" Apa gunanya punya jutaan piala, medali, dan pesawat, jika kau tidak dapat bersenang-senang? " [James Hunt]

Selasa, 06 September 2016

Pangkalpinang, Kota Dengan Sejarah Yang Tak Boleh Dilewatkan

by
Kota Pangkalpinang merupakan salah satu Daerah Pemerintahan Kota di Indonesia yang mana bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kota ini terletak di bagian timur Pulau Bangka atau kurang lebih 15 menit bila dari Bandara Depati Amir. Kota ini luasnya 118.408 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 328.167 jiwa. Pangkalpinang resmi berdiri pada 14 November 1956, yang artinya kurang lebih 11 tahun setelah Indonesia merdeka. Meskipun demikian namun Kota Pangkalpinang diprediksi sudah ada sejak tahun 1757, inilah salah satu alasan mengapa sejarah Kota Pangkalpinang tak boleh dilewatkan. Saya yakin masih banyak orang yang bahkan belum tau keberadaan kota Pangkalpinang ini apalagi tempatnya bahkan sejarahnya, saya sendiri belum pernah kesana secara langsung hehe.
Wilayah Kota Pangkalpinang Dari Google Maps

Bila dilihat dari etimologi katanya, pangkalpinang terdiri dari dua kata yaitu pangkal yang artinya pusat atau awal, dan pinang (areca chatecu) yang mana nama tumbuhan sejenis palm. Adapun pangkal juga digunakan oleh orang Bangka di masa lalu untuk penyebutan daerah-daerah seperti Pangkal Bulo, Pangkal Raya, Pangkal Menduk dll. Pusat permukiman awal dari Kota Pangkalpinang dibangun ditepi Sungai Rangkui yang membelah kota ini. Proses pembentukan Pangkalpinang menjadi sebuah kota seperti sekarang sangatlah panjang dan berakar. Hal ini dimulai dari saat biji timah yang ditemukan hamper di seluruh pelosok Pulau Bangka, hingga upaya eksploitasi timah dan hasil bumi oleh berbagai bangsa. Awal mula Pangkalpinang ini dari pemerintahan Sultan Susuhunan Ahmad Najamuddin I Adi Kesumo, dimana beliau memerintahkan Abang Pahang bergelar Tumenggung Dita Menggala dan kepada Depati serta Batin-batin. Kemudian Batin kepada Krio yang ada di Pulau Bangka untuk mencari Pangkal sebagai tempat kedudukan Demang dan Jenang yang akan bertugas mengawasi penambangan timah. Adapun pangkal yang dibuat pada masa itu adalah Pangkal Bendul, Bijat, Bunut, Rambat, Parit Sungai Buluh, Tempilang, Lajang, Sungai Liat, Cegal, Pangkal Koba, Balar, Toboali dan Pangkalpinang.

Diketahui bahwa Pulau Bangka pernah menjadi wilayah taklukan dari Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kemudian setelahnya berlanjut dikuasai oleh Belanda, Inggris hingga Jepang. Setelah Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, oleh Belanda dibentuk Dewan Bangka Sementara pada 10 Desember 1946. Selanjutnya resmi menjadi Dewan Bangka yang dipimpin oleh Musarif Datuk Bandaharo Leo yang masih dilantik oleh Belanda pada 11 November 1947. Dewan Bangka merupakan Lembaga Pemerintahan Otonomi Tinggi. Pada 23 Januari 1948, Federasi Bangka Belitung dan Riau (FABERI) dimana yang tergabung didalamnya Dewan Bangka, Dewan Belitung, dan Dewan Riau merupakan suatu bagian dalam Negara Republik Indonesia Serikat. Kemudian berdasarkan Keputusan Presiden RIS Nomor 141 Tahun 1950 kembali bersatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga berlaku Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948. Pada 22 April 1950 oleh Pemerintah diserahkan wilayah Bangka Belitung kepada Gubernur Sumatera Selatan Dr. Mohd. Isa yang disaksikan oleh Perdana Menteri Dr. Hakim dan Dewan Bangka Belitung dibubarkan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 wilayah Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung menjadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selanjutnya Kota Pangkalpinang berkembang dari status kota kecil di tahun 1956, kotapraja, kotamadya hingga menjadi kotamadya daerah tingkat II Pangkalpinang.

Pulau Bangka Dilihat Dari Google Maps

Kemudian bila diperhatikan hingga saat ini masih menjadi perdebatan untuk penduduk asli di Pulau Bangka khususnya di Pangkalpinang itu sendiri. Ada yang mengatakan bahwa penduduk asli Pulau ini adalah Suku Melayu, namun sejarak kota ini juga diwarnai dengan kedatangan orang Bugis. Orang Cina juga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pulau ini. Sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 1954 berjudul Republik Indonesia Propinsi Sumatera Selatan menuliskan bahwa penduduk asli Pulau Bangka adalah mereka yang merupakan hasil pertalian perkawinan antara pelaut yang datang dari Jawa, Palembang, Minangkabau dan Bugis yang menjelma menjadi penduduk asli yang baru.

Jika dilihat dari sejarahnya, Kota Pangkalpinang memiliki sejarah yang mengakar bahkan sampai saat masa kerajaan di nusantara masih berkuasa. Apalagi dahulu beberapa pemimpin bangsa ini ada yang pernah diasingkan di daerah Pangkalpinang ataupun Kepulauan Bangka. Sebut saja Bung Hatta, RS Soerjadarma (dulunya KSAU), MR Asaat (dulunya Ketua KNIP) dan AG Pringgodigdo (dulunya Mensesneg). Bahkan sekelas Bung Karno, KH Agus Salim maupun Sutan Sjahrir pernah diasingkan juga disini meskipun tidak dalam waktu lama. Bila Anda sempat berkunjung ke Pangkalpinang pastikan Anda dapat berkunjung ke beberapa destinasi penting dan cagar budaya di Kota Pangkalpinang seperti berikut ini.

Rumah Residen
Bangunan ini terletak d jalan Merdeka nomor 1. Sebelum menjadi rumah dinas Walikota, dulunya ini rumah Residen Belanda. Rumah ini sangat bersejarah karena menjadi pusat pemerintahan dan pusat kegiatan di Kota Pangkalpinang. Didepannya terdapat alun-alun atau lebih dikenal Lapangan Merdeka. Dihalaman rumah tersebut juga terdapat dua meriam kuno berangka tahun 1840 dan 1857.

Tamansari
Wakil Presiden Mohammad Hatta meresmikan Tugu Pergerakan Kemerdekaan di area ini pada tahun 1949. Adapun Tugu Pergerakan Kemerdekaan dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Bangka dalam mempertahankan serta merebut kemerdekaan setelah proklamasi 17 Agustus 1945.

Museum Timah Indonesia
Awalnya rumah pejabat perusahaan timah Bangka Tin Winnig Bedryf dan menjadi museum sejak 1997. Lokasi museum ini di Jalan Jenderal A.Yani No. 17

Masjid Jami’
Masjid ini berlokasi di kampong dalam, dan diperkirakan dibangun tahun 1930. Masjid ini dibangun oleh Atok H. Saleh penghulu Kota Pangkalpinang dengan bentuk Pyramid berlantai dua. Bangunan ini berlantai semen dan berdiding kayu serta atap terbuat dari genteng. Lantai 1 untuk sholat, lantai 2 sebagai perpustakaan dan penyimpanan kelengkapan. Pemugaran pertama masjid ini dilakukan tahun 1950 atas swadaya masyarakat.

Makam Belanda (Keerkhof)
Kompleks Pemakaman Belanda ini terletak di jalan Sekolah Kelurahan Melintang Kecamatan Rangkui. Disini terdapat sekitar 90 makam, dimana yang tertua berasal dari tahun 1902 dan termuda sekitar tahun 1950an. Salah satu makam yang tertua adalah makam Nyonya Irene Mathilde Ehrencron yang wafat pada 10 MAret 1928. Keerkhof adalah salah satu bukti bahwa Pangkalpinang memiliki nilai strategis bagi Pemerintah Hindia Belanda waktu itu.

Perigi Pekasem
Sumur atau perigi pekasem ini terletak di Kelurahan Tuatunu Indah Kecamatan Gerunggang. Sumur ini dulunya dijadikan tempat untuk membuang mayat orang-orang yang terbunuh TKR (Tentara Keamanan Rakyat), karena dianggap musuh atau sebagai mata-mata Belanda atau sekutu.

Serta masih banyak tempat lainnya seperti Taman Merdeka, Gereja Maranatha, Gereja Katedral Pangkalpinang, Vihara Citra Maitreya, Klenteng Konghucu, RS Bakti Timah, Wisma Timah I dll.

Tema dan Slogan Visit Pangkalpinang Tahun 2015



Pangkalpinang, Pangkal Kemenangan“, demikian salah satu teriakan dari Presiden Soekarno di Pangkalpinang saat akan kembali ke Ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta pada 6 Juli 1949. Dikota Pangkalpinang Anda dapat menemukan keramahan, kerukunan masyarakatnya , keragaman adat, tradisi, agama serta budaya.  Hal ini telah berlangsung sejak dahulu kala dan akan tetap berlangsung hingga anak cucu kelak. Sejarah inilah yang nantinya akan diceritakan kepada anak-anak penerus bangsa khususnya generasi di Kota Pangkalpinang. Bahkan Pesona Pangkal Pinang dapat terlihat dari sisi sejarah nya.



Referensi : Sejarah Kota Pangkalpinang - Academia Edu

Rabu, 31 Agustus 2016

Kakak Asuh Bali, Pemberi Harapan Anak Putus Sekolah Di Bali

by
Bali dengan berbagai keindahan alam serta beragam kebudayaan nya tak ayal diganjar sebagai surga di dunia, khusus bagi setiap orang yang pernah kesana. Pesona Bali juga mampu membawa wisatawan mancanegara sebanyak 3.766.638 orang pada tahun 2014. Bali juga memiliki 2.058 restoran, 249 hotel dengan jumlah kamar yang tersedia sampai 28.811 kamar. Hal ini juga yang memungkinkan Bali menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar untuk negara dari sektor pariwisata. Dengan segala potensi tersebut ternyata tidak banyak berdampak buat masyarakat Bali itu sendiri. Tercatat pada Maret 2015 penduduk miskin di Bali sebesar 196.710 jiwa. Dimana terdapat sekitar 8,7% penduduk tidak bersekolah dari total penduduk 4.104.900 jiwa, artinya masih ada 357.126 jiwa yang tidak bersekolah tidak terkecuali di daerah pelosok Bali. (Bali Dalam Angka 2015)
Salah Satu Poster Oprec Kakak Asuh Bali

Berangkat dari sekelumit masalah yang ada tersebut, lahirlah sebuah gerakan bernama Kakak Asuh Bali asuhan Pande Putu Setiawan (Pendiri sekaligus Ketua Komunitas Anak Alam). Komunitas Kakak Asuh Bali  ini bertujuan untuk menuntaskan anak putus sekolah di Bali khususnya di daerah pelosok, bukankah ini sebuah Kabar Baik?. Gerakan kakak asuh Bali ini menggunakan sistem relawan dan juga 'patungan/urunan'. Dimana setiap orang disini dapat menjadi kakak asuh untuk setiap anak putus sekolah maupun anak dari pelosok Bali yang membutuhkan bantuan biaya sekolah. Sebelumnya tim Kakak Asuh Bali telah melakukan survei untuk mendapatkan anak yang sesuai dan berhak untuk diberikan bantuan. Kemudian buat calon kakak asuh dapat memilihnya anak asuh nya sendiri untuk diberikan bantuan,
dari tim Kakak Asuh Bali juga akan membagi calon kakak asuh kedalam kelompok yang terdiri dari 5 orang. Adapun biaya per kakak asuh yaitu 20 ribu rupiah untuk setiap bulannya dan berlangsung selama 1 tahun. Tidak begitu besar untuk kebanyakan orang, malah bahkan sangat sedikit jika dibandingkan dengan pendapatan Bali dari sektor Pariwisatanya. Dengan biaya tersebut diharapkan para anak asuh ini dapat terbantu dari segi perlengkapan sekolahnya yang mana membuat dirinya lebih bersemangat menimba ilmu.

Inovasi Daerah ini benar-benar keren!!! Dimulai dari para semangat para pemuda pemudi Bali yang membantu adik-adiknya yang bakal menjadi generasi penerus nantinya setelah mereka. Mereka percaya bahwa dengan pendidikan, adik-adik tersebut mampu merubah nasibnya sendiri bahkan negara ini. Adapun volunteer dari Kakak Asuh Bali ini seringkali pergi dari satu desa ke desa lainnya di pelosok Pulau Dewata itu untuk mencari anak-anak yang semangat untuk mengenyam pendidikan. Tak jarang menyusuri jalan panjang bahkan melewati hutan, itu semua demi mendapatkan adik-adik asuh yang masih bersemangat belajar bersama teman-temannya. "Tugas mereka untuk terus bermimpi, Tugas kita mewujudkan mimpi-mimpi mereka" oleh Kakak Asuh Bali, begitulah kira-kira semboyan yang seringkali menjadikan para volunteer tergerak untuk bergabung dan bersemangat. Semua ini mereka lakukan tanpa pamrih dan dilakukan memang karena niat tulus ikhlas semata. Mereka percaya bahwa melakukan sesuatu Untuk Indonesia tidak perlu langsung melakukan hal besar semata, namun dengan melihat anak-anak di pelosok Bali dapat bersekolah dengan semangat serta riang gembira saja sudah cukup.

Kalian bisa lihat segala kegiatan dan juga adik-adik asuh tersebut melalui Instagram Kakak Asuh Bali, dari sekian banyak itu saya coba tampilkan beberapa.

Salah satu Volunteer Kakak Asuh Bali Sedang Mendata Calon Adik Asuh

Gambar diatas memiliki caption yang membuat hati ini memaksa untuk terus mengucap syukur bagi kita ataupun kalian yang mampu mengeyam pendidikan hingga ke jenjang tertinggi. Berikut captionnya
D : "Apa cita-citamu dik?"
A : "Masuk SMP kak!"

Kalau Bisa Ikut Bantu Kenapa Cuma Nyalahin Pemerintah -Kakak Asuh Bali-

Semangat Adik-Adik Di SD 5 Bhuana Giri Untuk Duduk Di Kelas Dan Belajar

Pada gambar terakhir ini terlihat adik-adik dari SD 5 Bhuana Giri yang tiap harinya harus melalui jalan panjang lewat hutan serta sungai kering hanya untuk bersekolah. Satu jam perjalanan dengan berjalan kaki hal biasa yang mereka lakukan, sungguh membuat bangga dan terharu. Semangat adik-adikku !!!

Bila dibandingkan dengan para volunteer Kakak Asuh Bali maka saya bukanlah siapa-siapa. Sementara para Kakak Asuh Bali berkeliling desa untuk mencari calon adik asuh, saya hanya mampu menuliskan Kabar Baik ini di blog pribadinya. Inovasi Daerah ini betul-betul membuat penulis juga untuk bergabung sebagai salah satu donatur. Karena berbuat sesuatu Untuk Indonesia tidak perlu menunggu pemerintah atau siapapun, semuanya bisa dimulai dari diri kita sendiri.



Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Sabtu, 23 April 2016

Tulisan Meow Dimana mana

by
Seperti yang kita ketahui bersama kalau gw ini #BukanPenulis meskipun terus mencoba menulis hal-hal yang #Mungkin tidak penting juga *yasudahlah. Pada postingan kali ini gw mau membagiakan beberapa tulisan gw yang dimuat di website lain (tentunya yang lebih terkenal dari blog gw ). Meskipun masih dikit tapi akan terus bertambah seiring hidup gw, selamat menikmati :

1. Awalnya cuman iseng ikutan kontes menulis tentang travelling gitu dan akhirnya tulisan gw bisa terpampang disitu. Meskipun gw gak memenangkan apapun disana tapi ya lumayan lah.


1 April 2016

Super Adventure

2. Coming Soon

3. Coming Soon

4. Coming Soon

5. Coming Soon

Minggu, 10 April 2016

Mengejar Sertifikasi di HCNA Part 1

by
Lama sudah postingan gue tidak mewarnai blog Official Wacana ini, akhirnya setelah hari-hari yang panjang selama 2 minggu ini bisa posting lagi deh. Cerita gue kali ini datang dari sebuah program sertifikasi Huawei  bernama HCNA (Huawei Certified National Associated). HCNA ini diselenggarakan oleh Huawei yang bekerja sama dengan Kementerian Kominfo, Telkomsel dan Telkom Indonesia. Tahun ini program HCNA memasuki Tahun ke-3 dengan asal peserta dari beberapa kampus di Indonesia seperti Universitas Telkom, ITB (Institut Teknologi Bandung), ITS (Institut Teknologi Surabaya), Uniram (Universitas Mataram), Unibraw (Universitas Brawijaya) dan IT Del Medan. Sertifikasi Huawei ini pun bertaraf Internasional dan juga diakui oleh SKKNI (Standar Kompetisi Kerja Nasional Indonesia) yang artinya dapat digunakan didalam maupun luar Indonesia.

Singkatnya, tanpa pikir panjang gue pun segera mendaftarkan diri dengan mengirim syarat berkas ke email yang tertera. Adapun berkas yang diminta berupa Transkrip Nilai dan Curiculum Vitae (CV). Tidak lama setelah pendaftaran ditutup gue pun menerima balasan email untuk mengikuti tes selanjutnya berupa tes wawancara. Jeng! Jeng! Jeng! Meski sudah biasa ikut tes wawancara seperti seleksi asisten, kepantiaan, organisasi dll, namun ini wawancara pertama gue dengan perusahaan (walaupun masih sertifikasi ya hihi). Tanpa persiapan khusus dan sebelumnya sudah nanya-nanya ke orang yang udah pernah tes/lulus sertifikasi tahun lalu akhirnya gue pun pede aja.

Tiba juga hari tes wawancara program HCNA ini, dimulai jam 8 pagi waktu kampus gue. Karena hari ini gue ada kuliah jadi datangnya on time banget deh. Seluruh pendaftar program ini mencapai 80an orang loh dan kebanyakan dari Jurusan Telekomunikasi. Terlihat waktu sudah menunjukkan 8 tepat namun belum ada siapa-siapa diruangan kecuali para pendaftar. Beberapa saat kemudian sekitar setengah 9 pagi dari pihak huawei pun datang. Diawali pembukaan oleh kemahasiswaan Fakultas Teknik Elektro dan dilanjutkan oleh pihak huawei menjelaskan tentang program HCNA serta Perusahaan Huawei. Sebelumnya kita diminta untuk mengumpulkan CV dan Transkrip Nilai sembari mengisi Presensi wawancara yang akan dilakukan. Mau tau seputar Perusahaan Huawei? Bisa kunjungi websitenya di www.huawei.com . Dijelaskan juga kalau peserta terbaik program HCNA ini berhak untuk magang 1 bulan di Telkomsel loh. Termasuk juga dijelaskan kalau tes wawancaranya menggunakan bahasa inggris. Setelah beres pembukaan dan penjelasan dari pihak huawei akhirnya kami disuruh menuju ke ruangan wawancara

Didepan ruangan wawancara sudah ada panitianya yang bersiap memanggil nama yang akan diwawancara, dan ternyata 4-5 nama sekaligus. Meski masuknya ramean namun pas didalam ternyata ada 4-5 orang pewawancara juga. Gue menjadi peserta terakhir yang diwawancara karena waktu ngisi presensi juga paling belakang hahaha. Ketika didalam ruangan seperti biasa perkenalan diri dan motivasi ingin mengikuti program ini. Dilanjutkan menceritakan kegiatan sehari-hari, sedikit tentang kepemimpinan dan organisasi hingga yang terakhir apa yang bisa meyakinkan mereka mau memilih gue untuk ikut program HCNA tersebut. Semuanya dalam bahasa inggris loh ya, baik pewawancara maupun gue sebagai pendaftar. I know my english ability is limited in speaking but I just do my best there. Although sometime there are words that I forgot but I still make them sure know what I mean. I think the interview was only about 5-10 minutes.

Pengumuman peserta yang lolos seleksi dan berhak mengikuti Program HCNA di Pustiknas (Pusat TIK Nasional), Ciputat, Tangeran Selatan itu akhirnya diumumkan lewat email. Daaan nama gue pun ada disana !! Bersiap meraih sertifikasi pertama dan berangkat ke Pustiknas, Ciputat, Tangerang Selatan.

Selanjutnya tunggu cerita gue selanjutnya di Mengejar Sertifikasi di HCNA Part 2 !!