" Apa gunanya punya jutaan piala, medali, dan pesawat, jika kau tidak dapat bersenang-senang? " [James Hunt]
Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 September 2017

Hari 1 & 2 Di Jogja – Luasnya Candi Ratu Boko & Kemegahan Candi Prambanan

by
Perjalanan kali ini saya terbang dari Banjarmasin ke Jogja dengan transit di Jakarta terlebih dulu. Berangkat siang hari dan tiba saat malam hari, harga tiket yang dengan rute tersebut menurut saya cukup murah bila dibandingkan melalui transit di surabaya. Saya tiba di jogja jam 11 malam, saya cukup kaget karena pintu keluar bandaranya dekat dengan jalan utama, jadinya bisa pesan Go-Jek (Aplikasi Ojek Online).

Kawasan Utama Candi Prambanan

Selama di Jogja saya menginap di EDU HOSTEL, penginapan ala-ala backpacker bertempat di Jogja. Penginapan ini gampang saya temukan di TRAVELOKA (Aplikasi pesan tiket Pesawat & Hotel Online) karena Review nya yang bagus dan harga nya cukup murah. Jaraknya dari bandara pun sekitar 20 km, lokasinya juga dekat dengan kawasan Malioboro. Tempatnya sangat nyaman dengan masing-masing kamar punya 3 kasur dua tingkat untuk 6 orang, 1 kamar mandi, 6 loker barang, AC pula dan dapat FREE SARAPAN. Tempatnya juga cukup bersih, kasurnya juga enak, hanya saja Anda perlu memiliki gembok bila ingin mengamankan barang di loker (bisa juga beli di bagian resepsionis hostelnya). Untuk motor saya memilih untuk rental di JOGJIG . Setelah selesai bongkar muat barang, charge hp+powerbank, kunci loker kemudian tidur untuk persiapan menjelajah di hari berikutnya.

Keesokan harinya saya sudah siap jam 10 dan memulai perjalanan saya yang pertama menuju wilayah Candi Prambanan menggunakan rute Google Map dengan jarak 23 km. Saya pun tiba disana sekitar jam 11 siang, langsung menuju loket pembelian tiket seharga 75,000 untuk Candi Prambanan + Candi Ratu Boko. Karena lokasi Candi Ratu Boko yang agak jauh maka saya disarankan untuk mengunjungi nya pertama. Saya menggunakan shuttle bus menuju Candi Ratu Boko dengan perjalanan sekitar 10 menit.

Gerbang Utama Candi Ratu Boko


Candi Ratu Boko sendiri merupakan kompleks sejumlah bangunan yang berada di selatan Candi Prambanan dimana tempatnya yang berada diatas bukit. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat yaitu Roro Jonggrang. Kawasan Candi Ratu Boko ini sangat luas, saya pun cukup lelah berkeliling mulai dari gerbang depan hingga ke kawasan padepokan nya. Disini biasanya orang berdatangan saat matahari tenggelam (baca: sunset). Karena posisinya yang berada diatas bukit, jadi pemandangan kebawah nya pun cukup bagus. Banyak spot foto yang instagramable buat Anda yang menyukai fotografi, bagi Anda yang senang menjelajah juga sangat saya rekomendasikan. Disini Anda tidak hanya belajar sejarah namun juga akan kagum dibuatnya, luasnya kawasan ini maupun arsitektur bangunan candi yang masih utuh sampai hari ini. Cukup 1 jam saya mengelilingi kawasan Candi Ratu Boko dan saya akhiri dengan menikmati kelapa muda dan soto untuk makan siang.

Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang merupakan kompleks Candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi terbesarnya pun bernama Candi Brahma, Wisnu dan Siwa lambing dari Tri Murti dalam agama Hindu. Didepan setiap candi utama terdapat candi yang melambangkan wahana dari Tri Murti itu sendiri seperti Garuda (Suparna), Lembu (Nandhini) dan Angsa (Hamsa). Satu persatu candi utama dan wahana pun saya kunjungi, dan memang hanya tersisa beberapa Arca yang masih utuh didalam masing-masing candi. Ternyata sekitar tahun 2006 pernah terjadi gempa yang mengakibatkan kompleks Candi Prambanan rusak parah karenanya dan lainnya rata dengan tanah. Didalam kawasan Candi Prambanan juga saya bisa menemukan Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, Candi Plaosan yang mana terkena dampak juga.

Candi Prambanan Dari Sisi Pintu Keluar

Setelah puas dengan berkeliling dan mengagumi keindahan arsitektur dari candi-candi ini akhirnya saya memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Perjalanan ke timur jogja kali ini cukup mengesankan dan membuat liburan singkat saya terasa sempurna.  Istirahat yang cukup merupakan kunci untuk bisa maksimal dalam penjelajahan di hari berikutnya yang mana menuju ke barat jogja. Sampai ketemu di tulisan saya selanjutnya, terima kasih sudah mengikuti cerita saya. Salam Blogger

Minggu, 10 September 2017

Semuanya Dimulai Dari Jogjakarta

by
Semuanya Dimulai Dari Jogjakarta - Kesempatan dapat liburan singkat akhir Agustus lalu membuat saya memilih Jogja sebagai kota tujuan. Dari rencana awal memang rute liburan saya ingin mencoba Jogja-Semarang-Dieng-Surabaya atau mencoba menjelajah Malaysia-Singapura-Thailand-Myanmar-Kamboja (butuh waktu 14 hari), namun dengan segala pertimbangan waktu akhirnya cuma Jogja. Untuk Anda yang berada di pulau jawa tentu punya banyak pilihan untuk transportasi, Anda bisa menyesuaikan budget dan waktu Anda. Namun berbeda bila Anda diluar pulau jawa seperti saya ini, hanya bisa menggunakan Pesawat Terbang. Dengan biaya yang lebih mahal tentunya yang hanya penerbangan antar kota, bandingkan sama rute Jakarta-Malaysia atau Jakarta-Singapura yang lebih murah.
Candi Prambanan tampak samping

Disini di Jogja semuanya dimulai, perjalanan pertama saya yang akan membawa saya pada perjanalan selanjutnya. Perjalanan pertama ini meliputi 5 Kabupaten & 2 Kotamadya, 7 Hari 6 Malam, 4 Bandar Udara. Senang bisa mengunjungi Kab. Gunung Kidul, Kab. Bantul, Kab. Sleman, Kab. Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Kab. Sidoarjo, dan Kota Surabaya. Menginap dan merasakan suasana kota Indonesia selama 7 Hari 6 Malam seorang diri dan melalui 4 Bandar Udara meliputi Bandar Udara Syamsudin Noor, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Bandar Udara Internasional Juanda.

Beberapa Stupa Candi Borobudur 

Gerbang Depan Candi Ratu Boko

Perjanalan singkat nan melelahkan tetap saya jalani demi mengenal Bumi Nusantara beserta isinya. Mengenal dan mengunjungi tempat-tempat baru sambil mengagumi segala ciptaan-Nya. Bukan hanya sekedar berfoto ria namun juga mendapatkan makna dari perjalanan itu sendiri. Apalagi disini saya cuma berjalan sendiri (mau nya sih cari teman jalan), banyak hal yang harus dipersiapkan juga.

Dan yang paling menyenangkan dari sebuah perjalanan adalah bisa kembali ke rumah

Selanjutnya saya akan coba berbagi kegiatan saya setiap harinya termasuk kunjungan beberapa tempat di Jogja. Semoga bermanfaat dan yang belum ke jogja bisa segera berkunjung ke jogja.

Happy Sharing


Rabu, 31 Agustus 2016

Kakak Asuh Bali, Pemberi Harapan Anak Putus Sekolah Di Bali

by
Bali dengan berbagai keindahan alam serta beragam kebudayaan nya tak ayal diganjar sebagai surga di dunia, khusus bagi setiap orang yang pernah kesana. Pesona Bali juga mampu membawa wisatawan mancanegara sebanyak 3.766.638 orang pada tahun 2014. Bali juga memiliki 2.058 restoran, 249 hotel dengan jumlah kamar yang tersedia sampai 28.811 kamar. Hal ini juga yang memungkinkan Bali menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar untuk negara dari sektor pariwisata. Dengan segala potensi tersebut ternyata tidak banyak berdampak buat masyarakat Bali itu sendiri. Tercatat pada Maret 2015 penduduk miskin di Bali sebesar 196.710 jiwa. Dimana terdapat sekitar 8,7% penduduk tidak bersekolah dari total penduduk 4.104.900 jiwa, artinya masih ada 357.126 jiwa yang tidak bersekolah tidak terkecuali di daerah pelosok Bali. (Bali Dalam Angka 2015)
Salah Satu Poster Oprec Kakak Asuh Bali

Berangkat dari sekelumit masalah yang ada tersebut, lahirlah sebuah gerakan bernama Kakak Asuh Bali asuhan Pande Putu Setiawan (Pendiri sekaligus Ketua Komunitas Anak Alam). Komunitas Kakak Asuh Bali  ini bertujuan untuk menuntaskan anak putus sekolah di Bali khususnya di daerah pelosok, bukankah ini sebuah Kabar Baik?. Gerakan kakak asuh Bali ini menggunakan sistem relawan dan juga 'patungan/urunan'. Dimana setiap orang disini dapat menjadi kakak asuh untuk setiap anak putus sekolah maupun anak dari pelosok Bali yang membutuhkan bantuan biaya sekolah. Sebelumnya tim Kakak Asuh Bali telah melakukan survei untuk mendapatkan anak yang sesuai dan berhak untuk diberikan bantuan. Kemudian buat calon kakak asuh dapat memilihnya anak asuh nya sendiri untuk diberikan bantuan,
dari tim Kakak Asuh Bali juga akan membagi calon kakak asuh kedalam kelompok yang terdiri dari 5 orang. Adapun biaya per kakak asuh yaitu 20 ribu rupiah untuk setiap bulannya dan berlangsung selama 1 tahun. Tidak begitu besar untuk kebanyakan orang, malah bahkan sangat sedikit jika dibandingkan dengan pendapatan Bali dari sektor Pariwisatanya. Dengan biaya tersebut diharapkan para anak asuh ini dapat terbantu dari segi perlengkapan sekolahnya yang mana membuat dirinya lebih bersemangat menimba ilmu.

Inovasi Daerah ini benar-benar keren!!! Dimulai dari para semangat para pemuda pemudi Bali yang membantu adik-adiknya yang bakal menjadi generasi penerus nantinya setelah mereka. Mereka percaya bahwa dengan pendidikan, adik-adik tersebut mampu merubah nasibnya sendiri bahkan negara ini. Adapun volunteer dari Kakak Asuh Bali ini seringkali pergi dari satu desa ke desa lainnya di pelosok Pulau Dewata itu untuk mencari anak-anak yang semangat untuk mengenyam pendidikan. Tak jarang menyusuri jalan panjang bahkan melewati hutan, itu semua demi mendapatkan adik-adik asuh yang masih bersemangat belajar bersama teman-temannya. "Tugas mereka untuk terus bermimpi, Tugas kita mewujudkan mimpi-mimpi mereka" oleh Kakak Asuh Bali, begitulah kira-kira semboyan yang seringkali menjadikan para volunteer tergerak untuk bergabung dan bersemangat. Semua ini mereka lakukan tanpa pamrih dan dilakukan memang karena niat tulus ikhlas semata. Mereka percaya bahwa melakukan sesuatu Untuk Indonesia tidak perlu langsung melakukan hal besar semata, namun dengan melihat anak-anak di pelosok Bali dapat bersekolah dengan semangat serta riang gembira saja sudah cukup.

Kalian bisa lihat segala kegiatan dan juga adik-adik asuh tersebut melalui Instagram Kakak Asuh Bali, dari sekian banyak itu saya coba tampilkan beberapa.

Salah satu Volunteer Kakak Asuh Bali Sedang Mendata Calon Adik Asuh

Gambar diatas memiliki caption yang membuat hati ini memaksa untuk terus mengucap syukur bagi kita ataupun kalian yang mampu mengeyam pendidikan hingga ke jenjang tertinggi. Berikut captionnya
D : "Apa cita-citamu dik?"
A : "Masuk SMP kak!"

Kalau Bisa Ikut Bantu Kenapa Cuma Nyalahin Pemerintah -Kakak Asuh Bali-

Semangat Adik-Adik Di SD 5 Bhuana Giri Untuk Duduk Di Kelas Dan Belajar

Pada gambar terakhir ini terlihat adik-adik dari SD 5 Bhuana Giri yang tiap harinya harus melalui jalan panjang lewat hutan serta sungai kering hanya untuk bersekolah. Satu jam perjalanan dengan berjalan kaki hal biasa yang mereka lakukan, sungguh membuat bangga dan terharu. Semangat adik-adikku !!!

Bila dibandingkan dengan para volunteer Kakak Asuh Bali maka saya bukanlah siapa-siapa. Sementara para Kakak Asuh Bali berkeliling desa untuk mencari calon adik asuh, saya hanya mampu menuliskan Kabar Baik ini di blog pribadinya. Inovasi Daerah ini betul-betul membuat penulis juga untuk bergabung sebagai salah satu donatur. Karena berbuat sesuatu Untuk Indonesia tidak perlu menunggu pemerintah atau siapapun, semuanya bisa dimulai dari diri kita sendiri.



Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Kamis, 17 Maret 2016

Mencari Kucing Besar Di Kebun Binatang Bandung

by
Cerita kali ini tentang mencari kucing besar dan membawa saya untuk pertama kalinya ke kebun binatang. Sejujurnya memang di Sulawesi Selatan, daerah asal saya memang tidak ada kebun binatang. Kebun Binatang Bandung ini beralamatkan di Jalan Kebun Binatang No 6 Taman Sari Bandung Jawa Barat Indonesia – Telpon (022) 2507302. Karena sudah hafal daerah Bandung, tak cukup sulit untuk menuju ke kebun binatang ini menggunakan kendaraan pribadi. Tanpa perlu waktu lama kamipun parkir kendaraan di kampus ITB dan masuk ke kebun binatang melalui pintu 2. Sekedar informasi bahwa kebun binatang ini memiliki 3 pintu masuk dan harga tiket masuknya Rp. 20.000 / orang. Kebetulan kemarin itu pas weekday, jadi untuk weekend sayapun belum mengetahui harga tiketnya ya.

Doc. Pribadi - Panthera Tigris

Petualangan pun dimulai!! Kunjungan yang pertama setelah kami berlima masuk ternyata tempat sekumpulan buaya. Namun sangat disayangkan buaya nya saat itu sedang asik berjemur tanpa melakukan gerakan sedikitpun. Meskipun tetap saja ada seorang teman yang tidak terlalu suka sehingga mengajak untuk segera pindah. Tak jauh dari tempat buaya ada sekumpulan anak beruang dengan kandang terbuka. Terlihat beruang disini asik saja menerima kiriman kacang maupun kerupuk dari pengunjung yang datang. Kali ini melanjutkan perjalanan untuk melihat satwa lain dan tempat yang dituju ternyata sekumpulan satwa burung dan juga reptil. Mulai dari jalak bali, kasuari, merak, elang rajawali, kakatua, sloth, berbagai jenis ular seperti cobra. Beranjak dari burung dan reptil kami pun memasuki kawasan satwa primata seperti owa jawa, wau-wau dkk. Selain satwa burung, reptil dan primata, kita juga bisa menjumpai gajah, unta, banteng, kambing, tapir, babi hutan, kuda nil, berang-berang, rusa, dan masih banyak lagi.

Doc. Pribadi - Beruang kecil


Di kebun binatang ini terdapat 213 jenis satwa, terdapat 79 jenis hewan langka yang dilindungi pemerintah. Namun yang cukup menyita perhatian saya adalah satwa langka yaitu 'kucing besar'. Anda tau kucing besar? Ya, kucing besar atau Panthera Tigris bahasa latinnya dikenal sebagai Harimau dalam bahasa Indonesia. Kenapa dibilang kucing besar? Karena dilihat dari bentuknya tidak jauh berbeda dengan kucing, hanya ukurannya lebih besar.

Ternyata di kebun binatang bandung terdapat 3 kandang harimau yang tempatnya berbeda. Tempat pertama yang kami kunjungi merupakan tempat dari seekor harimau. Kandangnya yang cukup tinggi membuat kami agak kesulitan melihat 'kucing besar' ini dari atas, ditambah harimaunya juga lagi bersantai layaknya tidur siang. Selanjutnya ada kandang terbuka yang cukup besar dari seekor harimau. Lagi lagi 'kucing besar' ini lagi bersantai tidur siang sambil menghindari sinar matahari. Namun tak berapa lama kami menyaksikan, harimau tersebut terbangun sehingga sempat untuk mengabadikan momen tingkah lakunya. Hal yang cukup menarik disini 'kucing besar' nya kok makan rumput atau dedaunan. Salah seorang teman malah nyeletuk, "karena dibandung jadi dikira lalapan mungkin". Kemudian tempat terakhir dari 'kucing besar' berada dideretan harimau dan juga singa. Kandangnya yang tidak terlalu besar dan dilindungi oleh kaca bening yang membuat kami tetap bisa melihat tingkahnya.

Doc. Pribadi - Pose Full Tim

Akhirnya misi mecari kucing besar di kebun binatang bandung tercapai juga, meskipun perlu waktu mengitari satwa-satwa lain sebelumnya. Tingkah laku dan bentuk hewan ini yang terbilang menggemaskan (asal tidak kena gigit atau cakar aja hehe) cukup memuaskan kami hari itu. Tak lupa sebelum pulang kami sempatkan untuk berpose bersama sambil berjalan santai ke pintu keluar. Demikianlah perjalanan kali ini Mencari Kucing Besar Di Kebun Binatang Bandung ! Sampai jumpa lagi di jalan-jalan selanjutnya. Seperti biasa ada sebuah Quote tentang kebun binatang dan binatang sebagai berikut :

“The greatness of a nation and its moral progress can be judged by the way its animals are treated.” - Mahatma Gandhi
“You can judge a man's true character by the way he treats his fellow animals.” - Paul McCartney
“Seperti perpustakaan umum, atau museum, kebun binatang bertujuan melayani bidang pendidikan populer serta ilmu pengetahuan.” ― Yann Martel, Life of Pi

Jumat, 13 Maret 2015

Petualangan ke Curug Malela, Kabupaten Bandung Barat Indonesia

by
Selamat Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang bagi yang merayakan, mumpung baru lewat 2 hari tanggal 14 Februari. Oke, kali ini mimin mau bercerita mengenai Petualangan melancong ke Curug Malela pada hari Minggu tanggal 15 Februari 2015 kemarin. Cerita ini dimulai dari ide dari salah satu anggota kabinet jalan-jalan yang merekomendasikan tujuan liburan akhir pekan kesana. Tanpa wacaana lagi, paginya ane dan kawan langsung berangkat ke tujuan. Meskipun belum ada yang tau jalan kesana kita percaya dengan google maps pasti akan sampai, walaupun tak tahu berapa jam lamanya.

Rute Ane ke Curug Malela via Google Maps

Awal perjalanan melalui jalur kopo kemudian terus ke jalan ciwidey-soreang dan tak berapa lama kemudian kami berbelok memasuki kawasan pegunungan mengikuti arahan google maps. Jalanan disini cukup berbatu dimana hanya sebagian saja yang diaspal. Naik turun dari gunung satu ke gunung yang lainnya, sawah dan beberapa sungai telah kami lewati hingga ditengah perjalanan mulai ragu ini jalur untuk ke curug malela. Kami mencoba bertanya pada penduduk sekitar dan hasilnya ternyata rute nya sudah benar namun perjalanan masih panjang. Akhirnya perjalanan dilanjutkan lagi dengan mengitari beberapa gunung melalui jalan berbatu mengikuti jalur pada google maps. Sudah sekitar 2 jam kami melewati jalur itu hingga akhirnya bertemu dengan jalan raya yang beraspal mulus. Lanjut menyusuri jalanan hingga kami menemukan penunjuk jalan bertuliskan arah Curug Malela dan juga arah dari batu jajar. Akibat perjalanan melelahkan tadi akhirnya kami mencoba istirahat sejenak disalah satu warung sembari mengisi tenaga. Sembari santai sejenak kami memikirkan arah batu jajar tadi (artinya jalurnya bisa lewat soekarno-hatta -- cimahi -- batu jajar). Beginilah kalau belum tau medan dan berbekal google maps saja, pelajaran berharga bagi yang menghargai waktu.

selfi dulu broo di curug malela

Foto Curug Malela


Tak perlu bagi kami untuk istirahat karena istirahat yang sebenarnya itu ketika sudah sampai ditujuan. Oke, kali ini jalurnya sudah membaik dengan jalanan aspal disepanjang jalan *yosh bisa cepat sampai. Baru beberapa jam berlalu akhirnya jalanannya kembali berbatu kemudian aspal lagi kemudian berbatu lagi. Akhirnya selang 2,5 jam dari tempat kami istirahat tadi, ane akhirnya sampai didepan gerbang wisata Curug Malela. Untuk masuk kesini cukup merogoh kocek 10 ribu rupiah saja untuk satu orang. Setelah melewati gerbang tadi ane kira jalanannya udah bagus kayak wisata-wisata lainnya tapi ternyata konjugate dari ekspektasi ane. Tanpa berlama-lama lagi ane gass poll aja biar cepat sampai ke tkp. Ternyata eh ternyata lagi perjalanan dari gerbang ke tempat persinggahan curugnya butuh waktu kurang lebih 30 menit. Oiya jalur yang sekarang sepertinya hanya bisa dilalui oleh motor aja, soalnya kalau mobil bakal susah banget (hampir gak bisa). Lanjut, akhirnya ane sampai juga di tempat persinggahan dan untuk menuju ke curug nya kita perlu menempuh perjalanan kurang lebih 20-30 menit berjalan kaki. Sungguh perjuangan yaa untuk bisa sampai ke mini Niagaranyanya Indonesia ini apalagi jalanan kesana yang menurun. Kalau dilakukan dengan usaha yang ikhlas, sebenarnya tinggal percaya aja kalau proses tidak akan pernah mengkhianati hasilnya karena kita hanya bisa berusaha sisanya kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa.

Ane berpose santai di TKP

Pose bersyukur bisa menikmati keindahan Curug Malela

Pose sebelum balik pulang

Pose kurang satu personil lagi

Rabu, 23 Juli 2014

Jappa-Jappa Rong: Edisi Gianyar Dan Pura Goa Gajah

by
Awal ceritanya, ane sebenarnya berencana untuk mengunjungi Bali Zoo, Pura Rambut Siwi dan Pasar Sukawati namun ternyata malah sampai di Pura Goa Gajah. Meskipun sama-sama berada di daerah Kabupaten Gianyar namun waktu berkata lain. Hari Sabtu kemarin tepatnya 19 Juli mumpung masih suasana libur kerja  makanya bisa melanjutkan Jappa-Jappa Rong. Pagi itu ane langsung bergegas untuk persiapan perjalanan nanti ditambah rute jalan yang telah ane cari dari malamnya. Berbekal tas ransel, handphone dan sepeda motor ane akhirnya berangkat sekitar jam 10 pagi menuju Kabupaten Gianyar, Bali.

Menuju Kabupaten Gianyar dengan berbekal bantuan Google Maps ane menuju ke Bali Zoo terlebih dulu. Singkat cerita ane sampai disana, parkir motor sebentar, dan browsing sebentar mengenai harga tiket masuk disana. Dikarenakan perbekalan yang kurang memadai saat itu maka ane tunda dulu untuk masuk dan memilih melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya. Masih dengan bantuan Google Maps ane melanjutkan perjalanan menuju Pura Rambut Siwi / Pasar Sukawati . Namun akibat keasyikan jalan tanpa intens melihat Maps nya makanya ane sampai kelewatan. Tanpa pikir panjang ane buka Maps lagi dan mencari tujuan baru yang terdekat dimana saat itu ada Pura Goa Gajah. Sepanjangan perjalanan ane disuguhi dengan pemandangan kiri-kanan jalan dengan para pengrajin pahatan kayu dan batu khususnya patung. Memang tak salah kalau Gianyar menjadi pusat budaya ukiran di Bali. Tampak juga disana telah banyak pertokoan, tempat perbelanjaan serta beberapa hotel. Sekadar informasi juga kalau wilayah Kabupaten Gianyar dibagi menjadi 7 kecamatan yaitu Blahbatuh, Gianyar, Payangan, Tegallalang, Tampaksiring, Sukawati, Ubud.

Oke, kita lanjutkan menuju ke Pura Goa Gajah.
Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Berada persis di sebelah kanan jalan raya jalur Ubud - Kintamani sehingga memudahkan perjalanan kesana. Apabila dari Kota Denpasar hanya memerlukan waktu sekitar 45 menit saja untuk menempuh perjalanan ke Goa Gajah yang berjarak 30 km ke arah timur laut. Sesampainya disana ane langsung disuguhkan dengan berbagai souvernir yang cocok untuk oleh-oleh buat para pelancong. Tanpa basa-basi ane langsung menuju loket penjualan tiket disana dimana Rp 15.000 rupiah untuk Dewasa dan Rp 10.000 untuk Anak-Anak (2-12 Tahun). Sebelum masuk akan ada pengecekan tiket disana dan disediakan kain bali bagi pengunjung yang menggunakan celana pendek. Di dalam ane langsung menuruni tangga dan sampai disebuah tempat yang berbentuk kolam yang terbagi tiga biasa dikenal dengan tempat petirtaan.

Gambar Salah Satu Tempat Petirtaan, Goa Gajah

Selanjutnya ane langsung menuju ke Goa Gajah dimana terdapat pintu berukuran 1x2 meter yang dibagian atasnya terdapat ukiran Arca Ganesha (Gajah). Didalam kita akan mendapati jalur kiri dan jalur kanan, dimana dibagian sebelah kanan terdapat Arca/Lingga Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa (dikenal Trimurti, Tri Lingga) dan dibagian sebelah kiri terdapat Arca/Lingga Ganesha. Setelah dari Goa Gajahnya ane mencoba menjelajah tempat lainnya lagi, dimana ane tepat dibelakang petirtaan tadi ternyata ada sebuah pohon pandu menjulang tinggi yang katanya telah berumur 500 tahun.

Gambar Pintu Masuk Goa Gajah tempat Arca/Linggam

Gambar Pohon Pandu berusia 500 tahun

Setelah semua itu dalam perjalanan ane berikutnya akan menuju ke tempat arca buddha, perlu diketahui juga arealnya diluar dari Goa Gajah jadi kita perlu menambah kocek sedikit sebagai sumbangan sebelum masuk. Sebelumnya, dalam perjalanan menuju ke bagian lain dari Goa Gajah ane masih sempat untuk melihat banyak batuan unik yang terukir serta beberapa batuan besar lainnya yang menakjubkan. Tak lupa juga ane sempatkan untuk membeli ukiran khas Goa Gajah *efek nyasar gan.

Gambar Bagian Menuju Areal Bebatuan dan Jualan Ukiran

Gambar foto ane berpose dibelakang batuan besar

Perjalanan menuju ke areal Arca Buddha tersebut cukup lumayan susah (tanpa guide haha) dikarenakan kondisi habis hujan waktu ane kesana, licin dan ane sendiri pun bingung jalanan aslinya dimana. Akhirnya ane keliling sampe mutar-mutar pun belum ketemu alias nyasar lagi dan ane pun memutuskan untuk putar balik dan mengakhiri petualangan di Pura Goa Gajah. Sampai ketemu lagi di Edisi Jappa-Jappa Rong ala #GT




Gambar Bebetuan Unik Dalam Areal Goa Gajah