" Apa gunanya punya jutaan piala, medali, dan pesawat, jika kau tidak dapat bersenang-senang? " [James Hunt]

Senin, 05 Mei 2014

Saya Juga Optimis !

by
Sebulan lalu kiranya saya baru selesai membaca beberapa artikel yang memperkuat kekhawatiran saya mengenai kondisi negeri ini. Kekhawatiran itu mengenai hilangnya kepercayaan diri atau menjadi pesimis terhadap bangsa dan negara sendiri. Hal itu terlihat dari postingan maupun artikel yang terlihat diforum – forum mengenai hal-hal negatif tentang negeri ini hingga sampai mengatakan bahwa beginilah negeriku, selamat datang dinegeri penuh ‘hal negatif’ dll. Bukan hanya dalam forum-forum malahan sudah sampai dunia pertelevisian dimana terlihat lebih banyak menampilkan sisi negatif dari negeri ini dibandingkan prestasi maupun hal positif yang diraih atau dilakukan oleh sebagian orang. Meskipun saya juga sadari bahwa kondisinya sekarang itu negeri ini sedang mengalami hal sulit dimana korupsi dimana-mana, kesejahteraan belum merata, hingga krisis kepercayaan, moral yang melanda dimana tentunya masih perlu diperhatikan dan dibenahi. Dari berbagai hal tadi membuktikan ternyata bukan hanya saya yang merasa demikian melainkan sebagian orang juga turut merasakan hal yang sama mengenai kondisi negeri ini.

Beranjak sejenak dari itu semua, belakangan ini seakan dunia kembali memberitahu diri akan keberadaan orang-orang yang masih terus berjuang diluar sana dengan atau tanpa tau hasil kedepannya akan seperti apa. Bagaimana tidak, dalam beberapa bulan ini orang-orang tersebut datang dan sekarang menjadi bagian dari sepenggal cerita kehidupan. Orang-orang tersebut kebanyakan berbeda dengan yang lainnya dalam lingkungan. Berbeda disini maksudnya saat semua orang menjadi tidak peduli dengan sesama, saat orang lebih mementingkan diri sendiri, mereka dengan semangat untuk perubahan yang lebih baik  bisa memberi teladan yang baik bagi kita semua dengan pemikiran ingin memperbaiki, membangun budaya dan atmosfir positif disekitar.

Masih banyak orang baik diluar sana yang tentunya Optimis


Melalui orang-orang tersebut pemikiran saya seakan membuka dan menguatkan kembali harapan mengenai saat dimana negeri ini akan berjaya diluar dan didalam. Tentunya hal tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan dari segala pihak terutama dari rakyat itu sendiri. Semua orang tanpa terkecuali ikut berperan dalam pembangunan negeri baik sector pendidikan, ekonomi, teknologi dll. Saya juga Optimis, dimana saya memilih untuk bergabung bersama orang-orang yang masih berjuang tersebut meskipun tanpa tahu hasilnya akan seperti apa kedepannya daripada ikut dalam menghujat kesalahan dan kebobrokan yang telah terjadi. Kalau menurut Ibu Kartini, “Lebih baik menyalakan lilin daripada menghujat kegelapan” , kurang lebih maksudnya mending kita melakukan sesuatu yang berguna atau dapat membantu kita untuk memecahkan suatu permasalahan yang ada dibanding hanya mengomentari/menghujat kesalahan yang telah terjadi. Dan perlu diingat juga kata Napoleon Bonaporte kalau Hancurnya sebuah Negara bukan karena banyaknya orang jahat yang ada di dalam Negara itu, tetapi karena diamnya orang-orang baik. Tentunya dalam rangka mewujudkan harapan itu tidak memerlukan waktu yang singkat, bahkan negara-negara maju di Eropa, Amerika dan Asia juga setidaknya perlu waktu lama dan perjuangan yang besar untuk bisa seperti sekarang. Maka dari itu Saya juga Optimis terhadap orang-orang dan negeri ini akan bisa berjaya didalam maupun diluar. Untuk lebih membuat para pembaca bangkit dari kegalauan akan bisa tidaknya juga untuk optimis terhadap negeri ini boleh sekalian mampir ke twitter @GNFINews atau kunjungi websitenya www.gnfi.org .

Keep Spirit and your Optimism in Your Heart, Believe it and Do Something ! #WacanaGT

Jumat, 25 April 2014

Yang Bebas Yang Merdeka atau Sebaliknya ?

by
Seringkali saat mendengar kata-kata bebas ataupun merdeka yang terlintas itu mengenai masa kecil nan bahagia dulu. Waktu itu memang terasa bebas sebebasnya dimana mau lakuin apapun boleh-boleh aja, namanya juga anak-anak. Saat masa-masa bebas itu pun terlihat wajah-wajah senang, gembira, bahagia, tawa, canda disetiap hal yang kita lakukan ntah itu baik bagi kita atau membahayakan kita. Kini waktu telah berlalu begitu cepat bagi orang-orang yang masih merasakan kebebasan, serta waktu terasa sangat lama berlalu bagi orang yang masih mendambakan kebebasan itu sendiri. Tentunya setiap orang didunia ini memiliki kriteria kebebasannya masing-masing karena memang pada dasarnya kita ini makhluk yang ingin merasa bebas.

Pada masa-masa mengeyam pendidikan seperti ini kayaknya kebebasan itu yang paling diharapkan sebagian besar anak. Dengan jadwal sekolah/kuliah yang hampir setiap hari ditambah lagi dengan tugas-tugas serta ujian yang diberikan. Beda lagi kalo kita nantinya sudah menjadi orang tua atau nantinya dalam dunia kerja, kebebasan itu biasanya baru didapatkan di akhir pekan. Pada dasarnya yang membuat kita bebas atau tidak itu diri kita sendiri. Mengapa demikian ? Ya karena kebebasan itu kan menyangkut diri kita sendiri, jadi hanya kita yang bisa menentukan kita itu bebas atau tidak. Kalo orang lain itu hanya bisa menilai dan menerka Anda itu sudah merasa bebas atau tidak. Sama dengan yang kini terjadi di Negara tercinta kita ini yang katanya telah merdeka puluhan tahun lamanya. Antara merdeka dan bebas itu hampir miriplah artinya dan dalam kenyataan semestinya tidak berbeda jauh. Sekarang coba kita lihat judul diatas, Yang Bebas Yang Merdeka atau Sebaliknya ? artinya orang yang merdeka itu bebas ataukah orang yang bebas itu yang merdeka.

Untuk bisa menjawab pertanyaan dari judul tersebut ada baiknya kita coba melihat langsung keadaan negeri kita saja. Sebelum kemerdekaan atau khususnya sebelum masa penjajahan itu dimulai, bangsa kita masih hidup dalam ketenangan, kesenangan dan bebas . Namun saat masa penjajahan itu datang, ketenangan dan kebebasan mulai direnggut dari bangsa kita. Ketika hal itu terjadi perlawanan dilakukan dimana-mana dan juga penentangan, tapi apa daya kita belum bisa langsung menang kala itu. Selama beratus tahun hal itu terjadi hingga pada suatu masa dimana orang-orang bebas dulu itu berkumpul untuk kembali merebut kebebasan diri dan bangsa. Akhirnya para pahlawan kita dulu berhasil mengambil langkah untuk memerdekakan bangsa yang bebas ini. Begitulah jadinya saat kebebasan seseorang atau bangsa ingin dirusak maka ketika mereka bersatu maka akan menghasilkan diri yang MERDEKA. Untuk masa setelah kemerdekaan sekarang ini kebebasan sepertinya menjadi hal yang penting untuk dibahas. Ini menjadi penting soalnya kebebasan sebagai bangsa atau masyarakat sudah diatur dan ditetapkan dalam Undang-Undang. Jadi bisa dikatakan kita masih bebas namun harus tetap sesuai dengan aturan yang berlaku. Setelah melalui tahun-tahun yang panjang, ternyata menurut sejarah dulu pasca kemerdekaan kebebasan kita malah diancam oleh bangsa sendiri. Teringat betul bagi orang yang hidup dizaman Orde Baru dimana kebebasan itu sengaja di bredel demi kepentingan segelintir orang saat itu. Serasa saat itu kebebasan diusik sekali lagi namun dengan pemain yang berbeda. Tapi tidak butuh waktu lama untuk orang-orang bebas kala itu (Mahasiswa :red) untuk merebut kembali kebebasan hingga dimulainya zaman Reformasi. Setelah hari itu hingga sekarang kebebasan itu juga tidak boleh sampai merugikan orang lain atau kalau tidak nantinya akan berurusan dengan hukum. Meskipun demikian ternyata masih ada kebebasan yang digerogoti, diambil dan dieksploitasi demi kepentingan lagi-lagi pribadi ataupun kelompok namun sekarang dengan cara yang lebih variatif. Entah ini pertanda dimulainya kembali masa perebutan kebebasan sekali lagi atau tidak, namun yang jelasnya jika itu terjadi maka akan terus ada orang-orang bebas yang akan mengembalikan kebebasan itu sendiri.

 Potret Kebebasan Membuang Sampah yang bukan pada tempatnya


Salah satu Potret Kehidupan Masyarakat Pasca Kemerdekaan 69 Tahun lalu


Jadi pada intinya kita sebenarnya bisa menilai sendiri apakah Yang Bebas Yang Merdeka atau Yang Merdeka Yang Bebas ? . Mengutip salah satu kata-kata yang mengatakan Hidupmu adalah milikmu, kamu sendiri yg menentukan baik buruknya, dan kamulah yg memimpin dirimu sendiri, bukan orang lain. Gunakan kebebasanmu sebebas-bebasnya namun tetaplah keadaan tentram, sejahterta, aman sentosa serta tidak merugikan orang lain itu terjaga selalu. Kita hidup bersama, bebas bersama, aman bersama !!

Fight For Freedom #GTA

Rabu, 09 April 2014

Pengalaman Nyoblos

by
















Minggu, 06 April 2014

Salam Untuk Masa Remajaku

by
Sudah lama sebenarnya rasa kangen akan mengenang masa-masa dulu itu muncul. Akhirnya baru malam ini bisa merealisasikan sebuah tulisan untuk teman-teman dulu yang sama-sama berjuang dan berkelana dalam dunia pendidikan dan mencari jati diri. Mungkin tidak sebagus tulisan penulis terkenal/hebat tetapi dengan ini semoga bisa mewakili rasa rindu akan TEMAN :)



Halo teman-teman ku, semoga kalian berbahagia selalu,

14 tahun yang lalu ketika memasuki Sekolah Dasar. Kita semua baru berumur 5 tahun dan sama sekali belum tahu apa-apa.

8 tahun yang lalu juga ketika memasuki Sekolah Menengah Pertama. Kita semua baru berumur 11 tahun dan masih belum tau apa-apa.

5 tahun yang lalu juga ketika memasuki Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. Kita semua masih berumur 14 tahun dan tidak tau apa-apa.

Meskipun angan-angan kita terhadap masa depan tak terbatas. Tapi kita tidak tahu dulu awalnya kita bisa belajar apa dan medapatkan apa. Untunglah selama itu ada nasehat-nasehat para guru yang bijaksana dan juga persahabatan yang erat dengan teman-teman. Bersama-sama melewati kesulitan dan juga bersama-sama tumbuh dewasa . Bagiku Sekolah Dasar, Menengah Pertama dan Menengah Atas/Kejuruan dulu adalah masa remajaku dan juga adalah pengalaman hidupku yang paling indah. Setelah lulus kita sekuat tenaga merentangkan sayap, terbang menggapai impian yang berbeda. Teman-temanku sekalian , semoga kelak kita berjumpa lagi.

Temanmu, Masa Remajamu, Bagian dari Kehidupanmu
                                                                           SD, SMP, SMA/SMK

                                                                           #GTA