Seperti yang kita ketahui bersama kalau gw ini #BukanPenulis meskipun terus mencoba menulis hal-hal yang #Mungkin tidak penting juga *yasudahlah. Pada postingan kali ini gw mau membagiakan beberapa tulisan gw yang dimuat di website lain (tentunya yang lebih terkenal dari blog gw ). Meskipun masih dikit tapi akan terus bertambah seiring hidup gw, selamat menikmati :
1. Awalnya cuman iseng ikutan kontes menulis tentang travelling gitu dan akhirnya tulisan gw bisa terpampang disitu. Meskipun gw gak memenangkan apapun disana tapi ya lumayan lah.
1 April 2016
Super Adventure
2. Coming Soon
3. Coming Soon
4. Coming Soon
5. Coming Soon
Sabtu, 23 April 2016
Minggu, 10 April 2016
by Meowtivator
Minggu, April 10, 2016
Lama sudah postingan gue tidak mewarnai blog Official Wacana ini, akhirnya setelah hari-hari yang panjang selama 2 minggu ini bisa posting lagi deh. Cerita gue kali ini datang dari sebuah program sertifikasi Huawei bernama HCNA (Huawei Certified National Associated). HCNA ini diselenggarakan oleh Huawei yang bekerja sama dengan Kementerian Kominfo, Telkomsel dan Telkom Indonesia. Tahun ini program HCNA memasuki Tahun ke-3 dengan asal peserta dari beberapa kampus di Indonesia seperti Universitas Telkom, ITB (Institut Teknologi Bandung), ITS (Institut Teknologi Surabaya), Uniram (Universitas Mataram), Unibraw (Universitas Brawijaya) dan IT Del Medan. Sertifikasi Huawei ini pun bertaraf Internasional dan juga diakui oleh SKKNI (Standar Kompetisi Kerja Nasional Indonesia) yang artinya dapat digunakan didalam maupun luar Indonesia.
Singkatnya, tanpa pikir panjang gue pun segera mendaftarkan diri dengan mengirim syarat berkas ke email yang tertera. Adapun berkas yang diminta berupa Transkrip Nilai dan Curiculum Vitae (CV). Tidak lama setelah pendaftaran ditutup gue pun menerima balasan email untuk mengikuti tes selanjutnya berupa tes wawancara. Jeng! Jeng! Jeng! Meski sudah biasa ikut tes wawancara seperti seleksi asisten, kepantiaan, organisasi dll, namun ini wawancara pertama gue dengan perusahaan (walaupun masih sertifikasi ya hihi). Tanpa persiapan khusus dan sebelumnya sudah nanya-nanya ke orang yang udah pernah tes/lulus sertifikasi tahun lalu akhirnya gue pun pede aja.
Tiba juga hari tes wawancara program HCNA ini, dimulai jam 8 pagi waktu kampus gue. Karena hari ini gue ada kuliah jadi datangnya on time banget deh. Seluruh pendaftar program ini mencapai 80an orang loh dan kebanyakan dari Jurusan Telekomunikasi. Terlihat waktu sudah menunjukkan 8 tepat namun belum ada siapa-siapa diruangan kecuali para pendaftar. Beberapa saat kemudian sekitar setengah 9 pagi dari pihak huawei pun datang. Diawali pembukaan oleh kemahasiswaan Fakultas Teknik Elektro dan dilanjutkan oleh pihak huawei menjelaskan tentang program HCNA serta Perusahaan Huawei. Sebelumnya kita diminta untuk mengumpulkan CV dan Transkrip Nilai sembari mengisi Presensi wawancara yang akan dilakukan. Mau tau seputar Perusahaan Huawei? Bisa kunjungi websitenya di www.huawei.com . Dijelaskan juga kalau peserta terbaik program HCNA ini berhak untuk magang 1 bulan di Telkomsel loh. Termasuk juga dijelaskan kalau tes wawancaranya menggunakan bahasa inggris. Setelah beres pembukaan dan penjelasan dari pihak huawei akhirnya kami disuruh menuju ke ruangan wawancara
Didepan ruangan wawancara sudah ada panitianya yang bersiap memanggil nama yang akan diwawancara, dan ternyata 4-5 nama sekaligus. Meski masuknya ramean namun pas didalam ternyata ada 4-5 orang pewawancara juga. Gue menjadi peserta terakhir yang diwawancara karena waktu ngisi presensi juga paling belakang hahaha. Ketika didalam ruangan seperti biasa perkenalan diri dan motivasi ingin mengikuti program ini. Dilanjutkan menceritakan kegiatan sehari-hari, sedikit tentang kepemimpinan dan organisasi hingga yang terakhir apa yang bisa meyakinkan mereka mau memilih gue untuk ikut program HCNA tersebut. Semuanya dalam bahasa inggris loh ya, baik pewawancara maupun gue sebagai pendaftar. I know my english ability is limited in speaking but I just do my best there. Although sometime there are words that I forgot but I still make them sure know what I mean. I think the interview was only about 5-10 minutes.
Pengumuman peserta yang lolos seleksi dan berhak mengikuti Program HCNA di Pustiknas (Pusat TIK Nasional), Ciputat, Tangeran Selatan itu akhirnya diumumkan lewat email. Daaan nama gue pun ada disana !! Bersiap meraih sertifikasi pertama dan berangkat ke Pustiknas, Ciputat, Tangerang Selatan.
Selanjutnya tunggu cerita gue selanjutnya di Mengejar Sertifikasi di HCNA Part 2 !!
Singkatnya, tanpa pikir panjang gue pun segera mendaftarkan diri dengan mengirim syarat berkas ke email yang tertera. Adapun berkas yang diminta berupa Transkrip Nilai dan Curiculum Vitae (CV). Tidak lama setelah pendaftaran ditutup gue pun menerima balasan email untuk mengikuti tes selanjutnya berupa tes wawancara. Jeng! Jeng! Jeng! Meski sudah biasa ikut tes wawancara seperti seleksi asisten, kepantiaan, organisasi dll, namun ini wawancara pertama gue dengan perusahaan (walaupun masih sertifikasi ya hihi). Tanpa persiapan khusus dan sebelumnya sudah nanya-nanya ke orang yang udah pernah tes/lulus sertifikasi tahun lalu akhirnya gue pun pede aja.
Tiba juga hari tes wawancara program HCNA ini, dimulai jam 8 pagi waktu kampus gue. Karena hari ini gue ada kuliah jadi datangnya on time banget deh. Seluruh pendaftar program ini mencapai 80an orang loh dan kebanyakan dari Jurusan Telekomunikasi. Terlihat waktu sudah menunjukkan 8 tepat namun belum ada siapa-siapa diruangan kecuali para pendaftar. Beberapa saat kemudian sekitar setengah 9 pagi dari pihak huawei pun datang. Diawali pembukaan oleh kemahasiswaan Fakultas Teknik Elektro dan dilanjutkan oleh pihak huawei menjelaskan tentang program HCNA serta Perusahaan Huawei. Sebelumnya kita diminta untuk mengumpulkan CV dan Transkrip Nilai sembari mengisi Presensi wawancara yang akan dilakukan. Mau tau seputar Perusahaan Huawei? Bisa kunjungi websitenya di www.huawei.com . Dijelaskan juga kalau peserta terbaik program HCNA ini berhak untuk magang 1 bulan di Telkomsel loh. Termasuk juga dijelaskan kalau tes wawancaranya menggunakan bahasa inggris. Setelah beres pembukaan dan penjelasan dari pihak huawei akhirnya kami disuruh menuju ke ruangan wawancara
Didepan ruangan wawancara sudah ada panitianya yang bersiap memanggil nama yang akan diwawancara, dan ternyata 4-5 nama sekaligus. Meski masuknya ramean namun pas didalam ternyata ada 4-5 orang pewawancara juga. Gue menjadi peserta terakhir yang diwawancara karena waktu ngisi presensi juga paling belakang hahaha. Ketika didalam ruangan seperti biasa perkenalan diri dan motivasi ingin mengikuti program ini. Dilanjutkan menceritakan kegiatan sehari-hari, sedikit tentang kepemimpinan dan organisasi hingga yang terakhir apa yang bisa meyakinkan mereka mau memilih gue untuk ikut program HCNA tersebut. Semuanya dalam bahasa inggris loh ya, baik pewawancara maupun gue sebagai pendaftar. I know my english ability is limited in speaking but I just do my best there. Although sometime there are words that I forgot but I still make them sure know what I mean. I think the interview was only about 5-10 minutes.
Pengumuman peserta yang lolos seleksi dan berhak mengikuti Program HCNA di Pustiknas (Pusat TIK Nasional), Ciputat, Tangeran Selatan itu akhirnya diumumkan lewat email. Daaan nama gue pun ada disana !! Bersiap meraih sertifikasi pertama dan berangkat ke Pustiknas, Ciputat, Tangerang Selatan.
Selanjutnya tunggu cerita gue selanjutnya di Mengejar Sertifikasi di HCNA Part 2 !!
Kamis, 17 Maret 2016
by Meowtivator
Kamis, Maret 17, 2016
Cerita kali ini tentang mencari kucing besar dan membawa saya untuk pertama kalinya ke kebun binatang. Sejujurnya memang di Sulawesi Selatan, daerah asal saya memang tidak ada kebun binatang. Kebun Binatang Bandung ini beralamatkan di Jalan Kebun Binatang No 6 Taman Sari Bandung Jawa Barat Indonesia – Telpon (022) 2507302. Karena sudah hafal daerah Bandung, tak cukup sulit untuk menuju ke kebun binatang ini menggunakan kendaraan pribadi. Tanpa perlu waktu lama kamipun parkir kendaraan di kampus ITB dan masuk ke kebun binatang melalui pintu 2. Sekedar informasi bahwa kebun binatang ini memiliki 3 pintu masuk dan harga tiket masuknya Rp. 20.000 / orang. Kebetulan kemarin itu pas weekday, jadi untuk weekend sayapun belum mengetahui harga tiketnya ya.
Petualangan pun dimulai!! Kunjungan yang pertama setelah kami berlima masuk ternyata tempat sekumpulan buaya. Namun sangat disayangkan buaya nya saat itu sedang asik berjemur tanpa melakukan gerakan sedikitpun. Meskipun tetap saja ada seorang teman yang tidak terlalu suka sehingga mengajak untuk segera pindah. Tak jauh dari tempat buaya ada sekumpulan anak beruang dengan kandang terbuka. Terlihat beruang disini asik saja menerima kiriman kacang maupun kerupuk dari pengunjung yang datang. Kali ini melanjutkan perjalanan untuk melihat satwa lain dan tempat yang dituju ternyata sekumpulan satwa burung dan juga reptil. Mulai dari jalak bali, kasuari, merak, elang rajawali, kakatua, sloth, berbagai jenis ular seperti cobra. Beranjak dari burung dan reptil kami pun memasuki kawasan satwa primata seperti owa jawa, wau-wau dkk. Selain satwa burung, reptil dan primata, kita juga bisa menjumpai gajah, unta, banteng, kambing, tapir, babi hutan, kuda nil, berang-berang, rusa, dan masih banyak lagi.
Di kebun binatang ini terdapat 213 jenis satwa, terdapat 79 jenis hewan langka yang dilindungi pemerintah. Namun yang cukup menyita perhatian saya adalah satwa langka yaitu 'kucing besar'. Anda tau kucing besar? Ya, kucing besar atau Panthera Tigris bahasa latinnya dikenal sebagai Harimau dalam bahasa Indonesia. Kenapa dibilang kucing besar? Karena dilihat dari bentuknya tidak jauh berbeda dengan kucing, hanya ukurannya lebih besar.
Ternyata di kebun binatang bandung terdapat 3 kandang harimau yang tempatnya berbeda. Tempat pertama yang kami kunjungi merupakan tempat dari seekor harimau. Kandangnya yang cukup tinggi membuat kami agak kesulitan melihat 'kucing besar' ini dari atas, ditambah harimaunya juga lagi bersantai layaknya tidur siang. Selanjutnya ada kandang terbuka yang cukup besar dari seekor harimau. Lagi lagi 'kucing besar' ini lagi bersantai tidur siang sambil menghindari sinar matahari. Namun tak berapa lama kami menyaksikan, harimau tersebut terbangun sehingga sempat untuk mengabadikan momen tingkah lakunya. Hal yang cukup menarik disini 'kucing besar' nya kok makan rumput atau dedaunan. Salah seorang teman malah nyeletuk, "karena dibandung jadi dikira lalapan mungkin". Kemudian tempat terakhir dari 'kucing besar' berada dideretan harimau dan juga singa. Kandangnya yang tidak terlalu besar dan dilindungi oleh kaca bening yang membuat kami tetap bisa melihat tingkahnya.
Akhirnya misi mecari kucing besar di kebun binatang bandung tercapai juga, meskipun perlu waktu mengitari satwa-satwa lain sebelumnya. Tingkah laku dan bentuk hewan ini yang terbilang menggemaskan (asal tidak kena gigit atau cakar aja hehe) cukup memuaskan kami hari itu. Tak lupa sebelum pulang kami sempatkan untuk berpose bersama sambil berjalan santai ke pintu keluar. Demikianlah perjalanan kali ini Mencari Kucing Besar Di Kebun Binatang Bandung ! Sampai jumpa lagi di jalan-jalan selanjutnya. Seperti biasa ada sebuah Quote tentang kebun binatang dan binatang sebagai berikut :
Doc. Pribadi - Panthera Tigris
Petualangan pun dimulai!! Kunjungan yang pertama setelah kami berlima masuk ternyata tempat sekumpulan buaya. Namun sangat disayangkan buaya nya saat itu sedang asik berjemur tanpa melakukan gerakan sedikitpun. Meskipun tetap saja ada seorang teman yang tidak terlalu suka sehingga mengajak untuk segera pindah. Tak jauh dari tempat buaya ada sekumpulan anak beruang dengan kandang terbuka. Terlihat beruang disini asik saja menerima kiriman kacang maupun kerupuk dari pengunjung yang datang. Kali ini melanjutkan perjalanan untuk melihat satwa lain dan tempat yang dituju ternyata sekumpulan satwa burung dan juga reptil. Mulai dari jalak bali, kasuari, merak, elang rajawali, kakatua, sloth, berbagai jenis ular seperti cobra. Beranjak dari burung dan reptil kami pun memasuki kawasan satwa primata seperti owa jawa, wau-wau dkk. Selain satwa burung, reptil dan primata, kita juga bisa menjumpai gajah, unta, banteng, kambing, tapir, babi hutan, kuda nil, berang-berang, rusa, dan masih banyak lagi.
Doc. Pribadi - Beruang kecil
Di kebun binatang ini terdapat 213 jenis satwa, terdapat 79 jenis hewan langka yang dilindungi pemerintah. Namun yang cukup menyita perhatian saya adalah satwa langka yaitu 'kucing besar'. Anda tau kucing besar? Ya, kucing besar atau Panthera Tigris bahasa latinnya dikenal sebagai Harimau dalam bahasa Indonesia. Kenapa dibilang kucing besar? Karena dilihat dari bentuknya tidak jauh berbeda dengan kucing, hanya ukurannya lebih besar.
Ternyata di kebun binatang bandung terdapat 3 kandang harimau yang tempatnya berbeda. Tempat pertama yang kami kunjungi merupakan tempat dari seekor harimau. Kandangnya yang cukup tinggi membuat kami agak kesulitan melihat 'kucing besar' ini dari atas, ditambah harimaunya juga lagi bersantai layaknya tidur siang. Selanjutnya ada kandang terbuka yang cukup besar dari seekor harimau. Lagi lagi 'kucing besar' ini lagi bersantai tidur siang sambil menghindari sinar matahari. Namun tak berapa lama kami menyaksikan, harimau tersebut terbangun sehingga sempat untuk mengabadikan momen tingkah lakunya. Hal yang cukup menarik disini 'kucing besar' nya kok makan rumput atau dedaunan. Salah seorang teman malah nyeletuk, "karena dibandung jadi dikira lalapan mungkin". Kemudian tempat terakhir dari 'kucing besar' berada dideretan harimau dan juga singa. Kandangnya yang tidak terlalu besar dan dilindungi oleh kaca bening yang membuat kami tetap bisa melihat tingkahnya.
Doc. Pribadi - Pose Full Tim
Akhirnya misi mecari kucing besar di kebun binatang bandung tercapai juga, meskipun perlu waktu mengitari satwa-satwa lain sebelumnya. Tingkah laku dan bentuk hewan ini yang terbilang menggemaskan (asal tidak kena gigit atau cakar aja hehe) cukup memuaskan kami hari itu. Tak lupa sebelum pulang kami sempatkan untuk berpose bersama sambil berjalan santai ke pintu keluar. Demikianlah perjalanan kali ini Mencari Kucing Besar Di Kebun Binatang Bandung ! Sampai jumpa lagi di jalan-jalan selanjutnya. Seperti biasa ada sebuah Quote tentang kebun binatang dan binatang sebagai berikut :
“The greatness of a nation and its moral progress can be judged by the way its animals are treated.” - Mahatma Gandhi
“You can judge a man's true character by the way he treats his fellow animals.” - Paul McCartney
“Seperti perpustakaan umum, atau museum, kebun binatang bertujuan melayani bidang pendidikan populer serta ilmu pengetahuan.” ― Yann Martel, Life of Pi
Sabtu, 12 Maret 2016
by Meowtivator
Sabtu, Maret 12, 2016
Disela-sela waktu mengerjakan Tugas Akhir saya tidak sengaja mengingat kembali Wacana mengenai kondisi Pasar Tradisional. Kita juga sama sama menyadari bahwa pasar tradisional masih menjadi primadona bagi jutaan masyarakat Indonesia. Selain harga yang bersahabat, kesegaran barang-barang yang dijual serta adanya tawar menawar membuat orang masih menyukai pasar tradisional. Namun sayangnya kondisi pasar tradisional sampai hari ini tidak jauh dari kumuh, kotor, becek baik hujan maupun tidak dan sekelilingnya penuh sampah, belum lagi masalah keamanan. Hal ini yang saya sering amati juga ketika sesekali pergi pasar atau sekedar lewat khususnya sekitar kota-kabupaten Bandung.
Disisi lain kita juga mengetahui kini banyak hypermarket yang berdiri dan mungkin sudah menjadi tujuan utama untuk berbelanja khususnya keperluan sehari hari. Pasar modern atau hypermarket inilah yang menjadi salah satu saingan dari pasar tradisional beberapa tahun kebelakang. Lihat saja barang yang dijual hampir semua tersedia, harga-harga yang ditawarkan pun kini makin bersahabat khususnya dengan diskon tertentu yang diberikan. Demikian pasar modern seakan memberikan efek ganda bagi masyarakat maupun pemerintah. Di satu sisi masyarakat akan memiliki peningkatan taraf hidup yang dapat dinilai dengan peningkatan pembangunan sarana perekonomian yang berupa pasar modern tersebut, namun disisi lain hal itu akan menjadi sebuah ancaman bagi para pedagang kecil terutama para pedagang pasar tradisional. Belum lagi kalau kita bahas tentang terbentuknya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) saat ini yang sedikit banyak pasti mempengaruhi pasar tradsional. Kalau sudah begini ya mau tidak mau tentunya pasar tradisioanl harus melakukan transformasi.
Melalui beberapa bacaan dari internet maupun hasil pengamatan ketika menonton televisi saya pun mencoba untuk membuka Wacana tentang Transformasi Pasar Tradisional sebagai berikut :
1. Pembenahan tempat berjualan di Pasar Tradisional secara merata
Hal ini perlu dilakukan untuk membangun kembali image Pasar Tradisional menjadi tempat yang nyaman, aman, bersih dan bersahabat untuk berbelanja. Kalau bisa sih tempat secara keseluruhan, kemudian lapak masing-masing pedagang. Tentunya juga penyediaan tempat sampah dan tata kelolanya yang baik akan membuat kebersihan selalu terjaga nantinya. Semaksimal mungkin untuk bisa menyamai tempatnya pasar modern. Hal ini perlu dilakukan tak lepas dari diinginkannya siapapun orang dan dari kalangan manapun dapat serta mau berbelanja di pasar tradisional
2. Integrasi hasil panen para petani dengan Pasar Tradisional
Hampir sama seperti kawan-kawan peserta Hackathon Merdeka 1.0 ini [Aplikasi Beli Bawang Langsung Dari Petani] . Integrasi disini dimaksudkan untuk memberdayakan produk/hasil dari petani kita dibanding produk impor, meskipun nantinya kita akan menghadapi persoalan harga. Dengan melakukan integrasi ini maka petani dan pedagang akan terbantu karena tidak perlu repot lagi untuk saling mencari. Diusahakan juga dilengkapi serta didukung oleh manajemen pasar yang membantu mengawasi harga-harga barang di Indonesia maupun dunia. Jangan sampai para rakyat kecil ataupun pedagang mudah dibodohi oleh oknum yang ingin mencari keuntungan dari ketidaktahuan tadi.
3. Menjaga kualitas produk atau barang yang dijual
Kualitas merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh kebanyakan orang, meskipun beberapa lebih sering mempertimbangkan harga dibanding kualitas. Orang-orang bahkan berani membayar lebih mahal untuk sebuah kualitas. Nah, disini lagi -lagi dibutuhkan dukungan dari manajemen pasar dan pedagang sendiri untuk menjaga kualitas dari barang yang dijualnya. Kualitas disini maksudnya tidak menggunakan atau menjual barang yang mampu membahayakan manusia apalagi yang jelas-jelas dilarang. Sesuatu bangetlah kalau ini bisa terjadi dan bahkan menjadi image dari Pasar Tradisional.
Begitulah kurang lebih beberapa usulan saya melalui Wacana kali ini mengenai keharusan Pasar Tradisional melakukan Transformasi. Tentunya hal diatas tidak dapat terlaksana tanpa peran serta dari para pedagang, manajemen pasar, pemerintah, serta pembeli tentunya. Semua memiliki perannya masing-masing bahkan orang kecil sekalipun. Sebenarnya juga beberapa Pasar Tradisional sudah ada yang memiliki tempat-tempat bersih, namun sayangnya ini belum tersebar merata. Semoga wacana saya kali ini bisa bermanfaat, saya pun menunggu orang-orang yang bisa merealisasikan (tentunya ada pengkajian yang komprehensif dulu ya) sembari mencari cara juga agar bisa tersampaikan oleh pemerintah khususnya. Sayapun juga sebagai mahasiswa menunggu aksi-aksi nyata para kawan-kawan Mahasiswa Indonesia khususnya.
Akhir kata saya tutup dengan sebuah kutipan dari Madilog Tan Malaka berikut sebagai pesan kepada kaum terpelajar agar lebih memperhatikan rakyat sekitarnya
Disisi lain kita juga mengetahui kini banyak hypermarket yang berdiri dan mungkin sudah menjadi tujuan utama untuk berbelanja khususnya keperluan sehari hari. Pasar modern atau hypermarket inilah yang menjadi salah satu saingan dari pasar tradisional beberapa tahun kebelakang. Lihat saja barang yang dijual hampir semua tersedia, harga-harga yang ditawarkan pun kini makin bersahabat khususnya dengan diskon tertentu yang diberikan. Demikian pasar modern seakan memberikan efek ganda bagi masyarakat maupun pemerintah. Di satu sisi masyarakat akan memiliki peningkatan taraf hidup yang dapat dinilai dengan peningkatan pembangunan sarana perekonomian yang berupa pasar modern tersebut, namun disisi lain hal itu akan menjadi sebuah ancaman bagi para pedagang kecil terutama para pedagang pasar tradisional. Belum lagi kalau kita bahas tentang terbentuknya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) saat ini yang sedikit banyak pasti mempengaruhi pasar tradsional. Kalau sudah begini ya mau tidak mau tentunya pasar tradisioanl harus melakukan transformasi.
Sumber foto : Pikiran Rakyat
Melalui beberapa bacaan dari internet maupun hasil pengamatan ketika menonton televisi saya pun mencoba untuk membuka Wacana tentang Transformasi Pasar Tradisional sebagai berikut :
1. Pembenahan tempat berjualan di Pasar Tradisional secara merata
Hal ini perlu dilakukan untuk membangun kembali image Pasar Tradisional menjadi tempat yang nyaman, aman, bersih dan bersahabat untuk berbelanja. Kalau bisa sih tempat secara keseluruhan, kemudian lapak masing-masing pedagang. Tentunya juga penyediaan tempat sampah dan tata kelolanya yang baik akan membuat kebersihan selalu terjaga nantinya. Semaksimal mungkin untuk bisa menyamai tempatnya pasar modern. Hal ini perlu dilakukan tak lepas dari diinginkannya siapapun orang dan dari kalangan manapun dapat serta mau berbelanja di pasar tradisional
2. Integrasi hasil panen para petani dengan Pasar Tradisional
Hampir sama seperti kawan-kawan peserta Hackathon Merdeka 1.0 ini [Aplikasi Beli Bawang Langsung Dari Petani] . Integrasi disini dimaksudkan untuk memberdayakan produk/hasil dari petani kita dibanding produk impor, meskipun nantinya kita akan menghadapi persoalan harga. Dengan melakukan integrasi ini maka petani dan pedagang akan terbantu karena tidak perlu repot lagi untuk saling mencari. Diusahakan juga dilengkapi serta didukung oleh manajemen pasar yang membantu mengawasi harga-harga barang di Indonesia maupun dunia. Jangan sampai para rakyat kecil ataupun pedagang mudah dibodohi oleh oknum yang ingin mencari keuntungan dari ketidaktahuan tadi.
3. Menjaga kualitas produk atau barang yang dijual
Kualitas merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh kebanyakan orang, meskipun beberapa lebih sering mempertimbangkan harga dibanding kualitas. Orang-orang bahkan berani membayar lebih mahal untuk sebuah kualitas. Nah, disini lagi -lagi dibutuhkan dukungan dari manajemen pasar dan pedagang sendiri untuk menjaga kualitas dari barang yang dijualnya. Kualitas disini maksudnya tidak menggunakan atau menjual barang yang mampu membahayakan manusia apalagi yang jelas-jelas dilarang. Sesuatu bangetlah kalau ini bisa terjadi dan bahkan menjadi image dari Pasar Tradisional.
Begitulah kurang lebih beberapa usulan saya melalui Wacana kali ini mengenai keharusan Pasar Tradisional melakukan Transformasi. Tentunya hal diatas tidak dapat terlaksana tanpa peran serta dari para pedagang, manajemen pasar, pemerintah, serta pembeli tentunya. Semua memiliki perannya masing-masing bahkan orang kecil sekalipun. Sebenarnya juga beberapa Pasar Tradisional sudah ada yang memiliki tempat-tempat bersih, namun sayangnya ini belum tersebar merata. Semoga wacana saya kali ini bisa bermanfaat, saya pun menunggu orang-orang yang bisa merealisasikan (tentunya ada pengkajian yang komprehensif dulu ya) sembari mencari cara juga agar bisa tersampaikan oleh pemerintah khususnya. Sayapun juga sebagai mahasiswa menunggu aksi-aksi nyata para kawan-kawan Mahasiswa Indonesia khususnya.
Akhir kata saya tutup dengan sebuah kutipan dari Madilog Tan Malaka berikut sebagai pesan kepada kaum terpelajar agar lebih memperhatikan rakyat sekitarnya
Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali - Tan Malaka
Langganan:
Postingan (Atom)





