riau merupakan suatu bagian dalam Negara Republik Indonesia Serikat. Kemudian berdasarkan Keputusan Presiden RIS Nomor 141 Tahun 1950 kembali bersatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga berlaku Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948. Pada 22 April 1950 oleh Pemerintah diserahkan wilayah Bangka Belitung kepada Gubernur Sumatera Selatan Dr. Mohd. Isa yang disaksikan oleh Perdana Menteri Dr. Hakim dan Dewan Bangka Belitung dibubarkan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 wilayah Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung menjadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selanjutnya Kota Pangkalpinang berkembang dari status kota kecil di tahun 1956, kotapraja, kotamadya hingga menjadi kotamadya daerah tingkat II Pangkalpinang.

Pulau Bangka Dilihat Dari Google Maps

Kemudian bila diperhatikan hingga saat ini masih menjadi perdebatan untuk penduduk asli di Pulau Bangka khususnya di Pangkalpinang itu sendiri. Ada yang mengatakan bahwa penduduk asli Pulau ini adalah Suku Melayu, namun sejarak kota ini juga diwarnai dengan kedatangan orang Bugis. Orang Cina juga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pulau ini. Sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 1954 berjudul Republik Indonesia Propinsi Sumatera Selatan menuliskan bahwa penduduk asli Pulau Bangka adalah mereka yang merupakan hasil pertalian perkawinan antara pelaut yang datang dari Jawa, Palembang, Minangkabau dan Bugis yang menjelma menjadi penduduk asli yang baru.

Jika dilihat dari sejarahnya, Kota Pangkalpinang memiliki sejarah yang mengakar bahkan sampai saat masa kerajaan di nusantara masih berkuasa. Apalagi dahulu beberapa pemimpin bangsa ini ada yang pernah diasingkan di daerah Pangkalpinang ataupun Kepulauan Bangka. Sebut saja Bung Hatta, RS Soerjadarma (dulunya KSAU), MR Asaat (dulunya Ketua KNIP) dan AG Pringgodigdo (dulunya Mensesneg). Bahkan sekelas Bung Karno, KH Agus Salim maupun Sutan Sjahrir pernah diasingkan juga disini meskipun tidak dalam waktu lama. Bila Anda sempat berkunjung ke Pangkalpinang pastikan Anda dapat berkunjung ke beberapa destinasi penting dan cagar budaya di Kota Pangkalpinang seperti berikut ini.

Rumah Residen
Bangunan ini terletak d jalan Merdeka nomor 1. Sebelum menjadi rumah dinas Walikota, dulunya ini rumah Residen Belanda. Rumah ini sangat bersejarah karena menjadi pusat pemerintahan dan pusat kegiatan di Kota Pangkalpinang. Didepannya terdapat alun-alun atau lebih dikenal Lapangan Merdeka. Dihalaman rumah tersebut juga terdapat dua meriam kuno berangka tahun 1840 dan 1857.

Tamansari
Wakil Presiden Mohammad Hatta meresmikan Tugu Pergerakan Kemerdekaan di area ini pada tahun 1949. Adapun Tugu Pergerakan Kemerdekaan dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Bangka dalam mempertahankan serta merebut kemerdekaan setelah proklamasi 17 Agustus 1945.

Museum Timah Indonesia
Awalnya rumah pejabat perusahaan timah Bangka Tin Winnig Bedryf dan menjadi museum sejak 1997. Lokasi museum ini di Jalan Jenderal A.Yani No. 17

Masjid Jami’
Masjid ini berlokasi di kampong dalam, dan diperkirakan dibangun tahun 1930. Masjid ini dibangun oleh Atok H. Saleh penghulu Kota Pangkalpinang dengan bentuk Pyramid berlantai dua. Bangunan ini berlantai semen dan berdiding kayu serta atap terbuat dari genteng. Lantai 1 untuk sholat, lantai 2 sebagai perpustakaan dan penyimpanan kelengkapan. Pemugaran pertama masjid ini dilakukan tahun 1950 atas swadaya masyarakat.

Makam Belanda (Keerkhof)
Kompleks Pemakaman Belanda ini terletak di jalan Sekolah Kelurahan Melintang Kecamatan Rangkui. Disini terdapat sekitar 90 makam, dimana yang tertua berasal dari tahun 1902 dan termuda sekitar tahun 1950an. Salah satu makam yang tertua adalah makam Nyonya Irene Mathilde Ehrencron yang wafat pada 10 MAret 1928. Keerkhof adalah salah satu bukti bahwa Pangkalpinang memiliki nilai strategis bagi Pemerintah Hindia Belanda waktu itu.

Perigi Pekasem
Sumur atau perigi pekasem ini terletak di Kelurahan Tuatunu Indah Kecamatan Gerunggang. Sumur ini dulunya dijadikan tempat untuk membuang mayat orang-orang yang terbunuh TKR (Tentara Keamanan Rakyat), karena dianggap musuh atau sebagai mata-mata Belanda atau sekutu.

Serta masih banyak tempat lainnya seperti Taman Merdeka, Gereja Maranatha, Gereja Katedral Pangkalpinang, Vihara Citra Maitreya, Klenteng Konghucu, RS Bakti Timah, Wisma Timah I dll.

Tema dan Slogan Visit Pangkalpinang Tahun 2015



Pangkalpinang, Pangkal Kemenangan“, demikian salah satu teriakan dari Presiden Soekarno di Pangkalpinang saat akan kembali ke Ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta pada 6 Juli 1949. Dikota Pangkalpinang Anda dapat menemukan keramahan, kerukunan masyarakatnya , keragaman adat, tradisi, agama serta budaya.  Hal ini telah berlangsung sejak dahulu kala dan akan tetap berlangsung hingga anak cucu kelak. Sejarah inilah yang nantinya akan diceritakan kepada anak-anak penerus bangsa khususnya generasi di Kota Pangkalpinang. Bahkan Pesona Pangkal Pinang dapat terlihat dari sisi sejarah nya.



Referensi : Sejarah Kota Pangkalpinang - Academia Edu

Rabu, 31 Agustus 2016

Kakak Asuh Bali, Pemberi Harapan Anak Putus Sekolah Di Bali

by
Bali dengan berbagai keindahan alam serta beragam kebudayaan nya tak ayal diganjar sebagai surga di dunia, khusus bagi setiap orang yang pernah kesana. Pesona Bali juga mampu membawa wisatawan mancanegara sebanyak 3.766.638 orang pada tahun 2014. Bali juga memiliki 2.058 restoran, 249 hotel dengan jumlah kamar yang tersedia sampai 28.811 kamar. Hal ini juga yang memungkinkan Bali menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar untuk negara dari sektor pariwisata. Dengan segala potensi tersebut ternyata tidak banyak berdampak buat masyarakat Bali itu sendiri. Tercatat pada Maret 2015 penduduk miskin di Bali sebesar 196.710 jiwa. Dimana terdapat sekitar 8,7% penduduk tidak bersekolah dari total penduduk 4.104.900 jiwa, artinya masih ada 357.126 jiwa yang tidak bersekolah tidak terkecuali di daerah pelosok Bali. (Bali Dalam Angka 2015)
Salah Satu Poster Oprec Kakak Asuh Bali

Berangkat dari sekelumit masalah yang ada tersebut, lahirlah sebuah gerakan bernama Kakak Asuh Bali asuhan Pande Putu Setiawan (Pendiri sekaligus Ketua Komunitas Anak Alam). Komunitas Kakak Asuh Bali  ini bertujuan untuk menuntaskan anak putus sekolah di Bali khususnya di daerah pelosok, bukankah ini sebuah Kabar Baik?. Gerakan kakak asuh Bali ini menggunakan sistem relawan dan juga 'patungan/urunan'. Dimana setiap orang disini dapat menjadi kakak asuh untuk setiap anak putus sekolah maupun anak dari pelosok Bali yang membutuhkan bantuan biaya sekolah. Sebelumnya tim Kakak Asuh Bali telah melakukan survei untuk mendapatkan anak yang sesuai dan berhak untuk diberikan bantuan. Kemudian buat calon kakak asuh dapat memilihnya anak asuh nya sendiri untuk diberikan bantuan,
dari tim Kakak Asuh Bali juga akan membagi calon kakak asuh kedalam kelompok yang terdiri dari 5 orang. Adapun biaya per kakak asuh yaitu 20 ribu rupiah untuk setiap bulannya dan berlangsung selama 1 tahun. Tidak begitu besar untuk kebanyakan orang, malah bahkan sangat sedikit jika dibandingkan dengan pendapatan Bali dari sektor Pariwisatanya. Dengan biaya tersebut diharapkan para anak asuh ini dapat terbantu dari segi perlengkapan sekolahnya yang mana membuat dirinya lebih bersemangat menimba ilmu.

Inovasi Daerah ini benar-benar keren!!! Dimulai dari para semangat para pemuda pemudi Bali yang membantu adik-adiknya yang bakal menjadi generasi penerus nantinya setelah mereka. Mereka percaya bahwa dengan pendidikan, adik-adik tersebut mampu merubah nasibnya sendiri bahkan negara ini. Adapun volunteer dari Kakak Asuh Bali ini seringkali pergi dari satu desa ke desa lainnya di pelosok Pulau Dewata itu untuk mencari anak-anak yang semangat untuk mengenyam pendidikan. Tak jarang menyusuri jalan panjang bahkan melewati hutan, itu semua demi mendapatkan adik-adik asuh yang masih bersemangat belajar bersama teman-temannya. "Tugas mereka untuk terus bermimpi, Tugas kita mewujudkan mimpi-mimpi mereka" oleh Kakak Asuh Bali, begitulah kira-kira semboyan yang seringkali menjadikan para volunteer tergerak untuk bergabung dan bersemangat. Semua ini mereka lakukan tanpa pamrih dan dilakukan memang karena niat tulus ikhlas semata. Mereka percaya bahwa melakukan sesuatu Untuk Indonesia tidak perlu langsung melakukan hal besar semata, namun dengan melihat anak-anak di pelosok Bali dapat bersekolah dengan semangat serta riang gembira saja sudah cukup.

Kalian bisa lihat segala kegiatan dan juga adik-adik asuh tersebut melalui Instagram Kakak Asuh Bali, dari sekian banyak itu saya coba tampilkan beberapa.

Salah satu Volunteer Kakak Asuh Bali Sedang Mendata Calon Adik Asuh

Gambar diatas memiliki caption yang membuat hati ini memaksa untuk terus mengucap syukur bagi kita ataupun kalian yang mampu mengeyam pendidikan hingga ke jenjang tertinggi. Berikut captionnya
D : "Apa cita-citamu dik?"
A : "Masuk SMP kak!"

Kalau Bisa Ikut Bantu Kenapa Cuma Nyalahin Pemerintah -Kakak Asuh Bali-

Semangat Adik-Adik Di SD 5 Bhuana Giri Untuk Duduk Di Kelas Dan Belajar

Pada gambar terakhir ini terlihat adik-adik dari SD 5 Bhuana Giri yang tiap harinya harus melalui jalan panjang lewat hutan serta sungai kering hanya untuk bersekolah. Satu jam perjalanan dengan berjalan kaki hal biasa yang mereka lakukan, sungguh membuat bangga dan terharu. Semangat adik-adikku !!!

Bila dibandingkan dengan para volunteer Kakak Asuh Bali maka saya bukanlah siapa-siapa. Sementara para Kakak Asuh Bali berkeliling desa untuk mencari calon adik asuh, saya hanya mampu menuliskan Kabar Baik ini di blog pribadinya. Inovasi Daerah ini betul-betul membuat penulis juga untuk bergabung sebagai salah satu donatur. Karena berbuat sesuatu Untuk Indonesia tidak perlu menunggu pemerintah atau siapapun, semuanya bisa dimulai dari diri kita sendiri.



Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku